Sebagian besar pabrik di Lampung berada di rantai awal industri: pengolahan hasil pertanian, komoditas, dan produk setengah jadi yang kemudian dikirim ke pabrik lanjutan atau pasar besar di Jawa dan Sumatra. Artinya, kode produksi di Lampung bukan hanya untuk konsumen akhir, tetapi juga untuk identifikasi antar proses dan antar lokasi.
Tantangan yang sering muncul adalah kebutuhan identifikasi produk yang cepat dan akurat di tengah ritme produksi yang fluktuatif. Volume produksi bisa berubah mengikuti musim panen atau permintaan pasar. Jika proses penandaan tidak stabil, produk sulit ditelusuri saat berpindah gudang, distributor, atau pabrik lanjutan.
Di sinilah mesin coding berperan sebagai sistem identifikasi yang konsisten, bukan sekadar alat cetak.
Selain itu, banyak produk Lampung menggunakan kemasan fungsional seperti karung, plastik tebal, dan kemasan transportasi. Kode yang tidak tercetak dengan baik dapat hilang selama penyimpanan atau pengiriman jarak jauh. Mesin coding yang tepat memastikan informasi penting tetap terbaca sepanjang rantai distribusi.
Pabrik di Lampung juga cenderung mengutamakan kelancaran operasional dibanding kompleksitas sistem. Proses coding yang terlalu rumit justru memperlambat produksi. Dengan mesin coding yang mudah dioperasikan dan stabil, proses penandaan dapat berjalan selaras dengan aktivitas produksi harian.
Pada akhirnya, mesin coding menjadi bagian penting dari kontrol produksi dan distribusi, membantu pabrik di Lampung menjaga keteraturan alur barang, mengurangi kesalahan identifikasi, dan memastikan produk siap diterima oleh pasar lanjutan maupun konsumen akhir.

GC1400, GC-1600, GC-1700, GC-2600

GT1000, GT1000-i, GT2000, GT2000i

GL1000, GL2000, GL3000

GE1000H, GE2000H, GE3000H

GD1000