Industri beras memiliki karakter produksi yang menantang, terutama pada tahap pengemasan. Proses filling berjalan cepat, lingkungan kerja cenderung berdebu, dan material kemasan beragam, mulai dari karung hingga plastik laminated. Dalam kondisi ini, sistem coding sering menjadi titik lemah karena harus mencetak informasi penting secara konsisten tanpa mengganggu kelancaran produksi. Jika mesin coding tidak sesuai, masalah kecil pada cetak dapat berdampak besar pada distribusi dan penerimaan pasar.
Tantangan utama yang sering dihadapi produsen beras:
Hasil cetak tanggal atau kode produksi mudah buram dan tidak terbaca
Debu dari beras mengganggu performa mesin coding
Kecepatan filling tinggi sulit diikuti mesin coding standar
Perbedaan jenis dan tekstur kemasan menyulitkan konsistensi cetak
Kesalahan operator saat input tanggal atau batch
Downtime akibat mesin sering kotor atau tinta tidak cocok
Risiko penolakan produk oleh distributor dan retail modern
Sebagai pangan pokok, beras di Indonesia wajib memenuhi ketentuan keamanan pangan, mutu, dan ketelusuran produk. Produsen dan pengemas beras diwajibkan mencantumkan informasi penting pada kemasan, seperti tanggal produksi atau pengemasan serta kode batch, untuk memastikan transparansi dan memudahkan pengawasan selama distribusi.

Selain kelengkapan informasi, kualitas hasil cetak juga menjadi perhatian. Kode pada kemasan beras harus jelas, mudah dibaca, dan tetap terbaca hingga produk sampai ke konsumen. Hal ini penting untuk memenuhi standar keamanan pangan, kesiapan audit internal maupun eksternal, serta persyaratan distributor dan retail modern. Oleh karena itu, tinta yang digunakan dalam proses coding harus aman untuk aplikasi kemasan pangan dan didukung dokumentasi teknis yang memadai.
Untuk menjawab tantangan di industri beras, dibutuhkan mesin coding yang dirancang untuk bekerja stabil di lingkungan pengemasan yang berdebu dan berkecepatan tinggi. Mesin coding untuk beras harus mampu mencetak tanggal produksi, tanggal kemasan, dan kode batch secara jelas pada berbagai jenis kemasan, mulai dari karung beras hingga plastik dan laminated pouch, tanpa mengganggu ritme mesin filling.
Solusi Mesin Coding untuk Industri Beras dari Gressler

Thermal Inkjet Printer
GT1000, GT1000-i, GT2000, GT2000i

Continuous Inkjet Printer
GC1400, GC-1600, GC-1700, GC-2600
| Aspek Perbandingan | CIJ (Continuous Inkjet) | TIJ (Thermal Inkjet) |
|---|---|---|
| Kesesuaian untuk Karung Beras | ⭐⭐⭐⭐⭐ Sangat cocok | ⭐⭐ Kurang ideal |
| Jenis Permukaan | Karung beras woven, PP, PE | Permukaan relatif halus |
| Hasil Cetak di Karung | Jelas & konsisten di permukaan kasar | Mudah putus / tidak rata |
| Ketahanan terhadap Debu | Tinggi, dirancang untuk lingkungan berdebu | Rendah, sensitif terhadap debu |
| Kecepatan Produksi | Tinggi, cocok untuk filling cepat | Rendah–menengah |
| Jarak Print Head ke Produk | Fleksibel (non-contact) | Harus sangat dekat |
| Stabilitas Operasional | Sangat stabil untuk produksi kontinu | Kurang stabil di lini berat |
| Downtime Produksi | Rendah | Lebih sering berhenti |
| Maintenance | Perawatan rutin terjadwal | Minim, tapi cartridge sensitif |
| Biaya Operasional | Efisien untuk volume besar | Bisa tinggi untuk volume besar |
| Fleksibilitas Line Packing | Sangat fleksibel | Terbatas |
| Rekomendasi Penggunaan | ⭐ Pilihan utama untuk karung beras | Hanya untuk aplikasi terbatas |
Buktikan Kualitas Cetak & Keamanan Tinta Sebelum Produksi
Ingin memastikan hasil cetak jelas, konsisten, dan aman untuk beras?
Gressler menawarkan print sample langsung di beras Anda, menggunakan tinta food-grade bersertifikasi, sesuai dengan kondisi dan kecepatan lini produksi.
Ajukan Print Sample Telur dari Gressler Di sini!




