Di lini produksi modern, pemilihan teknologi coding bukan lagi sekadar urusan mencetak tanggal atau batch number. Keputusan antara laser marking vs CIJ bisa berdampak langsung pada kelancaran produksi, biaya operasional, hingga keterbacaan kode di tangan konsumen. Banyak pabrik baru menyadari konsekuensi ini setelah mesin berjalan, ketika kode mulai sulit terbaca, tinta boros, atau produksi terganggu karena downtime yang tidak terduga.
Artikel ini membahas perbandingan laser marking dan CIJ dari sudut pandang operasional nyata, agar Anda dapat menentukan solusi coding yang paling masuk akal untuk kebutuhan produksi Anda, bukan sekadar yang terlihat unggul di atas kertas.
Pengertian Laser Marking

Laser marking adalah teknologi penandaan tanpa tinta yang menggunakan sinar laser untuk mengubah permukaan material secara permanen. Sistem ini banyak digunakan pada lini produksi yang membutuhkan kode yang tahan lama, konsisten, dan minim perawatan.
Prinsip Kerja
Laser bekerja dengan memfokuskan sinar energi tinggi ke permukaan produk. Energi ini akan menyebabkan perubahan warna, pengukiran mikro, atau reaksi kimia ringan pada material, sehingga membentuk teks, angka, atau kode tanpa menyentuh produk secara fisik.
Baca juga: Apa Itu Laser Marking? Panduan Lengkap & Aplikasinya [2026]
Pengertian Printer CIJ (Continuous Inkjet)?

CIJ (Continuous Inkjet) adalah teknologi coding berbasis tinta cair yang menyemprotkan tetesan tinta berkecepatan tinggi ke permukaan produk tanpa kontak langsung. CIJ dikenal sebagai solusi yang sangat fleksibel dan andal untuk berbagai kebutuhan produksi.
Prinsip Kerja
Pada sistem CIJ, tinta dipompa secara kontinu dan dipecah menjadi tetesan-tetesan kecil. Tetesan ini kemudian diarahkan secara presisi untuk membentuk karakter atau kode pada produk yang sedang bergerak di conveyor, bahkan pada kecepatan tinggi.
Baca juga: Panduan Lengkap Continuous Inkjet Printer 2026
Perbandingan Laser Marking vs CIJ

1. Kualitas & Ketahanan Kode
Laser Marking menghasilkan kode yang bersifat permanen karena kode terbentuk dari perubahan struktur permukaan material itu sendiri. Hasil marking tidak mudah luntur, pudar, atau terhapus meskipun terkena gesekan, kelembapan, atau waktu simpan yang panjang. Hal ini menjadikan laser sangat ideal untuk produk dengan tuntutan keterbacaan jangka panjang.
CIJ (Continuous Inkjet) menghasilkan kode menggunakan tinta cair, sehingga ketahanan kode sangat bergantung pada jenis tinta dan karakter substrat. Dengan pemilihan tinta yang tepat, CIJ tetap mampu menghasilkan kode yang jelas dan tahan lama, namun tidak se-permanen laser.
Relevan untuk:
Traceability produk di seluruh rantai distribusi
Produk dengan tuntutan regulasi seperti BPOM, SNI, dan audit kualitas
2. Fleksibilitas Material & Aplikasi
Laser Marking memiliki keterbatasan pada jenis material tertentu. Tidak semua plastik atau kemasan fleksibel dapat ditandai dengan hasil optimal, sehingga perlu analisa material dan uji aplikasi sebelum implementasi.
Sebaliknya, CIJ unggul dalam fleksibilitas aplikasi. Teknologi ini dapat mencetak di berbagai material seperti plastik, botol, kabel, foil, logam, dan kemasan fleksibel lainnya, termasuk permukaan melengkung dan licin.
3. Kecepatan Produksi & Stabilitas Line
Laser Marking menawarkan operasi yang stabil karena tidak membutuhkan refill tinta atau penggantian consumables saat produksi berjalan. Hal ini membantu menjaga konsistensi output dan mengurangi interupsi kecil di lini produksi.
CIJ, di sisi lain, dikenal sangat andal untuk line speed tinggi. Dengan kemampuan multi-head dan respon cepat terhadap perubahan kecepatan conveyor, CIJ mampu mengikuti produksi massal tanpa mengorbankan keterbacaan kode.
4. Biaya Operasional & Total Cost of Ownership (TCO)
Dari sisi biaya, laser marking membutuhkan investasi awal yang lebih tinggi, namun biaya operasional jangka panjang relatif rendah karena tidak ada konsumsi tinta atau pelarut. Ini membuat laser menarik untuk penggunaan jangka panjang dengan volume stabil.
CIJ menawarkan harga mesin yang lebih ekonomis di awal, namun memiliki biaya rutin untuk tinta dan consumables. Meski demikian, dengan manajemen tinta yang tepat, biaya ini tetap dapat dikontrol dan disesuaikan dengan kebutuhan produksi.
5. Maintenance & Downtime Produksi
Laser Marking dikenal dengan kebutuhan maintenance yang minimal. Tidak ada sistem tinta yang perlu dibersihkan, sehingga risiko downtime akibat clogging atau kebocoran dapat ditekan.
CIJ memang membutuhkan proses cleaning dan perawatan rutin, namun pada sistem modern, proses ini cepat, terkontrol, dan sudah menjadi bagian dari prosedur standar produksi.
6. Keamanan Operator & Lingkungan Kerja
Laser marking modern telah dilengkapi dengan enclosure, safety interlock, dan sistem proteksi yang memenuhi standar keselamatan industri, sehingga aman digunakan di lingkungan produksi.
Sementara itu, CIJ telah lama digunakan sebagai standar industri, dengan ketersediaan tinta food grade dan sistem tertutup yang aman bagi operator dan lingkungan kerja.
Perbandingan Mesin Laser Marking dan CIJ
| Kriteria | Laser Marking | CIJ (Continuous Inkjet) |
|---|---|---|
| Prinsip Coding | Mengubah permukaan material dengan sinar laser | Menyemprotkan tinta cair secara non-kontak |
| Jenis Kode | Permanen, tidak luntur | Tergantung tinta & substrat |
| Ketahanan Kode | Sangat tinggi, cocok untuk jangka panjang | Baik hingga sangat baik dengan tinta yang tepat |
| Consumables | Tidak ada tinta atau solvent | Menggunakan tinta & make-up |
| Investasi Awal | Lebih tinggi | Lebih ekonomis |
| Biaya Operasional | Rendah dalam jangka panjang | Ada biaya rutin, tapi terkontrol |
| Fleksibilitas Material | Terbatas pada material tertentu | Sangat fleksibel (plastik, botol, foil, kabel, dll.) |
| Kecepatan Produksi | Stabil, tanpa refill | Sangat cocok untuk line speed tinggi |
| Changeover Produk | Kurang fleksibel untuk banyak SKU | Sangat fleksibel untuk multi-SKU |
| Maintenance | Minimal | Rutin, cepat, dan terstandar |
| Downtime Risiko | Rendah | Rendah jika perawatan baik |
| Keamanan Operator | Aman dengan enclosure & safety interlock | Standar industri, tinta food grade tersedia |
| Aplikasi Ideal | Traceability permanen, regulasi ketat | Produksi massal, kemasan beragam |
Baca juga: Laser Marking vs TIJ: Mana Lebih Efisien untuk Produksi?
Studi Kasus: Dampak Pemilihan Laser Marking vs CIJ di Lini Produksi

Sebuah pabrik memiliki 3 jenis kemasan dan 2 line produksi aktif.
Produk diproduksi dalam volume besar dengan variasi SKU yang cukup sering, serta tuntutan kode produksi yang jelas untuk kebutuhan distribusi dan audit kualitas.
Kondisi Produksi:
3 jenis kemasan: botol plastik, kemasan fleksibel, dan karton luar
2 line produksi dengan kecepatan berbeda
Perubahan produk dan desain kemasan terjadi secara berkala
Kode yang dicetak: tanggal kedaluwarsa dan batch number
Jika Menggunakan Laser Marking
Dengan laser marking, pabrik mendapatkan kode yang sangat permanen dan konsisten tanpa ketergantungan pada tinta atau consumables. Risiko kode luntur dapat dieliminasi, dan kebutuhan maintenance harian menjadi sangat minimal.
Namun, konsekuensi yang muncul adalah keterbatasan fleksibilitas aplikasi. Tidak semua material kemasan memberikan hasil marking yang optimal, sehingga dibutuhkan pengaturan khusus atau bahkan unit laser terpisah untuk jenis kemasan tertentu. Selain itu, investasi awal yang lebih tinggi perlu dipertimbangkan, terutama ketika variasi produk cukup sering berubah.
Implikasi utama:
Cocok untuk produk dengan spesifikasi kemasan yang stabil
Kurang fleksibel untuk multi-SKU dan frequent changeover
Biaya awal lebih besar, tapi stabil di jangka panjang
Jika Menggunakan CIJ (Continuous Inkjet)
Dengan CIJ, pabrik memperoleh fleksibilitas tinggi untuk mencetak di ketiga jenis kemasan tanpa perubahan sistem yang signifikan. Satu teknologi dapat digunakan di kedua line produksi, meskipun dengan kecepatan yang berbeda. Proses changeover produk juga lebih cepat dan mudah.
Konsekuensinya, pabrik perlu mengelola tinta dan perawatan rutin. Jika pemilihan tinta tidak tepat atau maintenance diabaikan, kualitas cetak bisa menurun dan berpotensi menyebabkan gangguan kecil pada produksi.
Implikasi utama:
Sangat cocok untuk multi-kemasan dan variasi produk
Adaptif terhadap perbedaan kecepatan line
Biaya operasional perlu dikelola, namun tetap terkontrol
Kesimpulan dari Studi Kasus Ini
Dalam kondisi ini, CIJ cenderung lebih praktis untuk kebutuhan produksi yang fleksibel, sementara laser marking lebih ideal untuk aplikasi dengan spesifikasi kemasan yang konsisten dan tuntutan kode permanen.
Inilah alasan mengapa banyak pabrik akhirnya memilih kombinasi teknologi, agar setiap line dan aplikasi mendapatkan solusi yang paling optimal.
Kesimpulan
Perbandingan laser marking vs CIJ menunjukkan bahwa tidak ada satu teknologi yang selalu paling unggul untuk semua lini produksi. Laser marking ideal untuk kebutuhan kode permanen, minim perawatan, dan efisiensi jangka panjang pada aplikasi yang stabil. Sebaliknya, CIJ lebih fleksibel untuk berbagai material, variasi produk, dan line speed tinggi.
Dalam praktiknya, banyak pabrik justru memperoleh hasil paling optimal dengan mengombinasikan laser marking dan CIJ sesuai kebutuhan tiap line. Dengan analisa aplikasi yang tepat sejak awal, sistem coding dapat berjalan lebih efisien, stabil, dan mendukung kualitas produk secara konsisten.




