Di banyak lini produksi modern, kecepatan dan konsistensi menjadi prioritas utama. Namun, sistem coding yang masih menggunakan metode kontak sering menimbulkan masalah seperti kemasan penyok, hasil cetak geser, atau tinta yang mudah smudge saat line berjalan cepat. Di sinilah printer coding non-kontak menjadi solusi yang semakin relevan. Dengan teknologi yang mencetak tanpa menyentuh permukaan produk, sistem ini mampu menjaga kualitas kemasan, meningkatkan stabilitas produksi, dan mendukung kebutuhan higienis di berbagai industri seperti Food & Beverage, farmasi, hingga kosmetik. Untuk memahami bagaimana sistem ini bekerja dan apakah cocok untuk lini produksi Anda, simak penjelasan berikut.
Mengapa Printer Coding Non-Kontak Semakin Dibutuhkan?

Perkembangan industri manufaktur menuntut proses produksi yang semakin cepat, presisi, dan minim gangguan. Dalam kondisi ini, sistem cetak yang masih menggunakan metode kontak fisik sering menjadi titik masalah. Karena itu, printer coding non-kontak semakin banyak dipilih sebagai solusi yang lebih stabil dan efisien.
Berikut beberapa alasan utamanya:
1. Kecepatan Line Produksi Semakin Tinggi
Banyak pabrik kini menjalankan line dengan output ribuan unit per jam. Pada kecepatan seperti ini:
Sistem kontak berisiko menyebabkan geser
Hasil cetak bisa tidak sejajar
Terjadi bottleneck di titik coding
Printer non-kontak mampu mencetak tanpa menyentuh produk, sehingga tetap stabil meski line berjalan cepat.
2. Mengurangi Risiko Kerusakan Kemasan
Kemasan fleksibel seperti sachet, standing pouch, atau plastik tipis mudah berubah bentuk jika ditekan. Sistem kontak dapat menyebabkan:
Kemasan penyok
Posisi cetak tidak konsisten
Tampilan produk kurang profesional
Sistem non-kontak menjaga integritas kemasan karena tidak memberikan tekanan fisik.
3. Kebutuhan Higienis yang Lebih Tinggi
Industri seperti Food & Beverage dan farmasi memiliki standar kebersihan ketat. Sistem kontak berisiko:
Menjadi titik kontaminasi
Menumpuk residu tinta atau kotoran
Printer non-kontak lebih higienis karena tidak menyentuh produk secara langsung.
4. Fleksibilitas pada Permukaan Tidak Rata
Botol melengkung, kaleng, karung, atau kemasan dengan variasi tinggi sering sulit ditangani sistem kontak. Teknologi non-kontak lebih fleksibel untuk:
Permukaan melengkung
Produk dengan variasi tinggi
Jarak head yang lebih toleran
5. Mendukung Otomatisasi dan Integrasi Sistem
Produksi modern semakin terintegrasi dengan conveyor, sensor, dan sistem ERP/MES. Printer non-kontak:
Lebih mudah diintegrasikan
Stabil untuk variable data
Cocok untuk smart factory
Baca juga: Mesin Cetak Expired Date Food-Grade untuk Industri F&B
Apa Itu Printer Coding Non-Kontak?
Printer coding non-kontak adalah sistem pencetakan industri yang mencetak kode tanpa menyentuh permukaan produk atau kemasan. Berbeda dengan sistem kontak seperti roller coder atau hot stamp yang menekan langsung ke kemasan, teknologi non-kontak bekerja dengan menyemprotkan tinta (inkjet) atau menggunakan sinar laser dari jarak tertentu.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Secara umum, ada dua metode utama:
Inkjet (CIJ & TIJ) → Menyemprotkan tinta ke permukaan produk dengan jarak tertentu tanpa tekanan fisik.
Laser Marking (CO₂, Fiber, UV) → Mengubah permukaan material menggunakan sinar laser tanpa tinta dan tanpa sentuhan.
Karena tidak ada kontak langsung, sistem ini lebih stabil untuk line produksi cepat dan kemasan yang sensitif.
Apa yang Dicetak?
Printer coding non-kontak biasa digunakan untuk mencetak:
Tanggal produksi & kedaluwarsa
Nomor batch
Serial number
Barcode & QR code
Informasi traceability lainnya
Perbedaan dengan Sistem Kontak
| Sistem Kontak | Sistem Non-Kontak |
|---|---|
| Menyentuh produk | Tanpa sentuhan |
| Berisiko geser / penyok | Lebih stabil |
| Kurang cocok untuk line cepat | Cocok untuk high-speed |
| Perlu tekanan fisik | Tidak perlu tekanan |
Jenis Teknologi Printer Coding Non-Kontak
Dalam implementasinya, printer coding non-kontak terdiri dari beberapa teknologi utama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi, jenis material, dan target industri. Berikut adalah teknologi yang paling umum digunakan di lini produksi modern:
1. CIJ (Continuous Inkjet Printer)

CIJ adalah teknologi inkjet yang menyemprotkan tinta secara kontinu ke permukaan produk tanpa menyentuhnya.
Keunggulan:
Cocok untuk line produksi berkecepatan tinggi
Tinta cepat kering (fast-dry)
Fleksibel untuk berbagai permukaan: botol, plastik, kaleng, kaca
Stabil untuk cetak tanggal, batch, dan serial number
CIJ banyak digunakan di industri Food & Beverage, minuman, farmasi, dan FMCG karena mampu mengikuti kecepatan line tanpa menyebabkan bottleneck.
2. TIJ (Thermal Inkjet Printer)

TIJ menggunakan cartridge tinta dan bekerja dengan sistem semprot presisi tinggi.
Keunggulan:
Hasil cetak lebih tajam dan rapi
Minim maintenance
Cocok untuk karton, label, dan kemasan sekunder
Praktis untuk skala kecil hingga menengah
TIJ ideal untuk pabrik yang membutuhkan tampilan profesional dengan sistem yang mudah dioperasikan.
3. Laser Marking (CO₂, Fiber, UV)

Laser marking tidak menggunakan tinta, melainkan sinar laser untuk mengubah permukaan material.
Keunggulan:
Tanpa tinta (minim consumable)
Kode permanen dan tidak luntur
Cocok untuk produksi jangka panjang
Presisi tinggi untuk serial number dan QR code
Jenis laser disesuaikan dengan material:
CO₂ Laser → Plastik, kemasan fleksibel, karton
Fiber Laser → Logam dan komponen industri
UV Laser → Material sensitif dan mikro presisi
Laser banyak digunakan di industri elektronik, otomotif, kosmetik premium, dan farmasi.
Baca juga: Inkjet vs Emboss: Perbandingan Biaya dan Ketahanan Kode
Tabel Perbandingan Teknologi Mesin Coding Non-Kontak
| Aspek Perbandingan | CIJ (Continuous Inkjet) | TIJ (Thermal Inkjet) | Laser Marking (CO₂ / Fiber / UV) |
|---|---|---|---|
| Metode Cetak | Semprot tinta kontinu | Semprot tinta berbasis cartridge | Sinar laser (tanpa tinta) |
| Kontak Fisik | Tidak | Tidak | Tidak |
| Kecepatan Line | Sangat tinggi | Menengah | Tinggi |
| Kualitas Cetak | Baik & fleksibel | Sangat tajam | Sangat presisi |
| Permanensi Kode | Semi-permanen | Semi-permanen | Permanen |
| Cocok untuk Kemasan Primer | Sangat cocok (botol, plastik, kaleng) | Terbatas | Sangat cocok (tergantung material) |
| Cocok untuk Kemasan Sekunder | Cocok | Sangat cocok (karton, label) | Cocok |
| Biaya Operasional | Tinta & solvent berkala | Cartridge replacement | Minim consumable |
| Maintenance | Perlu perawatan rutin | Relatif minim | Minim (optik & sistem pendingin) |
| Investasi Awal | Menengah | Menengah | Lebih tinggi |
| Cocok untuk Industri | F&B, minuman, farmasi | Karton, UMKM, label | Elektronik, otomotif, kosmetik premium |
Industri yang Paling Cocok Menggunakan Printer Non-Kontak
Tidak semua lini produksi memiliki kebutuhan yang sama. Namun, industri dengan kecepatan tinggi, standar higienis ketat, dan variasi material kemasan sangat diuntungkan dengan penggunaan printer coding non-kontak. Berikut sektor industri yang paling cocok menggunakannya:
1. Food & Beverage (F&B)
Industri makanan dan minuman membutuhkan:
Cetak tanggal kedaluwarsa & batch secara konsisten
Line produksi cepat dan kontinu
Standar higienis tinggi
Printer non-kontak seperti CIJ atau laser membantu menjaga kebersihan karena tidak menyentuh produk, sekaligus stabil untuk produksi massal.
2. Farmasi & Alat Kesehatan
Di industri ini, coding menjadi bagian dari sistem traceability dan regulasi.
Kebutuhan utama:
Serial number unik
Barcode / data matrix presisi
Dokumentasi compliance
Laser dan TIJ sering digunakan karena mampu menghasilkan cetakan tajam dan stabil tanpa risiko kontaminasi.
3. Kosmetik & Personal Care
Kemasan kosmetik sering berbentuk unik dan permukaannya melengkung atau glossy.
Printer non-kontak membantu:
Menjaga tampilan premium
Menghindari kemasan penyok
Memberikan cetak rapi dan presisi
Laser dan CIJ banyak digunakan untuk menjaga estetika produk.
4. Elektronik & Otomotif
Industri ini membutuhkan marking permanen dan presisi tinggi.
Kebutuhan:
Serial number permanen
Tahan panas & gesekan
Integrasi dengan sistem produksi
Fiber laser menjadi solusi utama karena marking tidak mudah hilang dan cocok untuk logam.
5. Building Material & Industri Berat
Produk seperti semen, pakan ternak, dan material konstruksi sering diproduksi dalam volume besar dan lingkungan berdebu.
Printer non-kontak:
Lebih tahan kondisi ekstrem
Stabil untuk karung dan karton besar
Tidak terganggu tekanan fisik pada kemasan
Baca juga: Mesin Coding Paling Awet untuk Operasional Produksi 24 Jam
Risiko Jika Tetap Menggunakan Sistem Kontak
Di tengah tuntutan produksi yang semakin cepat dan presisi, penggunaan sistem coding berbasis kontak (roller, hot stamp, atau sistem tekan langsung) dapat menimbulkan berbagai risiko operasional. Berikut beberapa dampak yang sering terjadi di lapangan:
1. Kerusakan Kemasan
Sistem kontak bekerja dengan tekanan fisik. Pada kemasan fleksibel seperti sachet, pouch, atau plastik tipis, hal ini dapat menyebabkan:
Kemasan penyok atau berubah bentuk
Posisi cetak tidak konsisten
Tampilan produk kurang profesional
Dalam jangka panjang, hal ini bisa memengaruhi persepsi kualitas brand.
2. Hasil Cetak Tidak Stabil
Karena bergantung pada tekanan dan kondisi mekanis:
Cetakan bisa geser
Huruf tidak rata
Tinta tidak merata
Masalah ini semakin terlihat saat line produksi berjalan cepat.
3. Downtime Lebih Sering
Sistem kontak biasanya membutuhkan:
Penyesuaian tekanan rutin
Penggantian komponen mekanis
Pembersihan akibat residu tinta
Jika tidak terkontrol, downtime bisa meningkat dan mengganggu target produksi.
4. Kurang Cocok untuk Line Otomatis Cepat
Pada produksi modern yang sudah terintegrasi conveyor dan sensor otomatis:
Sistem kontak sulit mengikuti kecepatan tinggi
Berisiko menjadi bottleneck
Membatasi upgrade sistem ke arah smart factory
5. Risiko Higienitas
Di industri F&B dan farmasi, sistem yang menyentuh langsung kemasan berpotensi:
Menjadi titik penumpukan kotoran
Menambah risiko kontaminasi
Tidak sesuai dengan standar higienis tertentu
Kesimpulan
Printer coding non-kontak bukan lagi sekadar alternatif, tetapi solusi yang semakin relevan untuk produksi modern yang menuntut kecepatan, presisi, dan higienitas tinggi. Dibanding sistem kontak, teknologi non-kontak seperti CIJ, TIJ, dan Laser mampu menjaga kualitas kemasan, mengurangi risiko smudge dan kerusakan, serta mengikuti kecepatan line tanpa menjadi bottleneck.
Dengan fleksibilitas terhadap berbagai material dan kemudahan integrasi ke sistem otomatis, printer coding non-kontak membantu pabrik meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga konsistensi hasil cetak. Bagi industri yang ingin meminimalkan downtime dan meningkatkan standar produksi, beralih ke sistem non-kontak adalah langkah strategis untuk jangka panjang.




