Expiry print machine adalah mesin coding yang digunakan untuk mencetak informasi variable seperti expiry date, manufacturing date, batch number, lot number, dan kode produksi pada produk atau kemasan. Pemilihan mesinnya perlu disesuaikan dengan material, kecepatan production line, posisi cetak, dan jenis informasi yang ingin dicantumkan.
Berdasarkan pengalaman Gressler menangani berbagai aplikasi industri, kebutuhan expiry printing dapat menggunakan CIJ, TIJ, TTO, laser marking, atau handheld printer. Teknologi yang dipilih bisa berbeda tergantung apakah produk menggunakan botol, pouch, karton, flexible film, kemasan kosmetik, kabel, atau karung.
Karena itu, memahami perbedaan jenis mesin, aplikasi, dan karakter material menjadi penting agar hasil cetak tetap jelas, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan produksi.
Apa Itu Expiry Print Machine?

Expiry print machine adalah mesin yang digunakan untuk mencetak informasi yang berubah mengikuti proses produksi atau variable information pada produk dan kemasan. Informasi tersebut umumnya meliputi expired date, manufacturing date, production date, batch number, lot number, jam produksi, serial number, barcode, hingga QR code.
Contoh informasi yang dicetak:
MFG: 08/10/2026
EXP: 08/10/2027
BATCH: A081026
Berbeda dari desain kemasan yang dicetak tetap, data tersebut dapat berubah pada setiap batch atau jadwal produksi sehingga perlu dicetak saat proses produksi berlangsung.
Apa Saja Jenis Expiry Print Machine?
Expiry print machine tersedia dalam beberapa teknologi. Masing-masing memiliki cara kerja, kelebihan, dan aplikasi yang berbeda. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan material kemasan, kecepatan produksi, bentuk produk, serta jenis informasi yang ingin dicetak.
Continuous Inkjet Printer (CIJ)

Continuous Inkjet Printer atau CIJ Printer menggunakan sistem cetak non-contact, sehingga printhead tidak perlu menyentuh langsung permukaan produk. Teknologi ini cocok untuk production line otomatis karena dapat mencetak pada produk yang terus bergerak dengan kecepatan tinggi.
CIJ juga fleksibel untuk berbagai bentuk permukaan, termasuk permukaan melengkung atau tidak rata. Tinta yang digunakan dapat disesuaikan dengan material dan kondisi produksi, misalnya kebutuhan tinta cepat kering, tahan panas, atau memiliki daya rekat tertentu.
CIJ umumnya digunakan untuk mencetak pada:
- plastik;
- botol;
- kaca;
- logam;
- kabel;
- produk extrusion;
- pouch;
- serta material lain sesuai jenis tinta yang digunakan.
Teknologi ini ideal untuk produksi dengan kecepatan tinggi, produk yang bergerak terus-menerus, dan aplikasi yang membutuhkan fleksibilitas pada berbagai bentuk permukaan.
Thermal Inkjet Printer (TIJ)

Thermal Inkjet Printer atau TIJ Printer cocok untuk kebutuhan yang membutuhkan hasil cetak tajam dan resolusi tinggi. Teknologi ini dapat digunakan untuk mencetak teks, expired date, batch number, barcode, hingga QR code.
TIJ juga relatif sederhana dari sisi maintenance karena banyak sistem menggunakan cartridge yang mudah diganti. Teknologi ini umum digunakan pada material seperti:
- karton;
- label;
- beberapa jenis plastik;
- serta permukaan lain yang sesuai dengan jenis cartridge dan tinta yang digunakan.
TIJ dapat menjadi pilihan ketika kualitas dan keterbacaan kode menjadi prioritas, terutama untuk aplikasi barcode, QR code, atau informasi dengan ukuran karakter yang relatif kecil.
Thermal Transfer Overprinter (TTO)

Thermal Transfer Overprinter atau TTO Printer banyak digunakan untuk mencetak informasi pada flexible packaging. Teknologi ini bekerja menggunakan ribbon untuk mentransfer tinta ke permukaan film.
TTO cocok untuk aplikasi seperti:
- flexible film;
- pouch;
- sachet;
- kemasan pada mesin VFFS;
- kemasan pada mesin HFFS.
Mesin TTO biasanya dipasang dan diintegrasikan langsung dengan packaging machine, sehingga proses coding dapat dilakukan bersamaan saat kemasan dibentuk atau diproses.
Teknologi ini banyak dipertimbangkan untuk industri makanan, snack, dan produk lain yang menggunakan flexible packaging.
Laser Marking

Laser marking mencetak informasi dengan memanfaatkan sinar laser untuk menghasilkan perubahan langsung pada permukaan material. Karena tidak menggunakan tinta, teknologi ini dapat menghasilkan kode permanen dengan kebutuhan consumable yang relatif minim.
Beberapa teknologi laser yang umum digunakan antara lain:
Laser marking cocok untuk produksi otomatis yang membutuhkan kode dengan ketahanan tinggi, seperti expired date, batch number, serial number, barcode, atau QR code.
Namun, laser tidak otomatis cocok untuk semua material. Jenis laser harus disesuaikan dengan material produk dan hasil marking yang diinginkan. Karena itu, pengujian pada sampel produk sebaiknya dilakukan sebelum menentukan teknologi laser yang digunakan.
Handheld Inkjet Printer

Handheld inkjet printer adalah solusi coding portabel yang digunakan dengan menggerakkan printer secara manual pada permukaan produk. Teknologi ini cocok untuk produksi dengan volume lebih kecil, proses offline, atau produk yang sulit dipindahkan ke conveyor.
Handheld inkjet printer dapat digunakan untuk mencetak pada:
- carton;
- sack atau karung;
- wood;
- kemasan berukuran besar;
- produk yang tidak praktis masuk ke production line otomatis.
Keunggulan utamanya adalah fleksibilitas. Operator dapat membawa printer langsung ke area produk yang akan dicetak tanpa perlu instalasi mesin coding secara permanen pada conveyor.
Apa Perbedaan CIJ, TIJ, TTO, Laser, dan Handheld?
Setiap teknologi expiry print machine memiliki karakteristik dan aplikasi yang berbeda. Perbedaannya paling mudah dilihat dari jenis material, tipe produksi, serta hasil cetak yang dibutuhkan.
| Teknologi | Cocok untuk | Material Umum | Production Type | Kelebihan Utama |
|---|---|---|---|---|
| CIJ | Produksi cepat | Plastik, kaca, logam, kabel | Continuous | Fleksibel dan cepat |
| TIJ | Cetakan tajam | Karton, label, plastik tertentu | Inline / semi-auto | High resolution |
| TTO | Flexible packaging | Film, pouch, sachet | Packaging machine | Optimal untuk film |
| Laser | Kode permanen | Material tertentu | Automatic line | Tanpa tinta |
| Handheld | Coding manual | Karton, sack, wood | Offline | Fleksibel |
Bagaimana Memilih Expiry Print Machine yang Tepat?
Memilih expiry print machine sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga mesin atau angka kecepatan tertinggi pada brochure. Mesin yang tepat harus sesuai dengan material produk, kecepatan production line, jenis informasi yang dicetak, kondisi lingkungan, kebutuhan maintenance, dan biaya operasional.
Secara praktis, ada enam hal utama yang perlu diperhatikan sebelum menentukan mesin.
1. Material Apa yang Akan Dicetak?

Material menjadi salah satu faktor terpenting karena setiap permukaan memiliki karakteristik yang berbeda. Jenis printer dan tinta yang bekerja baik pada karton belum tentu memberikan hasil yang sama pada plastik, kaca, atau metal.
Plastik dan Flexible Film
Untuk plastik dan flexible film, perhatikan:
- daya rekat tinta;
- drying time;
- jenis plastik;
- coating pada permukaan;
- apakah permukaannya licin atau non-porous.
Pada material seperti ini, pemilihan tinta sangat berpengaruh terhadap ketahanan hasil cetak. Tinta yang tidak sesuai dapat menyebabkan kode mudah luntur, buram, atau belum kering saat produk masuk ke proses berikutnya.
Teknologi yang dapat dipertimbangkan antara lain CIJ, TTO, TIJ, atau laser, tergantung jenis material dan proses packaging.
Karton dan Paper Packaging
Untuk karton, paper packaging, dan material porous, TIJ biasanya menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan karena mampu menghasilkan cetakan tajam dengan resolusi tinggi.
Teknologi ini cocok untuk mencetak:
- expiry date;
- batch number;
- barcode;
- QR code;
- variable data lainnya.
Namun, cartridge dan tinta tetap perlu disesuaikan dengan jenis material dan coating pada kemasan.
Botol dan Kemasan Berbentuk Melengkung
Untuk botol atau kemasan dengan permukaan melengkung, CIJ sering dipertimbangkan karena menggunakan metode cetak non-contact.
Printhead tidak perlu menyentuh langsung produk, sehingga printer dapat mencetak saat botol bergerak di conveyor. Hal ini membuat CIJ cocok untuk production line otomatis dan berbagai bentuk kemasan.
Metal dan Kaca
Untuk metal dan kaca, pilihan teknologi dapat berupa CIJ atau laser marking, tergantung kebutuhan hasil cetak.
CIJ cocok jika dibutuhkan coding berbasis tinta yang cepat dan fleksibel. Sementara itu, laser dapat dipertimbangkan jika material mendukung dan dibutuhkan kode yang lebih permanen.
Kabel dan Extrusion
Produk seperti kabel, pipa, tube, atau extrusion biasanya bergerak terus-menerus selama proses produksi.
Karena itu, printer yang digunakan perlu mampu mengikuti continuous production dan tetap menghasilkan kode yang konsisten pada kecepatan line yang digunakan.
Pada aplikasi seperti ini, CIJ sering digunakan karena fleksibel untuk proses continuous, tetapi TIJ atau laser juga dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan tertentu.
2. Seberapa Cepat Production Line?

Spesifikasi mesin jangan hanya dilihat dari angka seperti:
“Maximum printing speed: 300 m/min.”
Angka maximum speed belum tentu sama dengan performa printer dalam kondisi produksi nyata.
Kecepatan cetak dipengaruhi oleh:
- jumlah karakter;
- jumlah line;
- ukuran font;
- print resolution;
- jarak antarproduk;
- posisi printhead;
- line speed aktual;
- jenis data yang dicetak.
Sebagai contoh, mesin dapat memiliki maximum speed tinggi saat mencetak satu baris teks sederhana, tetapi kecepatannya bisa berbeda ketika mencetak beberapa baris, barcode, atau QR code dengan resolusi tertentu
3. Informasi Apa yang Akan Dicetak?

Jenis informasi yang dicetak juga menentukan kebutuhan teknologi.
Coding Sederhana
Untuk aplikasi dasar, informasi yang dicetak biasanya berupa:
- EXP;
- MFG;
- Batch;
- LOT;
- jam produksi;
- kode internal.
Kebutuhan seperti ini umumnya tidak memerlukan layout yang terlalu kompleks.
Coding Lebih Kompleks
Untuk kebutuhan identifikasi dan traceability yang lebih detail, mesin mungkin perlu mencetak:
- barcode;
- QR code;
- serial number;
- Data Matrix;
- variable data;
- data yang terhubung dengan sistem produksi.
Semakin kompleks data yang dicetak, semakin penting untuk memperhatikan kemampuan printer dalam hal resolution, controller, software, dan integrasi.
Mesin yang cukup untuk mencetak tiga baris expiry date dan batch number belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk QR code kecil yang membutuhkan readability tinggi.
4. Bagaimana Kondisi Lingkungan Produksi?

Kondisi produksi sering kali menjadi faktor yang terlewat saat memilih expiry print machine.
Padahal printer dapat bekerja di lingkungan yang sangat berbeda, seperti:
- berdebu;
- panas;
- lembap;
- area basah;
- terkena minyak;
- suhu rendah;
- area washdown;
- area dengan getaran tinggi.
Lingkungan tersebut dapat memengaruhi performa printhead, tinta, sensor, dan komponen mesin.
Sebagai contoh, kebutuhan printer di pabrik makanan tentu berbeda dengan kebutuhan di industri building materials yang penuh debu atau di area extrusion dengan suhu lebih tinggi.
Karena itu, actual production environment perlu dimasukkan sejak awal saat menentukan teknologi.
5. Seberapa Sering Mesin Perlu Maintenance?
Maintenance berpengaruh langsung terhadap reliability dan downtime.
Sebelum membeli mesin, buyer perlu mengetahui:
- seberapa sering mesin perlu dibersihkan;
- cleaning frequency printhead;
- jadwal preventive maintenance;
- jenis consumable yang harus diganti;
- ketersediaan spare part;
- waktu respons technical support;
- kemudahan troubleshooting.
Hal ini penting karena gangguan pada coding machine dapat menghambat proses packaging bahkan menghentikan production line.
6. Berapa Biaya Cetak per Produk?
Untuk procurement, harga mesin hanya satu bagian dari biaya coding.
Perhitungan yang lebih tepat adalah melihat total coding cost:
Total Coding Cost = Mesin + Consumables + Maintenance + Spare Part + Downtime
Dari sini, perusahaan dapat menghitung cost per print atau cost per code, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk setiap produk yang dicetak.
Faktor yang memengaruhi biaya tersebut meliputi:
- tinta;
- makeup;
- cartridge;
- ribbon;
- preventive maintenance;
- spare part;
- konsumsi listrik;
- downtime;
- kebutuhan operator.
Sebagai contoh, mesin dengan harga awal lebih murah belum tentu menghasilkan biaya cetak yang lebih rendah jika consumable cepat habis atau mesin terlalu sering berhenti.
Expiry Print Machine Apa yang Cocok Berdasarkan Kemasan?

Jenis kemasan sangat memengaruhi pemilihan expiry print machine. Material yang berbeda membutuhkan teknologi, tinta, dan metode cetak yang berbeda agar kode tetap jelas, cepat kering, dan tidak mudah hilang.
Berikut gambaran umum teknologi yang dapat dipertimbangkan berdasarkan jenis produk atau kemasan:
| Jenis Produk / Kemasan | Teknologi yang Dapat Dipertimbangkan |
|---|---|
| Botol PET | CIJ / Laser |
| Botol kaca | CIJ / Laser |
| Kaleng | CIJ / Laser |
| Pouch | CIJ / TTO |
| Sachet | TTO / CIJ |
| Flexible film | TTO |
| Karton | TIJ / CIJ |
| Kabel | CIJ / Laser |
| Plastik rigid | CIJ / TIJ / Laser tergantung material |
| Karung | CIJ / DOD / Handheld tergantung kebutuhan |
| Kayu | DOD / Handheld |
Expiry Print Machine Digunakan di Industri Apa Saja?
Expiry print machine digunakan di berbagai industri yang membutuhkan pencetakan informasi produksi secara konsisten. Informasi tersebut dapat berupa expired date, manufacturing date, batch number, lot number, serial number, barcode, QR code, hingga kode traceability.
Jenis mesin yang digunakan dapat berbeda di setiap industri karena dipengaruhi oleh material produk, bentuk kemasan, kecepatan production line, serta jenis informasi yang perlu dicetak. Berdasarkan aplikasi customer Gressler, teknologi seperti CIJ, TIJ, TTO, laser marking, handheld inkjet, hingga DOD digunakan untuk kebutuhan produksi yang berbeda.
Food & Beverage

Pada industri food & beverage, expiry printer machine banyak digunakan untuk mencetak informasi pada botol, cup, pouch, sachet, karton, kaleng, dan flexible packaging.
Informasi yang umum dicetak meliputi:
- expired date;
- manufacturing date;
- batch number;
- lot number;
- kode produksi.
Pada customer Gressler di industri makanan dan minuman, teknologi yang digunakan cukup beragam, mulai dari TIJ, CIJ, TTO, laser marking, hingga handheld printer. Pemilihannya menyesuaikan jenis kemasan dan proses produksi.
Sebagai contoh, CIJ banyak digunakan untuk botol atau produk yang bergerak cepat di conveyor, TTO untuk flexible packaging, sedangkan TIJ dapat dipertimbangkan ketika membutuhkan hasil cetak yang lebih tajam pada material yang sesuai.
Pharmaceutical

Pada industri pharmaceutical, coding digunakan untuk membantu identifikasi produk dan traceability selama proses produksi hingga distribusi.
Informasi yang dapat dicetak antara lain:
- expiry date;
- manufacturing date;
- batch number;
- lot number;
- barcode;
- Data Matrix.
Pada aplikasi customer Gressler di sektor farmasi, teknologi yang digunakan meliputi TIJ, CIJ, laser marking, dan TTO. Jenis mesin dipilih berdasarkan bentuk kemasan, kebutuhan resolusi cetak, kecepatan line, dan apakah kode perlu dicetak pada carton, botol, atau flexible packaging.
Cosmetics, Personal & Home Care

Produk kosmetik, personal care, dan home care menggunakan berbagai jenis kemasan seperti botol, tube, jar, karton, pouch, dan sachet.
Expiry print machine dapat digunakan untuk mencetak:
- batch number;
- production date;
- expiry date;
- lot number;
- variable information lainnya.
Pada customer Gressler di industri ini, teknologi yang digunakan mencakup TIJ, TTO, laser marking, dan CIJ. TIJ dapat digunakan untuk kebutuhan high-resolution printing, TTO untuk flexible packaging, CIJ untuk line yang membutuhkan fleksibilitas pada berbagai bentuk produk, sedangkan laser dipilih untuk aplikasi tertentu yang membutuhkan marking permanen.
Eggs & Egg Cartons

Pada industri telur, kebutuhan coding dibedakan antara pencetakan langsung pada telur dan pencetakan pada kemasannya.
Untuk telur, customer Gressler menggunakan CIJ karena teknologi ini dapat mencetak secara non-contact pada permukaan telur yang bergerak di production line.
Sementara itu, untuk egg carton, teknologi yang dapat digunakan antara lain CIJ atau TIJ, tergantung material karton, ukuran kode, dan kualitas cetak yang dibutuhkan.
Informasi yang dicetak dapat berupa:
- tanggal produksi;
- expiry date;
- batch number;
- kode identifikasi produksi.
Building Materials

Pada industri building materials, coding dapat diterapkan pada produk seperti panel, pipa, material konstruksi, hingga produk extrusion.
Pada customer Gressler di industri ini, teknologi yang digunakan antara lain CIJ, TIJ, dan laser marking.
CIJ dapat digunakan untuk production line yang bergerak cepat atau permukaan yang bervariasi, TIJ untuk kebutuhan cetak tajam pada material yang sesuai, sedangkan laser dapat digunakan untuk aplikasi tertentu yang membutuhkan marking permanen.
Selain material, kondisi lingkungan seperti debu, panas, dan kecepatan line juga menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan mesin.
Cable & Extrusion

Pada proses produksi kabel dan extrusion, coding biasanya dilakukan secara berulang selama produk bergerak secara continuous.
Informasinya dapat berupa:
- ukuran kabel;
- tipe produk;
- batch number;
- production date;
- kode produksi;
- penanda panjang.
Pada aplikasi customer Gressler, teknologi yang digunakan meliputi CIJ, TIJ, dan laser marking.
CIJ umum dipilih untuk proses continuous karena mampu mencetak pada produk yang terus bergerak. TIJ dapat digunakan pada aplikasi tertentu dengan kebutuhan high-resolution printing, sedangkan laser dapat dipertimbangkan jika material sesuai dan dibutuhkan marking yang lebih permanen.
Electronics & Electrical Components
Pada industri electronics dan electrical components, mesin coding digunakan untuk kebutuhan identifikasi serta traceability produk.
Informasi yang dicetak dapat berupa:
- serial number;
- batch number;
- production code;
- barcode;
- QR code;
- model atau tipe produk.
Pada customer Gressler di sektor ini, teknologi yang digunakan meliputi CIJ, TIJ, dan laser marking. Pemilihannya disesuaikan dengan ukuran komponen, material, kebutuhan resolusi, dan apakah kode perlu bersifat permanen.
Tobacco

Pada industri tobacco, variable coding biasanya dilakukan langsung pada packaging line.
Informasi yang dicetak dapat meliputi:
- production date;
- batch number;
- lot number;
- kode internal;
- informasi traceability.
Pada aplikasi customer Gressler di industri ini, teknologi yang digunakan antara lain CIJ, TIJ, dan laser marking. Ketiganya dapat diintegrasikan ke production line sesuai jenis kemasan, kecepatan produksi, dan kebutuhan hasil cetak.
OEM Packaging Machinery
Expiry print machine juga dapat diintegrasikan dengan mesin packaging buatan OEM.
Pada customer dan partner OEM Gressler, teknologi yang umum digunakan mencakup CIJ, TIJ, laser marking, TTO, dan DOD.
Integrasi dapat dilakukan pada sistem seperti:
- conveyor;
- VFFS;
- HFFS;
- labeling machine;
- cartoning machine;
- mesin packaging otomatis lainnya.
Dengan integrasi tersebut, proses pencetakan expiry date, batch number, barcode, atau variable data dapat berjalan langsung sebagai bagian dari proses packaging.
Lebih Baik Expiry Date Dicetak Manual atau Otomatis?
Pemilihan metode cetak expiry date sebaiknya disesuaikan dengan volume produksi, kecepatan line, bentuk produk, dan tingkat konsistensi yang dibutuhkan. Tidak semua proses harus langsung menggunakan sistem otomatis.
| Metode | Cocok untuk | Kelebihan | Pertimbangan |
|---|---|---|---|
| Manual / Handheld | Produksi kecil | Fleksibel | Bergantung operator |
| Semi Automatic | Produksi batch | Lebih konsisten | Masih perlu handling |
| Automatic Inline | Produksi massal | Cepat & konsisten | Perlu integration |
Bisa Trial Expiry Print Machine Sebelum Membeli?

Ya. Sebelum menentukan expiry print machine, sebaiknya lakukan trial menggunakan sampel produk asli. Tujuannya untuk memastikan hasil cetak benar-benar sesuai dengan material, kecepatan produksi, ukuran kode, dan kondisi aplikasi di lapangan.
Di Gressler, customer dapat melakukan trial gratis untuk melihat hasil cetak sebelum menentukan mesin yang akan digunakan.
Saat trial, beberapa hal yang dapat dievaluasi antara lain:
- ketajaman hasil cetak;
- daya rekat tinta;
- drying time;
- posisi coding;
- ukuran karakter;
- keterbacaan barcode atau QR code;
- kecocokan dengan line speed;
- ketahanan hasil cetak pada material.
Trial juga membantu membandingkan apakah aplikasi lebih cocok menggunakan CIJ, TIJ, TTO, laser marking, atau teknologi lainnya.
Untuk hasil yang lebih akurat, sebaiknya gunakan sampel produk atau kemasan asli dan informasikan kondisi produksi seperti kecepatan line, jumlah produk per menit, serta informasi yang ingin dicetak.
Kesimpulan
Memilih expiry print machine yang tepat perlu disesuaikan dengan kondisi produksi secara keseluruhan. Material kemasan, kecepatan production line, jenis informasi yang dicetak, lingkungan kerja, kebutuhan maintenance, hingga biaya per cetak dapat menentukan apakah aplikasi lebih cocok menggunakan CIJ, TIJ, TTO, laser marking, DOD, atau handheld printer.
Tidak ada satu expiry printer machine yang paling cocok untuk semua produk. Botol, pouch, karton, kabel, karung, hingga flexible film memiliki karakteristik dan kebutuhan coding yang berbeda. Karena itu, spesifikasi mesin sebaiknya tidak menjadi satu-satunya acuan.
FAQ tentang Expiry Printer Machine
1. Apa itu expiry printer machine?
Expiry printer machine adalah mesin coding yang digunakan untuk mencetak informasi yang berubah mengikuti proses produksi, seperti expiry date, manufacturing date, batch number, lot number, serial number, barcode, dan QR code.
2. Apa perbedaan expiry printer machine dan expiry print machine?
Secara penggunaan, keduanya sering merujuk pada kebutuhan yang sama, yaitu mesin untuk mencetak expiry date dan variable information pada produk atau kemasan. Teknologinya bisa berupa CIJ, TIJ, TTO, laser marking, DOD, atau handheld inkjet.
3. Mesin apa yang cocok untuk mencetak expiry date pada botol?
Untuk botol, CIJ sering digunakan karena menggunakan sistem non-contact dan cocok untuk produk yang bergerak di conveyor. Laser juga dapat dipertimbangkan jika material mendukung dan dibutuhkan marking yang lebih permanen.
4. Mesin apa yang cocok untuk mencetak expiry date pada pouch dan sachet?
Untuk pouch dan sachet, CIJ atau TTO dapat dipertimbangkan. TTO lebih umum digunakan pada flexible film yang terintegrasi dengan mesin packaging, sedangkan CIJ dapat digunakan saat pouch atau sachet sudah berjalan di production line.
5. Apakah expiry printer machine bisa mencetak batch number dan QR code?
Bisa. Selain expiry date, banyak mesin coding juga dapat mencetak batch number, lot number, production date, serial number, barcode, QR code, dan Data Matrix. Kemampuannya tergantung teknologi, resolution, controller, dan software yang digunakan.
6. Apakah expiry date bisa dicetak tanpa tinta?
Bisa menggunakan laser marking. Teknologi laser menghasilkan marking langsung pada permukaan material tanpa menggunakan tinta atau ribbon. Namun, jenis laser harus disesuaikan dengan material produk.
7. Apa expiry printer machine yang cocok untuk produksi berkecepatan tinggi?
CIJ sering digunakan untuk production line berkecepatan tinggi karena dapat mencetak secara non-contact pada produk yang terus bergerak. Namun, teknologi yang paling tepat tetap bergantung pada material, jumlah informasi yang dicetak, dan line speed aktual.
8. Bagaimana memilih expiry printer machine yang tepat?
Pertimbangkan material produk, kecepatan production line, ukuran dan jenis kode, kondisi lingkungan, kebutuhan maintenance, consumable, serta biaya per cetak. Sebaiknya lakukan trial pada sampel produk asli sebelum menentukan mesin.
9. Berapa harga expiry printer machine?
Harga berbeda tergantung teknologi, spesifikasi, kecepatan, jumlah printhead, kebutuhan integrasi, dan layanan after-sales. Karena itu, lebih tepat membandingkan total cost of ownership dan cost per print, bukan hanya harga pembelian mesin.
10. Apakah expiry printer machine bisa diintegrasikan dengan conveyor atau packaging machine?
Bisa. CIJ, TIJ, TTO, laser, dan beberapa sistem coding lainnya dapat diintegrasikan dengan conveyor, VFFS, HFFS, labeling machine, cartoning machine, maupun production line otomatis.
11. Apakah tersedia trial sebelum membeli expiry printer machine?
Ya. Gressler menyediakan trial gratis menggunakan sampel produk agar hasil cetak, daya rekat tinta, drying time, ukuran kode, posisi cetak, dan kemampuan mengikuti production line dapat dievaluasi sebelum memilih mesin.



