Expired date memberikan petunjuk kepada konsumen mengenai batas waktu di mana produk tersebut masih aman dikonsumsi atau digunakan. Membaca expired date adalah kunci untuk memastikan bahwa produk yang kita konsumsi atau gunakan masih dalam kondisi terbaiknya, serta untuk menghindari risiko kesehatan yang mungkin timbul dari penggunaan produk yang sudah melewati batas kedaluwarsanya.
Artikel ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis bagi konsumen dalam membaca expired date pada berbagai jenis produk.
Apa itu Expired Date?

Expired date adalah tanggal yang tercantum pada kemasan produk untuk menunjukkan batas waktu di mana produk tersebut masih aman untuk dikonsumsi atau digunakan. Setelah melewati tanggal ini, kualitas, keamanan, dan efektivitas produk dapat berkurang secara signifikan.
Bagaimana Cara Membaca Expired Date?

Mengetahui cara membaca expired date pada berbagai produk adalah keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap konsumen. Berikut ini adalah cara membaca expired date yang tepat:
Cara Membaca Expired Date berdasarkan Format:
Ketika membaca expired date pada berbagai produk, penting untuk memahami format tanggal yang digunakan. Ada beberapa format tanggal yang umum digunakan di seluruh dunia, dan berikut adalah penjelasan tentang cara membaca expired date berdasarkan format yang digunakan:
- DD/MM/YYYY (Hari/Bulan/Tahun): Format ini umum digunakan di banyak negara, termasuk Indonesia. Cara membacanya: Misal, 15/06/2024 berarti tanggal 15 Juni 2024.
- MM/DD/YYYY (Bulan/Hari/Tahun): Format ini sering digunakan di Amerika Serikat. Cara membacanya: Misal, 06/15/2024 berarti tanggal 15 Juni 2024.
- YYYY/MM/DD (Tahun/Bulan/Hari): Format ini sering digunakan dalam standar internasional dan dokumen resmi. Cara membacanya: Misal, 2024/06/15 berarti tanggal 15 Juni 2024.
Mengetahui format yang digunakan oleh produsen dapat membantu konsumen membaca expired date dengan benar dan menghindari kebingungan yang bisa mengarah pada kesalahan penggunaan produk.
Tonton video di bawah ini untuk tau cara baca expired date yang benar:
Cara Membaca Expired Date berdasarkan Kode Khusus dan Simbol
Selain format tanggal standar, beberapa produk menggunakan kode produksi dan simbol khusus untuk menunjukkan tanggal kedaluwarsa. Berikut adalah beberapa petunjuk untuk membaca atau mengecek expired date:
Kode Produksi: Beberapa produsen menggunakan kode produksi yang biasanya terdiri dari kombinasi huruf dan angka. Kode ini sering kali mencakup informasi tentang tanggal produksi, nomor batch, dan kadang-kadang tanggal kedaluwarsa. Untuk memahami kode ini, konsumen seringkali perlu merujuk ke panduan yang diberikan oleh produsen atau mencari informasi di situs web mereka.
- Contoh: Kode “L220615” mungkin menunjukkan bahwa produk tersebut diproduksi pada 15 Juni 2022 (L adalah untuk lot number, 22 untuk tahun, 06 untuk bulan, dan 15 untuk hari).
Simbol Waktu dan Tanggal: Beberapa produk, terutama kosmetik dan produk perawatan pribadi, menggunakan simbol seperti jam pasir atau kaleng terbuka dengan angka (misalnya, 12M). Simbol kaleng terbuka menunjukkan berapa lama produk aman digunakan setelah dibuka (M berarti bulan, jadi 12M berarti 12 bulan).
- Contoh: Simbol kaleng terbuka dengan “6M” menunjukkan bahwa produk tersebut harus digunakan dalam waktu 6 bulan setelah dibuka.
QR Codes dan Digital Expiry Information: Beberapa produk modern sekarang mencantumkan QR code yang dapat dipindai dengan smartphone untuk mendapatkan informasi detail tentang tanggal kedaluwarsa, tanggal produksi, dan detail lain yang relevan.
- Contoh: Memindai QR code pada kemasan produk mungkin mengarahkan konsumen ke halaman web dengan informasi detail tentang masa pakai produk.
Contoh Membaca Expired Date pada Berbagai Jenis Produk

Membaca expired date pada produk adalah keterampilan esensial yang membantu konsumen memastikan bahwa produk yang mereka konsumsi atau gunakan masih aman dan berkualitas. Berikut ini adalah cara membaca expired date pada produk Anda:
Produk Makanan dan Minuman
Membaca expired date pada kemasan makanan dan minuman adalah langkah pertama untuk memastikan produk yang kita konsumsi masih aman. Berikut adalah beberapa contoh dan studi kasus cara membaca tanggal pada berbagai produk makanan dan minuman:
- Kemasan Susu: Misalnya, pada kotak susu, Anda mungkin menemukan tanggal “15/07/2024”. Ini berarti susu tersebut aman dikonsumsi hingga 15 Juli 2024. Jika formatnya “07/15/2024”, maka itu mengindikasikan 15 Juli 2024 juga, tergantung pada negara asal produk.
- Kaleng Makanan: Pada produk kalengan, tanggal biasanya ditulis dalam format yang mirip. Contoh, “EXP 12/09/2024” berarti produk tersebut kadaluarsa pada 9 Desember 2024.
- Minuman Botol: Botol minuman mungkin memiliki tanggal kedaluwarsa tercetak di tutup atau leher botol. Misalnya, “BEST BEFORE 2024/08/30” menunjukkan bahwa minuman tersebut sebaiknya dikonsumsi sebelum 30 Agustus 2024.
Produk Kecantikan dan Perawatan
Produk kecantikan dan perawatan kulit sering kali memiliki tanggal kedaluwarsa yang menunjukkan berapa lama produk tersebut aman digunakan setelah dibuka. Berikut adalah beberapa contoh cara membaca expired date pada produk kosmetik dan perawatan kulit:
- Krim Wajah: Pada krim wajah, Anda mungkin melihat simbol kaleng terbuka dengan tulisan “12M” di dalamnya. Ini berarti produk tersebut aman digunakan selama 12 bulan setelah dibuka. Jika terdapat tanggal seperti “EXP 2024/10”, ini berarti produk tersebut harus digunakan sebelum Oktober 2024.
- Lipstik: Lipstik bisa memiliki tanggal kedaluwarsa yang dicetak pada dasar tabungnya. Contoh, “LOT 202310” berarti lipstik tersebut diproduksi pada Oktober 2023 dan biasanya baik digunakan hingga beberapa tahun setelah tanggal produksi, tergantung pada merek dan jenis produk.
- Shampo dan Kondisioner: Produk perawatan rambut sering memiliki simbol kaleng terbuka juga. Misalnya, “6M” berarti shampo atau kondisioner tersebut harus digunakan dalam waktu 6 bulan setelah dibuka. Selain itu, mereka mungkin memiliki tanggal produksi seperti “PROD 01/2023” yang menunjukkan produk tersebut dibuat pada Januari 2023.
Tips Praktis Membaca Expired Date
- Perhatikan Lokasi Tanggal: Tanggal kedaluwarsa bisa ditempatkan di berbagai bagian kemasan, seperti tutup botol, bagian bawah kemasan, atau label belakang.
- Gunakan Cahaya yang Baik: Beberapa tanggal kedaluwarsa mungkin sulit dibaca karena warnanya yang mirip dengan kemasan. Pastikan Anda membacanya di tempat yang terang.
- Memeriksa Panduan Produsen: Jika Anda kesulitan memahami kode produksi, kunjungi situs web produsen untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Istilah yang Digunakan pada Expired Date

Saat membaca expired date, konsumen akan menemui beberapa istilah yang digunakan untuk menunjukkan masa pakai produk. Setiap istilah memiliki makna dan implikasi yang berbeda:
- Expiration Date (Tanggal Kedaluwarsa): Tanggal ini menunjukkan batas waktu di mana produk masih aman untuk dikonsumsi atau digunakan. Setelah tanggal ini, produk tidak dianjurkan untuk digunakan karena dapat menimbulkan risiko kesehatan. Expiration date biasanya ditemukan pada produk farmasi, makanan bayi, dan produk-produk yang sangat sensitif terhadap waktu.
- Best Before Date (Baik Sebelum Tanggal): Tanggal ini menunjukkan kapan produk akan mencapai puncak kualitasnya. Setelah tanggal ini, produk mungkin masih aman untuk dikonsumsi tetapi kualitasnya, seperti rasa, tekstur, dan nilai gizi, mungkin sudah menurun. Best before date sering digunakan pada makanan kemasan, minuman, dan produk-produk yang stabil lebih lama.
- Use By Date (Digunakan Sebelum Tanggal): Tanggal ini digunakan untuk produk yang sangat mudah rusak seperti produk susu, daging segar, dan makanan siap saji. Ini adalah tanggal terakhir di mana produk tersebut dianggap aman untuk dikonsumsi. Melebihi tanggal ini, produk bisa menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.
Baca juga: Perbedaan Expired Date dengan Best Before
Manfaat Expired Date pada Produk
Expired date atau tanggal kedaluwarsa memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, kualitas, dan kepercayaan konsumen terhadap suatu produk. Informasi ini membantu konsumen mengetahui batas waktu terbaik untuk menggunakan atau mengonsumsi produk sebelum kualitasnya menurun.
Bagi produsen, pencantuman expired date bukan hanya sekadar informasi pada kemasan. Kode ini juga menjadi bagian penting dalam sistem traceability, kontrol kualitas, dan kepatuhan terhadap standar regulasi.
Membantu Konsumen Mengetahui Batas Aman Produk
Manfaat utama expired date adalah memberikan informasi kepada konsumen tentang batas penggunaan produk. Dengan adanya tanggal kedaluwarsa, konsumen bisa lebih mudah menentukan apakah produk masih layak digunakan atau sebaiknya tidak dikonsumsi lagi.
Hal ini sangat penting terutama untuk produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, dan produk perawatan tubuh yang kualitasnya bisa berubah seiring waktu.
Menjaga Kualitas dan Keamanan Produk
Expired date membantu memastikan produk digunakan saat kualitasnya masih sesuai standar. Setelah melewati tanggal tertentu, rasa, aroma, tekstur, kandungan aktif, atau efektivitas produk bisa menurun.
Pada produk tertentu, penggunaan setelah masa kedaluwarsa juga dapat menimbulkan risiko, terutama jika produk sudah berubah warna, berbau, menggumpal, bocor, atau kemasannya rusak.
Meningkatkan Kepercayaan Konsumen
Produk yang memiliki informasi expired date yang jelas akan terlihat lebih profesional dan terpercaya. Konsumen cenderung merasa lebih aman saat membeli produk dengan kode tanggal yang mudah dibaca.
Sebaliknya, expired date yang buram, hilang, atau sulit terbaca bisa menimbulkan keraguan. Konsumen bisa mempertanyakan kualitas produk, bahkan memilih produk lain yang informasinya lebih jelas.
Membantu Proses Kontrol Stok
Expired date juga bermanfaat untuk membantu toko, distributor, dan gudang dalam mengatur stok produk. Dengan informasi tanggal yang jelas, produk bisa disusun berdasarkan masa kedaluwarsa agar produk yang lebih lama dapat dijual atau digunakan terlebih dahulu.
Sistem ini membantu mengurangi risiko produk menumpuk terlalu lama di gudang dan meminimalkan potensi kerugian akibat barang kedaluwarsa.
Mendukung Traceability dan Penarikan Produk
Dalam proses produksi, expired date sering digunakan bersama batch number, lot number, atau kode produksi. Kombinasi kode ini membantu produsen melacak produk berdasarkan waktu produksi, jalur produksi, atau kelompok produksi tertentu.
Jika terjadi masalah kualitas, perusahaan dapat lebih mudah melakukan pengecekan dan penarikan produk secara tepat tanpa harus menarik seluruh produk dari pasar.
Membantu Kepatuhan terhadap Regulasi
Banyak industri diwajibkan mencantumkan informasi tanggal kedaluwarsa pada kemasan, terutama industri food & beverage, pharmaceutical, cosmetics, personal care, dan produk konsumsi lainnya.
Dengan pencetakan expired date yang jelas, produsen dapat lebih mudah memenuhi standar regulasi, menjaga kredibilitas brand, dan menghindari risiko komplain dari konsumen maupun pihak pengawas.
Mengurangi Risiko Kesalahan di Lapangan
Expired date yang dicetak dengan rapi dan konsisten dapat membantu operator, QC, gudang, distributor, hingga konsumen membaca informasi produk dengan lebih mudah. Hal ini dapat mengurangi risiko salah baca, salah sortir, atau salah distribusi.
Karena itu, kualitas hasil cetak expired date sangat penting. Kode harus tajam, tidak mudah luntur, sesuai posisi, dan tetap terbaca selama produk berada di jalur distribusi.
Dampak Tanggal Kadaluarsa yang Salah pada Produk
Tanggal kadaluarsa yang salah dapat menimbulkan masalah serius bagi konsumen, produsen, distributor, hingga reputasi brand. Kesalahan ini bisa terjadi karena salah input tanggal, salah format penulisan, kode tidak terbaca, atau tanggal yang tercetak tidak sesuai dengan data produksi.
Dalam industri makanan, minuman, farmasi, kosmetik, dan produk konsumsi lainnya, tanggal kadaluarsa bukan hanya informasi biasa. Tanggal ini menjadi acuan penting untuk keamanan produk, kontrol kualitas, dan kepatuhan regulasi.
Membingungkan Konsumen
Tanggal kadaluarsa yang salah dapat membuat konsumen bingung dalam menentukan apakah produk masih layak digunakan atau tidak. Misalnya, format tanggal tidak jelas, bulan dan tanggal tertukar, atau kode tercetak terlalu buram.
Jika konsumen ragu, produk bisa dianggap tidak aman meskipun sebenarnya masih layak. Sebaliknya, kesalahan tanggal juga bisa membuat produk yang seharusnya sudah tidak digunakan justru tetap dikonsumsi.
Berisiko terhadap Keamanan Produk
Kesalahan tanggal kadaluarsa dapat berdampak langsung pada keamanan konsumen. Produk makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetik memiliki masa pakai tertentu yang berkaitan dengan kualitas bahan, efektivitas, dan stabilitas produk.
Jika tanggal yang tercetak lebih panjang dari seharusnya, konsumen bisa menggunakan produk melewati batas aman. Hal ini dapat meningkatkan risiko perubahan rasa, aroma, tekstur, efektivitas, hingga potensi gangguan kesehatan pada produk tertentu.
Menyebabkan Komplain dan Hilangnya Kepercayaan
Tanggal kadaluarsa yang salah dapat memicu komplain dari konsumen, toko, distributor, atau pihak pengawas. Konsumen bisa merasa dirugikan karena informasi pada kemasan tidak akurat.
Jika masalah ini terjadi berulang, kepercayaan terhadap brand dapat menurun. Produk yang seharusnya memiliki kualitas baik bisa terlihat tidak profesional hanya karena informasi tanggal pada kemasan tidak sesuai atau sulit dibaca.
Mengganggu Proses Distribusi dan Stok Gudang
Tanggal kadaluarsa digunakan untuk mengatur rotasi stok, seperti sistem first expired, first out. Jika tanggal yang tercetak salah, proses penyimpanan dan distribusi bisa ikut terganggu.
Produk yang seharusnya dikirim lebih dulu bisa tertahan, sementara produk dengan masa simpan lebih pendek justru terlambat keluar. Akibatnya, risiko produk menumpuk, kedaluwarsa di gudang, atau salah kirim ke pasar menjadi lebih besar.
Menyulitkan Traceability Produk
Tanggal kadaluarsa biasanya berkaitan dengan batch number, lot number, dan kode produksi. Jika tanggal yang dicetak salah, proses pelacakan produk menjadi lebih sulit.
Saat terjadi masalah kualitas, perusahaan bisa kesulitan menentukan produk mana yang terdampak. Hal ini dapat memperlambat proses investigasi, penarikan produk, dan penanganan komplain.
Berpotensi Menimbulkan Kerugian Finansial
Kesalahan tanggal kadaluarsa dapat menyebabkan produk harus ditahan, dikemas ulang, ditarik dari pasar, atau bahkan dimusnahkan. Semua proses ini membutuhkan biaya tambahan.
Selain biaya produk, perusahaan juga bisa mengalami kerugian dari sisi waktu produksi, tenaga kerja, distribusi, dan potensi kehilangan penjualan.
Meningkatkan Risiko Masalah Regulasi
Pada banyak jenis produk, informasi tanggal kadaluarsa wajib dicantumkan dengan benar dan mudah dibaca. Jika tanggal yang tercetak salah, produsen dapat dianggap tidak memenuhi ketentuan label produk.
Risikonya bisa berupa teguran, pemeriksaan tambahan, penarikan produk, hingga dampak terhadap izin edar atau reputasi perusahaan di mata regulator.
Membuat Proses Produksi Kurang Efisien
Kesalahan tanggal kadaluarsa sering kali membuat tim produksi harus melakukan pengecekan ulang, rework, atau penghentian sementara line produksi. Jika terjadi saat produksi berjalan cepat, jumlah produk yang terdampak bisa sangat banyak.
Karena itu, proses input kode, pengecekan sebelum produksi, dan penggunaan mesin coding yang stabil sangat penting untuk mengurangi risiko salah cetak tanggal kadaluarsa.
Kesimpulan
Memahami cara membaca expired date pada produk adalah langkah penting untuk memastikan keamanan dan kualitas apa yang kita konsumsi atau gunakan. Dengan mengenali berbagai format tanggal, serta memahami kode produksi dan simbol khusus, konsumen dapat dengan mudah menentukan masa pakai produk. Informasi ini membantu menghindari risiko kesehatan, memastikan kepuasan penggunaan, dan menjaga kepercayaan terhadap produk yang dibeli.
Masih bingung memilih mesin coding yang tepat untuk produk Anda? Gressler siap membantu dengan konsultasi dan trial gratis pada kemasan asli Anda. Tim kami akan mengecek material, kebutuhan kode, kecepatan produksi, hingga hasil cetak yang paling sesuai. Hubungi Gressler melalui WhatsApp dan jadwalkan trial gratis sekarang.
FAQ Seputar Expired Date
1. Apa itu expired date?
Expired date adalah tanggal yang menunjukkan batas aman suatu produk untuk dikonsumsi atau digunakan. Setelah melewati tanggal tersebut, kualitas, keamanan, atau efektivitas produk bisa menurun.
2. Bagaimana cara membaca expired date pada kemasan produk?
Cara membaca expired date tergantung pada format tanggal yang digunakan. Format yang umum adalah DD/MM/YYYY, MM/DD/YYYY, dan YYYY/MM/DD. Misalnya, 15/06/2024 berarti 15 Juni 2024, sedangkan 2024/06/15 juga berarti 15 Juni 2024.
3. Apa perbedaan expired date, best before, dan use by date?
Expired date menunjukkan batas aman penggunaan produk. Best before menunjukkan batas kualitas terbaik produk, sehingga setelah tanggal tersebut produk bisa saja masih aman tetapi kualitasnya menurun. Use by date biasanya digunakan untuk produk yang mudah rusak dan sebaiknya tidak dikonsumsi setelah tanggal tersebut.
4. Di mana biasanya tanggal kadaluarsa dicetak pada produk?
Tanggal kadaluarsa bisa dicetak di berbagai bagian kemasan, seperti bagian tutup botol, leher botol, bawah kemasan, sisi samping, label belakang, dus, sachet, atau area khusus pada kemasan.
5. Kenapa expired date penting untuk konsumen?
Expired date membantu konsumen mengetahui apakah produk masih aman digunakan atau tidak. Informasi ini penting untuk menghindari penggunaan produk yang kualitasnya sudah menurun atau berisiko bagi kesehatan.
6. Apakah produk masih boleh digunakan setelah melewati best before?
Produk yang melewati best before belum tentu langsung berbahaya, tetapi kualitasnya bisa menurun dari sisi rasa, tekstur, aroma, warna, atau nilai gizi. Sebaiknya tetap cek kondisi produk sebelum digunakan.
7. Apa arti simbol 6M atau 12M pada produk kosmetik?
Simbol seperti 6M atau 12M biasanya menunjukkan masa pakai produk setelah kemasan dibuka. Misalnya, 6M berarti produk sebaiknya digunakan dalam waktu 6 bulan setelah dibuka.
8. Apa dampaknya jika tanggal kadaluarsa salah tercetak?
Tanggal kadaluarsa yang salah dapat membingungkan konsumen, mengganggu kontrol stok, menyulitkan traceability, memicu komplain, menurunkan kepercayaan brand, hingga menimbulkan risiko regulasi bagi produsen.
9. Mengapa expired date harus dicetak dengan jelas?
Expired date harus jelas agar mudah dibaca oleh konsumen, operator, QC, distributor, dan pihak gudang. Kode yang buram, hilang, atau sulit terbaca bisa menyebabkan salah baca, salah sortir, bahkan salah distribusi produk.
10. Bagaimana cara produsen mengurangi risiko salah cetak expired date?
Produsen dapat mengurangi risiko salah cetak dengan memastikan input kode dicek sebelum produksi, menggunakan mesin coding yang sesuai dengan material kemasan, melakukan sample print, serta memastikan operator mendapatkan training yang tepat.
11. Apa hubungan expired date dengan batch number atau kode produksi?
Expired date sering digunakan bersama batch number, lot number, atau kode produksi untuk membantu proses traceability. Jika terjadi masalah kualitas, produsen dapat melacak produk berdasarkan kelompok produksi tertentu.



