Di Sulawesi Selatan, tantangan produksi sering kali tidak berasal dari mesin utama, tetapi dari bagaimana produk diidentifikasi saat berpindah tangan. Produk yang sama bisa melewati lini produksi, gudang konsolidasi, lalu masuk ke jalur distribusi yang berbeda dalam waktu singkat. Tanpa penandaan yang konsisten, informasi produk mudah terpecah di tengah proses.
Pabrik di wilayah ini juga berhadapan dengan keragaman konteks penggunaan produk. Satu jenis produk bisa digunakan sebagai bahan baku, produk setengah jadi, atau barang jadi tergantung tujuan pengiriman. Kondisi ini menuntut sistem penandaan yang mampu menjaga kejelasan informasi tanpa perlu penyesuaian berulang di setiap titik.
Ada pula tantangan yang bersifat operasional sehari-hari. Produksi tidak selalu berjalan linier, karena sering mengikuti kebutuhan distribusi regional atau jadwal kapal dan pengiriman. Ketika ritme produksi berubah, sistem penandaan yang kaku justru memperlambat kerja operator dan meningkatkan risiko kesalahan.
Dalam situasi seperti ini, mesin coding berfungsi sebagai penopang alur kerja, memastikan setiap produk membawa informasi yang tepat, terbaca cepat, dan konsisten, terlepas dari perubahan volume, tujuan, atau jadwal distribusi. Bagi pabrik di Sulawesi Selatan, keandalan mesin coding berarti produksi yang lebih tertata dan distribusi yang lebih terkendali.

GC1400, GC-1600, GC-1700, GC-2600

GT1000, GT1000-i, GT2000, GT2000i

GL1000, GL2000, GL3000

GE1000H, GE2000H, GE3000H

GD1000