372 Ribu Kosmetik Terdaftar BPOM, Begini Cara Ceknya

Bagikan artikel ini

Bagikan artikel ini

Daftar isi

Mesin Expired Date untuk Industri Produk Kecantikan​ gressler indonesia

Industri kosmetik di Indonesia menawarkan pilihan produk yang sangat beragam. Mulai dari skincare, makeup, parfum, hingga berbagai produk perawatan tubuh dapat dengan mudah ditemukan di pasaran.

Besarnya pilihan tersebut juga terlihat dari database resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Berdasarkan data Cek Produk BPOM per 25 September 2026, terdapat 372.115 produk kosmetik dengan registrasi yang masih berlaku. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dibandingkan kategori lain yang ditampilkan, termasuk pangan olahan yang tercatat sebanyak 250.138 produk.

Banyaknya produk kosmetik yang tersedia membuat konsumen perlu lebih teliti sebelum membeli atau menggunakannya. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memeriksa informasi produk melalui situs resmi Cek Produk BPOM. Melalui layanan ini, konsumen dapat mencari produk berdasarkan nama produk, merek, Nomor Izin Edar (NIE), maupun nama pendaftar.

Lalu, bagaimana cara cek BPOM kosmetik dan informasi apa saja yang perlu diperhatikan pada kemasannya? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Ada Lebih dari 372 Ribu Produk Kosmetik Teregistrasi BPOM

Cek BPOM DAta september 2026
Sumber: https://cekbpom.pom.go.id/

Berdasarkan data pada situs resmi Cek Produk BPOM yang diakses pada 25 September 2026, terdapat 372.115 produk kosmetik dengan registrasi yang masih berlaku. Angka tersebut merupakan jumlah terbesar dibandingkan kategori produk utama lainnya yang ditampilkan pada situs CekBPOM.

Berikut jumlah produk teregistrasi yang masih berlaku berdasarkan data CekBPOM pada waktu tersebut:

Kategori Jumlah Produk Teregistrasi yang Masih Berlaku
Kosmetik 372.115
Pangan Olahan 250.138
Obat 24.670
Obat Tradisional 20.886
Suplemen Kesehatan 4.916
Obat Kuasi 1.327

Data tersebut menunjukkan bahwa kosmetik menjadi kategori dengan jumlah produk teregistrasi yang masih berlaku terbanyak di antara kategori utama yang ditampilkan CekBPOM. Bahkan, jumlahnya lebih tinggi dibandingkan pangan olahan yang tercatat sebanyak 250.138 produk.

Besarnya jumlah produk kosmetik ini menunjukkan banyaknya pilihan produk yang dapat ditemukan konsumen. Karena itu, penting untuk lebih teliti dalam mengenali produk, salah satunya dengan mengecek informasi registrasi melalui CekBPOM dan mencocokkannya dengan informasi yang tercantum pada kemasan.

Apa Arti Banyaknya Produk Kosmetik yang Terdaftar BPOM?

bpom logo

Jumlah 372.115 produk kosmetik dengan registrasi yang masih berlaku menunjukkan bahwa pasar kosmetik di Indonesia sangat beragam. Namun, angka ini bukan berarti ada 372 ribu perusahaan kosmetik, karena satu perusahaan atau merek bisa memiliki banyak produk dan varian.

Dari data tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilihat dari perkembangan pasar kosmetik di Indonesia, antara lain:

  • Pilihan produk kosmetik sangat banyak.
    Konsumen bisa menemukan berbagai kategori seperti skincare, makeup, parfum, hair care, hingga personal care.
  • Pelaku industri kosmetik terus bertambah.
    Pasar tidak hanya diisi perusahaan besar, tetapi juga brand lokal, IKM, dan perusahaan yang menggunakan sistem produksi kontrak.
  • Produk impor ikut memperbesar persaingan.
    Kosmetik dari luar negeri semakin mudah ditemukan melalui marketplace, media sosial, maupun toko fisik.
  • Varian produk semakin beragam.
    Satu brand bisa memiliki banyak SKU, ukuran, warna, aroma, atau formula yang berbeda.
  • Kebutuhan identifikasi produk menjadi semakin penting.
    Semakin banyak produk beredar, semakin penting informasi pada kemasan untuk membantu membedakan satu produk dengan produk lainnya.

Di sisi lain, ramainya pasar kosmetik juga membawa tantangan. BPOM beberapa kali menemukan kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk produk impor yang beredar secara online.

Karena itu, konsumen perlu lebih teliti dengan:

  • Mengecek produk melalui Cek Produk BPOM.
  • Mencocokkan nama produk dan merek.
  • Memeriksa nomor notifikasi.
  • Memperhatikan nomor batch.
  • Memeriksa tanggal kedaluwarsa.
  • Membaca informasi lain pada kemasan.

Apa Artinya Kosmetik Terdaftar BPOM?

aplikasi mesin coding untuk cetak di botol kemasan kosmetik tube tij

Secara sederhana, kosmetik yang terdaftar di BPOM berarti produk tersebut telah melalui proses notifikasi kosmetik dan memiliki nomor notifikasi yang dapat dicek melalui database resmi BPOM.

BPOM menjelaskan bahwa kosmetik yang memiliki izin edar akan mendapatkan nomor notifikasi. Nomor ini juga memiliki masa berlaku, yaitu 3 tahun.

Nomor notifikasi kosmetik umumnya terdiri dari 2 huruf dan 11 digit angka, misalnya:

NA12345678901

Huruf N menunjukkan notifikasi, sedangkan huruf berikutnya menunjukkan wilayah tempat kosmetik diproduksi, seperti:

  • NA: Asia, termasuk produk lokal Indonesia.
  • NB: Australia.
  • NC: Eropa.
  • ND: Afrika.
  • NE: Amerika.

Jangan Hanya Melihat Nomor pada Kemasan

Adanya nomor notifikasi yang tercetak pada kemasan saja belum cukup untuk memastikan informasi produk sesuai dengan database BPOM.

Konsumen dapat melakukan pengecekan melalui Cek Produk BPOM. Pada layanan tersebut, produk kosmetik dapat dicari menggunakan beberapa informasi, seperti:

  • Nomor registrasi/notifikasi.
  • Nama produk.
  • Merek.
  • Nama pendaftar.

Hasil pencarian kemudian dapat dicocokkan dengan informasi yang terdapat pada kemasan produk. CekBPOM juga menyediakan informasi seperti nama produk, nomor registrasi, dan pihak yang mendaftarkan produk.

Cara Cek BPOM Kosmetik Secara Online

Cek BPOM Cara
Sumber: https://cekbpom.pom.go.id/

Pengecekan produk kosmetik dapat dilakukan langsung melalui situs resmi Cek Produk BPOM. Saat ini, BPOM menyediakan pencarian berdasarkan nama produk, merek, NIE, maupun nama pendaftar.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka Website Cek Produk BPOM

Kunjungi situs resmi Cek Produk BPOM di cekbpom.pom.go.id.

Pada halaman utama, tersedia kolom Cari Produk yang bisa langsung digunakan untuk melakukan pencarian.

2. Masukkan Nama Produk, Merek, NIE, atau Nama Pendaftar

Ketik salah satu informasi yang dimiliki, misalnya:

  • Nama produk.
  • Merek.
  • NIE atau nomor registrasi.
  • Nama perusahaan atau pendaftar.

Setelah itu, klik tombol Cari.

Jika ingin pencarian yang lebih spesifik, halaman produk kosmetika juga menyediakan filter tambahan seperti kemasan, bentuk sediaan, komposisi, tanggal terbit, tanggal expired, nama pendaftar, hingga status produk.

3. Pilih Produk yang Sesuai

Jika hasil pencarian menampilkan beberapa produk dengan nama yang mirip, jangan langsung memilih hasil pertama.

Perhatikan beberapa informasi seperti:

  • Nama produk.
  • Nomor registrasi.
  • Nama pendaftar.
  • Merek atau informasi lain yang tersedia.

Pada daftar produk kosmetika, CekBPOM menampilkan setidaknya tipe, nomor registrasi, nama produk, dan pendaftar untuk membantu proses pencocokan.

4. Cocokkan dengan Informasi pada Kemasan

Setelah menemukan produk yang sesuai, bandingkan informasi pada CekBPOM dengan yang tercantum pada kemasan kosmetik.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Nama produk sesuai.
  • Nomor notifikasi atau registrasi sesuai.
  • Merek sesuai.
  • Nama pendaftar sesuai.
  • Status produk masih berlaku.

Jadi, pengecekan tidak cukup hanya dengan melihat adanya nomor BPOM pada kemasan. Informasi tersebut sebaiknya dicocokkan dengan data yang tercantum pada database resmi BPOM.

Nomor BPOM, Nomor Batch, dan Expired Date Kosmetik Itu Berbeda

Industri kosmetik gressler

Saat melihat kemasan kosmetik, Anda mungkin menemukan nomor notifikasi BPOM, nomor batch, dan tanggal kedaluwarsa. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda dan tidak dapat saling menggantikan.

Secara sederhana, perbedaannya dapat dilihat pada tabel berikut:

Informasi Kegunaan
Nomor notifikasi BPOM Menunjukkan identitas notifikasi kosmetik yang dapat dicek melalui database BPOM
Nomor batch Mengidentifikasi kelompok atau batch produksi tertentu
Expired date Menunjukkan batas waktu produk dapat digunakan sesuai ketentuan

Nomor Notifikasi BPOM

Nomor notifikasi berkaitan dengan notifikasi produk kosmetik kepada BPOM. Nomor inilah yang dapat digunakan konsumen untuk melakukan pencarian dan mencocokkan informasi produk melalui CekBPOM.

Karena itu, nomor notifikasi berbeda dengan nomor batch yang digunakan untuk mengidentifikasi proses produksi tertentu.

Nomor Batch

Nomor batch digunakan untuk memberikan identitas pada kelompok produksi tertentu. Produk dengan merek dan jenis yang sama dapat memiliki nomor batch berbeda apabila berasal dari proses atau periode produksi yang berbeda.

Informasi ini penting bagi produsen untuk mendukung traceability atau ketertelusuran produk. Jika ditemukan masalah pada kelompok produksi tertentu, nomor batch membantu perusahaan mengidentifikasi produk yang berkaitan.

Expired Date

Expired date atau tanggal kedaluwarsa menunjukkan batas kedaluwarsa kosmetik. Informasi ini membantu konsumen mengetahui sampai kapan produk dapat digunakan sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Berbeda dengan informasi produk yang relatif tetap, nomor batch dan expired date dapat berubah mengikuti proses produksi. Misalnya:

BATCH: A0926
EXP: 09/2028

Karena datanya dapat berbeda antarbatch, produsen perlu memastikan informasi tersebut tercetak pada kemasan yang tepat serta jelas dan mudah dibaca.

Di sinilah proses pencetakan atau coding menjadi bagian penting dalam produksi kosmetik. Teknologi coding dapat digunakan untuk mencetak informasi yang berubah mengikuti produksi, seperti nomor batch dan expired date, langsung pada kemasan produk.

Informasi Apa yang Perlu Diperhatikan pada Kemasan Kosmetik?

aplikasi mesin coding untuk cetak di botol kemasan kosmetik tube cij 3

Selain mengecek produk melalui CekBPOM, konsumen juga perlu memperhatikan informasi yang tercantum pada kemasan kosmetik.

Ketentuan mengenai penandaan kosmetik saat ini diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penandaan, Promosi, dan Iklan Kosmetik. Peraturan tersebut berstatus berlaku dan menggantikan ketentuan penandaan kosmetik sebelumnya dalam PerBPOM Nomor 30 Tahun 2020.

Berdasarkan ketentuan BPOM, terdapat 12 informasi yang perlu dicantumkan pada penandaan kosmetik, yaitu:

  1. Nama kosmetik
    Menunjukkan identitas atau nama produk kosmetik.
  2. Nomor batch
    Digunakan untuk mengidentifikasi kelompok produksi tertentu dan membantu ketertelusuran produk.
  3. Ukuran, isi, atau berat bersih
    Menunjukkan jumlah produk yang terdapat di dalam kemasan.
  4. Negara produsen
    Memberikan informasi mengenai negara tempat kosmetik diproduksi.
  5. Nama dan alamat lengkap pemilik nomor notifikasi
    Menunjukkan pihak yang bertanggung jawab atas produk sesuai dengan informasi notifikasinya.
  6. Nomor notifikasi
    Merupakan identitas notifikasi kosmetik. Nomor ini dapat digunakan untuk membantu melakukan pengecekan produk melalui CekBPOM.
  7. Tanggal kedaluwarsa
    Memberikan informasi mengenai batas kedaluwarsa kosmetik. BPOM mengatur penulisannya dapat menggunakan urutan tanggal, bulan, dan tahun atau bulan dan tahun, serta diawali keterangan seperti “tanggal kedaluwarsa”, “baik digunakan sebelum”, atau istilah bahasa Inggris yang lazim.
  8. Komposisi
    Memberikan informasi mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam kosmetik.
  9. Kemanfaatan atau kegunaan
    Menjelaskan manfaat atau fungsi kosmetik. Untuk produk yang kegunaannya sudah jelas, seperti lipstik, bedak, pasta gigi, sabun mandi, sampo, dan parfum, BPOM memberikan pengecualian dari kewajiban mencantumkan kegunaan dan cara penggunaan.
  10. Cara penggunaan
    Memberikan petunjuk mengenai bagaimana produk digunakan dengan benar.
  11. Peringatan, perhatian, dan keterangan lain
    Dicantumkan apabila informasi tersebut dipersyaratkan untuk produk.
  12. 2D Barcode
    Menjadi salah satu informasi yang dipersyaratkan dalam penandaan kosmetik.

Informasi tersebut tidak hanya membantu konsumen mengenali produk. Bagi produsen, penandaan juga menjadi bagian penting dalam memastikan setiap produk dapat diidentifikasi dan ditelusuri dengan baik.

Mengapa Nomor Batch dan Expired Date Penting pada Kosmetik?

Nomor batch dan tanggal kedaluwarsa bukan sekadar informasi tambahan pada kemasan. Keduanya memiliki fungsi penting bagi konsumen maupun produsen kosmetik.

Bagi Konsumen

Nomor batch dan expired date membantu konsumen mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai produk yang digunakan.

Beberapa fungsinya antara lain:

  • Mengetahui batas kedaluwarsa produk. Konsumen dapat melihat sampai kapan kosmetik dapat digunakan sesuai informasi yang ditetapkan.
  • Membantu identifikasi produk. Nomor batch dapat digunakan untuk mengenali kelompok produksi tertentu.
  • Mempermudah pengecekan jika terjadi masalah. Jika terdapat informasi atau pemberitahuan mengenai batch tertentu, konsumen dapat mencocokkannya dengan nomor yang tercetak pada produk.

Bagi Produsen Kosmetik

Bagi produsen, fungsi nomor batch lebih berkaitan dengan traceability atau ketertelusuran produk. Artinya, perusahaan dapat mengidentifikasi produk berdasarkan kelompok produksinya.

Informasi ini dapat membantu dalam:

  • Mengidentifikasi batch produksi.
  • Mendukung kontrol dan pencatatan produksi.
  • Menelusuri produk apabila ditemukan masalah pada batch tertentu.
  • Membantu proses penarikan produk jika diperlukan.
  • Mempermudah pengelolaan produk selama produksi dan distribusi.

Sebagai contoh, jika ditemukan masalah pada batch A0926, produsen dapat menggunakan nomor batch untuk membantu menelusuri produk yang berkaitan tanpa menyamakan seluruh produk dari merek tersebut.

Nomor Batch dan Expired Date Dapat Berubah Setiap Produksi

Berbeda dengan nama atau merek produk yang cenderung tetap, nomor batch dan tanggal kedaluwarsa dapat berubah mengikuti periode atau batch produksi.

Contohnya:

BATCH: A0926
EXP: 09/2028

Produksi berikutnya dapat memiliki nomor batch dan tanggal kedaluwarsa yang berbeda. Karena itu, produsen membutuhkan metode pencetakan yang dapat mengikuti perubahan data tersebut sekaligus menjaga hasil cetak tetap jelas, konsisten, dan mudah dibaca.

Bagaimana Expired Date dan Nomor Batch Dicetak pada Kemasan Kosmetik?

Tidak semua informasi pada kemasan kosmetik dicetak bersamaan saat kemasan dibuat. Informasi yang sifatnya tetap, seperti nama produk, desain merek, dan informasi produk lainnya, umumnya sudah menjadi bagian dari desain kemasan.

Sementara itu, ada informasi yang dapat berubah mengikuti proses atau batch produksi, misalnya:

EXP: 09/2028
BATCH: A0926

Informasi seperti ini biasa disebut variable data. Karena datanya dapat berubah, pencetakannya dapat dilakukan saat proses produksi atau pengemasan menggunakan mesin coding.

Pemilihan mesin coding sendiri perlu disesuaikan dengan material kemasan, ukuran kode, kecepatan produksi, posisi cetak, hingga ketahanan hasil cetak yang dibutuhkan.

TIJ untuk Karton dan Kemasan Kosmetik

pt ben sehat tij botol obat 2

Thermal Inkjet Printer (TIJ) dapat digunakan ketika membutuhkan hasil cetak dengan resolusi tinggi pada permukaan yang sesuai.

TIJ dapat digunakan untuk mencetak:

  • Expired date.
  • Nomor batch.
  • Tanggal produksi.
  • Teks dan angka.
  • Barcode atau QR code sesuai kebutuhan.

Teknologi ini dapat dipertimbangkan untuk karton, label, dan kemasan dengan permukaan relatif rata. Jenis tinta tetap perlu disesuaikan dengan material yang akan dicetak.

CIJ untuk Production Line Kosmetik

pt worcas karton gressler cij 3

Untuk lini produksi otomatis dengan kecepatan yang lebih tinggi, Continuous Inkjet Printer (CIJ) menjadi salah satu teknologi yang banyak digunakan.

CIJ dapat mencetak tanpa harus menyentuh langsung permukaan kemasan sehingga fleksibel untuk berbagai bentuk produk, seperti:

  • Botol kosmetik.
  • Tube.
  • Kemasan plastik.
  • Sachet atau pouch.
  • Kemasan lain sesuai jenis material dan tinta.

CIJ cocok untuk pencetakan variable data secara berulang pada produk yang bergerak di conveyor. Karena material kosmetik cukup beragam, pemilihan tinta juga penting untuk memastikan hasil cetak memiliki daya rekat dan ketahanan yang sesuai.

Laser Marking untuk Kode Permanen

laser co print coding botol kaca

Untuk kebutuhan tertentu, laser marking dapat digunakan untuk menghasilkan kode yang permanen tanpa menggunakan tinta atau cartridge.

Teknologi laser dapat digunakan untuk mencetak informasi seperti nomor batch, tanggal kedaluwarsa, serial number, barcode, hingga QR code pada material yang sesuai.

Namun, jenis laser tidak bisa dipilih sembarangan. CO₂, Fiber, dan UV Laser memiliki karakteristik dan kecocokan material yang berbeda. Karena itu, pengujian pada sampel kemasan asli sebaiknya dilakukan terlebih dahulu.

Handheld untuk Produksi Skala Kecil

Mesin Coding untuk Industri Bahan Kimia gressler

Tidak semua produsen kosmetik memiliki production line otomatis. Untuk produksi skala kecil, proses manual, atau kebutuhan pencetakan yang lebih fleksibel, handheld inkjet printer dapat menjadi alternatif.

Printer dapat dibawa langsung ke area produksi dan digunakan untuk mencetak kode pada produk satu per satu tanpa harus diintegrasikan dengan conveyor.

Kesimpulan

Lebih dari 372 ribu produk kosmetik dengan registrasi yang masih berlaku menunjukkan besarnya pilihan produk kosmetik yang tercatat di BPOM. Karena itu, konsumen perlu lebih teliti dengan mengecek produk melalui CekBPOM dan mencocokkan informasinya dengan kemasan.

Bagi produsen, informasi seperti nomor batch dan tanggal kedaluwarsa juga perlu dicetak dengan jelas karena berperan dalam identifikasi dan ketertelusuran produk.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Bagaimana cara cek BPOM kosmetik?

Kosmetik dapat dicek melalui situs resmi Cek Produk BPOM. Pencarian dapat dilakukan menggunakan nama produk, merek, NIE atau nomor registrasi, maupun nama pendaftar. Setelah menemukan produk, cocokkan informasinya dengan yang tercantum pada kemasan.

2. Apa arti kosmetik terdaftar BPOM?

Secara sederhana, kosmetik yang terdaftar di BPOM berarti produk tersebut telah melalui proses notifikasi kosmetik dan memiliki nomor notifikasi yang dapat dicek melalui database resmi BPOM.

3. Apakah nomor BPOM sama dengan nomor batch?

Tidak. Nomor notifikasi BPOM digunakan sebagai identitas notifikasi produk kosmetik, sedangkan nomor batch digunakan untuk mengidentifikasi kelompok produksi tertentu.

4. Apa fungsi expired date pada kosmetik?

Expired date menunjukkan batas kedaluwarsa produk. Informasi ini membantu konsumen mengetahui batas penggunaan produk sesuai informasi yang ditetapkan.

5. Mengapa nomor batch penting bagi produsen kosmetik?

Nomor batch membantu proses traceability atau ketertelusuran produk. Dengan nomor batch, produsen dapat mengidentifikasi kelompok produksi tertentu, mendukung kontrol produksi, dan membantu penelusuran jika ditemukan masalah pada batch tertentu.

6. Informasi apa saja yang perlu diperhatikan pada kemasan kosmetik?

Beberapa informasi yang perlu diperhatikan antara lain nama kosmetik, nomor batch, ukuran atau isi bersih, negara produsen, nama dan alamat pemilik nomor notifikasi, nomor notifikasi, tanggal kedaluwarsa, komposisi, kegunaan, cara penggunaan, peringatan tertentu, serta 2D Barcode.

7. Bagaimana nomor batch dan expired date dicetak pada kemasan kosmetik?

Nomor batch dan expired date termasuk variable data karena dapat berubah mengikuti periode atau batch produksi. Informasi tersebut dapat dicetak saat proses produksi atau pengemasan menggunakan mesin coding.

8. Mesin coding apa yang cocok untuk produk kosmetik?

Pilihan mesin tergantung material kemasan dan proses produksi. TIJ dapat digunakan untuk karton, label, dan permukaan relatif rata, sementara CIJ cocok untuk lini otomatis dan berbagai bentuk kemasan seperti botol, tube, plastik, sachet, atau pouch. Laser marking dapat digunakan untuk kebutuhan kode permanen, sedangkan handheld cocok untuk proses manual atau produksi skala kecil.

Widodo Prasetyo, SS

Widodo Prasetyo, SS

Sales Manager

Expert Reviewer

Widodo Prasetyo adalah Sales Manager Gressler yang berpengalaman dalam membantu customer menemukan solusi coding dan marking yang sesuai dengan kebutuhan produksi di wilayah barat Indonesia. Ia berperan dalam memahami kebutuhan customer, mulai dari jenis produk, material kemasan, volume produksi, kondisi line, hingga target efisiensi dan budget. Sebagai bagian dari tim sales Gressler, Widodo mendukung proses konsultasi, rekomendasi mesin, koordinasi demo, trial mesin, serta pemilihan solusi yang tepat untuk berbagai kebutuhan industri manufaktur. Pengalamannya mencakup solusi CIJ, TIJ, TTO, DOD Large Character Printer, Laser Marking, Handheld Inkjet Printer, inks & consumables, serta sistem pendukung seperti conveyor dan CMS package.

Lihat Profile Reviewer
Widodo Prasetyo, SS

Widodo Prasetyo, SS

Sales Manager

Expert Reviewer

Widodo Prasetyo adalah Sales Manager Gressler yang berpengalaman dalam membantu customer menemukan solusi coding dan marking yang sesuai dengan kebutuhan produksi di wilayah barat Indonesia. Ia berperan dalam memahami kebutuhan customer, mulai dari jenis produk, material kemasan, volume produksi, kondisi line, hingga target efisiensi dan budget. Sebagai bagian dari tim sales Gressler, Widodo mendukung proses konsultasi, rekomendasi mesin, koordinasi demo, trial mesin, serta pemilihan solusi yang tepat untuk berbagai kebutuhan industri manufaktur. Pengalamannya mencakup solusi CIJ, TIJ, TTO, DOD Large Character Printer, Laser Marking, Handheld Inkjet Printer, inks & consumables, serta sistem pendukung seperti conveyor dan CMS package.

Cari mesin coding yang sesuai material dan kebutuhan produksi?

Konsultasikan kebutuhan Anda dan coba trial gratis untuk melihat hasil cetaknya secara langsung.

Anda mungkin juga suka artikel ini

Konsultasi Gratis