Industri AgroFarm merupakan gabungan dari sektor pertanian (agro) dan peternakan (farm), yang mencakup produk pangan seperti beras, telur, hasil ternak, serta produk agro lainnya. Karakter industri ini sangat dipengaruhi oleh kondisi alam, bahan baku alami, dan proses produksi yang dinamis, sehingga memiliki tantangan operasional yang berbeda dibanding industri manufaktur konvensional.
Proses produksi dan pengemasan di industri AgroFarm umumnya berlangsung di lingkungan yang berdebu, lembap, dan bervariasi, dengan kecepatan produksi yang terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Karakter dan tantangan utama industri AgroFarm:
Lingkungan produksi yang berdebu dan lembap
Produk dan bahan baku bersifat alami dan tidak selalu seragam
Variasi bentuk produk dan jenis kemasan
Kecepatan produksi tinggi, terutama saat musim panen atau distribusi
Risiko hasil cetak tidak konsisten atau sulit terbaca
Tekanan kepatuhan keamanan pangan dan traceability
Potensi downtime dan human error jika sistem coding tidak tepat
Dalam industri AgroFarm, regulasi tidak hanya mengatur kualitas produk, tetapi juga informasi yang melekat pada produk dan kemasannya. Informasi inilah yang menjadikan sistem coding (tanggal, batch, traceability) sebagai kebutuhan wajib, bukan sekadar pelengkap operasional.
Regulasi Indonesia terkait Industri AgroFarm
Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan
Peraturan Pemerintah (PP) No. 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan
Peraturan Badan POM tentang Label dan Informasi Pangan
Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Produk Pangan Tertentu
Ketentuan Keamanan Pangan & Traceability dalam Rantai Distribusi
Persyaratan Audit Internal, Pelanggan, dan Retail Modern
Solusi Mesin Coding untuk Industri AgroFarm

Untuk menghadapi tantangan lingkungan produksi AgroFarm yang berdebu, berkecepatan tinggi, serta tuntutan regulasi pangan dan traceability, industri membutuhkan mesin coding yang andal dan sesuai aplikasi. Mesin coding berperan penting dalam mencetak informasi wajib seperti tanggal produksi, tanggal kemasan, dan kode batch secara jelas, konsisten, dan dapat ditelusuri di produk maupun kemasan.
Mesin coding yang tepat membantu pelaku usaha memenuhi ketentuan regulasi tanpa mengorbankan efisiensi produksi.
Mesin Coding Gressler untuk Industri AgroFarm

Egg Coder
Mesin coding expired date untuk telur

Thermal Inkjet Printer
GT1000, GT1000-i, GT2000, GT2000i

Continuous Inkjet Printer
GC1400, GC-1600, GC-1700, GC-2600

Drop on Demand (DOD)
GD1000

Laser Marking
GL1000, GL2000, GL3000
CIJ (Continuous Inkjet Printer)
Solusi utama untuk lingkungan AgroFarm yang berdebu dan lini produksi berkecepatan tinggi. Cocok untuk cetak tanggal produksi, expired date, dan kode batch pada berbagai material kemasan seperti karung, plastik, dan botol.TIJ (Thermal Inkjet Printer)
Ideal untuk produksi AgroFarm skala kecil–menengah dengan kebutuhan cetak rapi dan praktis. Cocok untuk kemasan agro dengan permukaan relatif halus dan setup yang sederhana.DOD (Large Character Printer)
Digunakan untuk cetak karakter besar pada karung dan kemasan agro berukuran besar. Sangat cocok untuk aplikasi beras, pakan ternak, dan produk agro dalam karung.Egg Coder (Solusi Khusus Telur)
Mesin khusus untuk pencetakan langsung di cangkang telur, mendukung tinta food-grade bersertifikasi untuk memastikan keamanan pangan dan kepatuhan regulasi.Laser Marking (CO₂, Fiber, UV – Aplikasi Tertentu)
Untuk aplikasi AgroFarm tertentu yang membutuhkan cetak permanen tanpa tinta pada kemasan atau material khusus.
Buktikan Kualitas Cetak & Keamanan Tinta Sebelum Produksi
Ingin memastikan hasil cetak jelas, konsisten, dan aman untuk telur?
Gressler menawarkan print sample langsung di telur Anda, menggunakan tinta food-grade bersertifikasi, sesuai dengan kondisi dan kecepatan lini produksi.
Ajukan Print Sample Telur dari Gressler Di sini!




