Studi Kasus Tinta Washable untuk Coding pada Galon Reusable

Bagikan artikel ini

Bagikan artikel ini

Daftar isi

washable ink 1151 gressler pada coding galon 2

Dalam proses coding dan marking, tinta yang tahan lama sering dianggap sebagai pilihan terbaik. Namun, tidak semua aplikasi membutuhkan hasil cetak yang permanen.

Pada kemasan sekali pakai, kode seperti production date, batch number, atau expired date biasanya cukup dicetak dan dipertahankan sampai produk selesai digunakan.

Berbeda dengan kemasan returnable seperti galon.

Galon digunakan berulang kali dalam beberapa siklus produksi. Setelah produk habis, galon akan dikembalikan, dicuci, diisi kembali, lalu digunakan untuk produk berikutnya.

Secara sederhana, siklusnya seperti ini:

Diisi → Dicetak → Didistribusikan → Dikembalikan → Dicuci → Kode Lama Dihapus → Diisi Ulang → Dicetak Lagi

Kondisi tersebut membuat kebutuhan tintanya menjadi berbeda.

Selama galon masih berada di pasar, hasil coding harus tetap:

  • Jelas dan mudah dibaca.
  • Tidak mudah hilang saat handling normal.
  • Mampu mendukung informasi produksi dan traceability.

Namun, ketika galon kembali ke fasilitas produksi, kode dari siklus sebelumnya justru harus bisa dibersihkan agar tidak tertinggal saat galon digunakan kembali.

Jika kode lama sulit dihapus, beberapa masalah dapat muncul. Misalnya, kode lama dan kode baru terlihat bersamaan, informasi produksi menjadi membingungkan, atau area printing menjadi kurang bersih untuk pencetakan berikutnya.

Dibutuhkan Tinta yang Bisa Mengikuti Siklus Galon

Inilah yang menjadi kebutuhan salah satu customer yang menggunakan CIJ (Continuous Inkjet Printer) untuk mencetak kode pada galon reusable.

Customer tidak hanya membutuhkan tinta yang mampu menghasilkan kode dengan jelas. Tinta juga harus memiliki karakter washable, sehingga hasil coding lama dapat dihilangkan saat galon masuk ke proses pencucian.

Pada aplikasi tersebut, proses washing menggunakan larutan NaOH dengan konsentrasi 5%. Karena itu, salah satu requirement utama adalah hasil coding dapat dibersihkan pada kondisi washing tersebut sebelum galon kembali digunakan dan dicetak dengan kode yang baru.

Artinya, tinta yang dibutuhkan harus memiliki dua karakter yang terlihat berlawanan: cukup bertahan selama produk beredar, tetapi tetap dapat dihapus ketika masuk ke proses washing yang sudah ditentukan.

Kebutuhan inilah yang membuat pemilihan tinta menjadi sama pentingnya dengan pemilihan mesin coding.

Latar Belakang Kebutuhan Customer

galon washable alkali ink

Customer menggunakan galon reusable yang akan dipakai kembali untuk beberapa siklus produksi.

Dalam setiap siklus, galon diisi dengan produk, kemudian dilakukan proses coding menggunakan CIJ (Continuous Inkjet Printer). Informasi yang dicetak dapat berupa:

  • Production date.
  • Expired date.
  • Batch number.
  • Lot number.
  • Kode produksi.

Kode tersebut berfungsi sebagai informasi penting untuk identifikasi dan traceability produk selama galon masih beredar.

Setelah produk didistribusikan dan galon kembali ke fasilitas produksi, galon tidak langsung digunakan kembali. Kemasan terlebih dahulu masuk ke proses washing untuk membersihkan bagian luar maupun sisa informasi dari siklus sebelumnya.

Di sinilah muncul kebutuhan khusus.

Kode Lama Harus Dibersihkan Sebelum Galon Digunakan Lagi

washable ink 1151 gressler pada coding galon 5

Karena galon akan dicetak ulang pada siklus produksi berikutnya, kode lama dari penggunaan sebelumnya perlu dihilangkan terlebih dahulu.

Jika kode lama masih tertinggal, beberapa masalah dapat muncul:

  • Terdapat dua kode berbeda pada satu galon.
  • Informasi lama dapat membingungkan operator.
  • Kode baru menjadi lebih sulit dibaca.
  • Area printing terlihat kurang bersih.
  • Traceability antar-siklus produksi menjadi kurang jelas.

Karena itu, customer membutuhkan tinta yang tidak hanya bisa menghasilkan kode yang jelas saat galon didistribusikan, tetapi juga dapat dibersihkan saat galon masuk ke proses washing.

Pada aplikasi ini, proses washing menggunakan larutan NaOH 5%. Maka, kemampuan tinta untuk terhapus pada kondisi tersebut menjadi salah satu requirement utama sebelum galon digunakan kembali.

Dengan kata lain, kebutuhan customer bukan sekadar mencari tinta CIJ yang bisa menempel pada galon.

Yang dibutuhkan adalah tinta yang mampu mengikuti seluruh siklus penggunaan kemasan: jelas saat dicetak, bertahan selama distribusi, lalu dapat dihapus saat galon dikembalikan dan dicuci untuk digunakan kembali.

Apa Masalah yang Dihadapi?

Pada aplikasi galon reusable, tantangannya bukan hanya membuat kode yang jelas saat dicetak.

Kode juga harus memiliki karakter yang sesuai dengan seluruh siklus penggunaan galon. Artinya, tinta perlu cukup tahan selama produk beredar, tetapi tetap bisa dibersihkan ketika galon masuk ke proses washing.

Coding Lama Tidak Boleh Tertinggal

Pada kemasan sekali pakai, tinta yang semakin permanen biasanya dianggap semakin baik.

Namun, pada galon reusable, kondisi tersebut justru bisa menjadi masalah.

Galon akan digunakan kembali untuk siklus produksi berikutnya. Karena itu, kode dari penggunaan sebelumnya perlu dibersihkan terlebih dahulu sebelum kode baru dicetak.

Jika hasil coding lama masih tertinggal setelah proses washing, beberapa masalah dapat muncul:

  • Kode baru bertumpuk dengan kode lama.
  • Informasi produksi menjadi membingungkan.
  • Readability kode menurun.
  • Traceability antar-siklus menjadi kurang jelas.
  • Tampilan galon menjadi kurang rapi.

Karena itu, customer tidak hanya membutuhkan tinta yang kuat menempel.

Yang dibutuhkan justru adalah keseimbangan antara durability dan washability.

Durability dibutuhkan agar kode tetap terbaca selama produk beredar. Sementara washability dibutuhkan agar kode dapat dibersihkan ketika galon kembali untuk digunakan ulang.

Galon Akan Mengalami Proses Washing

washable ink 1151 gressler pada coding galon 2

Setelah galon kembali dari distribusi, kemasan akan masuk ke proses washing sebelum digunakan kembali pada production line.

Pada aplikasi ini, proses pencucian menggunakan larutan NaOH 5%.

Karena itu, tinta yang dipilih perlu memiliki karakter yang memungkinkan hasil coding dapat terhapus pada kondisi washing tersebut.

Namun, tingkat keberhasilan penghapusan tinta tetap dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Konsentrasi NaOH.
  • Suhu larutan.
  • Lama kontak dengan cairan.
  • Metode washing.
  • Kondisi permukaan galon.
  • Ketebalan hasil print.
  • Usia kode sebelum dicuci.

Artinya, tinta yang memiliki karakter washable tetap perlu diuji pada kondisi washing aktual customer.

Hal ini penting agar pengujian tidak hanya dilakukan berdasarkan spesifikasi tinta, tetapi benar-benar berdasarkan proses yang terjadi di lapangan.

Kode Tetap Harus Bertahan Selama Distribusi

Walaupun tinta harus bisa dihapus saat washing, washable ink bukan berarti tinta yang mudah hilang dalam penggunaan normal.

Sebelum galon kembali ke fasilitas produksi, kode tetap perlu bertahan selama beberapa tahapan, seperti:

  • Handling.
  • Penyimpanan.
  • Transportasi.
  • Distribusi.
  • Penggunaan normal.

Kode tidak boleh langsung hilang hanya karena sentuhan atau gesekan ringan selama proses tersebut.

Karena itu, karakter tinta yang dibutuhkan cukup spesifik: kode harus tetap terbaca selama lifecycle produk, tetapi bisa dibersihkan ketika masuk ke proses washing yang memang dirancang untuk menghapusnya.

Inilah yang membuat pemilihan tinta pada galon reusable berbeda dibandingkan aplikasi coding pada kemasan sekali pakai.

Requirement Tinta yang Dibutuhkan

Dari siklus penggunaan galon reusable, customer membutuhkan tinta CIJ dengan karakter yang lebih spesifik dibandingkan tinta CIJ biasa.

Tinta yang digunakan harus mampu memenuhi dua kebutuhan sekaligus: memberikan hasil coding yang jelas selama produk beredar, tetapi tetap dapat dibersihkan ketika galon masuk ke proses washing.

Beberapa requirement utama yang perlu dipenuhi antara lain:

  • Kompatibel dengan CIJ printer
    Tinta harus dapat digunakan pada sistem Continuous Inkjet Printer yang sudah digunakan di production line.
  • Bisa mencetak pada material galon
    Tinta perlu memiliki karakter yang sesuai dengan permukaan galon agar hasil cetak dapat menempel dengan baik.
  • Menghasilkan kode yang jelas dan terbaca
    Informasi seperti production date, expired date, batch number, atau kode produksi harus tetap mudah dibaca selama produk beredar.
  • Memiliki drying time yang sesuai
    Tinta perlu mengering cukup cepat agar tidak menghambat kecepatan production line.
  • Tidak mudah smudge setelah printing
    Setelah dicetak, kode perlu cukup stabil agar tidak mudah bergeser atau melebar saat terkena handling normal.
  • Cukup tahan selama distribusi
    Kode harus tetap terbaca selama penyimpanan, transportasi, distribusi, dan penggunaan produk.
  • Dapat dihapus menggunakan NaOH 5%
    Saat galon kembali ke fasilitas produksi dan masuk ke proses washing, kode lama perlu dapat dibersihkan menggunakan larutan NaOH 5% sesuai kondisi yang telah diuji.
  • Meminimalkan ghosting setelah washing
    Setelah kode lama dihapus, bekas print sebaiknya tidak terlalu terlihat sehingga tidak mengganggu tampilan maupun proses coding berikutnya.
  • Mendukung proses coding ulang
    Setelah galon selesai dicuci dan digunakan kembali, permukaannya perlu tetap memungkinkan untuk dicetak dengan kode baru.

Dengan requirement tersebut, pemilihan tinta tidak bisa hanya berdasarkan seberapa kuat tinta menempel atau seberapa tahan hasil cetaknya.

Untuk aplikasi galon reusable, justru diperlukan keseimbangan antara adhesion, durability, dan washability. Tinta harus mampu bertahan selama kode masih dibutuhkan, lalu dapat dibersihkan ketika galon masuk ke siklus penggunaan berikutnya.

Solusi yang Digunakan: Tinta TP1151

washable ink 1151 gressler pada coding galon

Setelah melihat siklus penggunaan galon dan proses washing yang dilakukan customer, dibutuhkan tinta yang tidak hanya mampu menghasilkan kode dengan jelas, tetapi juga bisa dibersihkan ketika galon akan digunakan kembali.

Untuk kebutuhan tersebut, solusi yang digunakan adalah tinta TP1151.

TP1151 merupakan acetone-based washable ink untuk aplikasi Continuous Inkjet Printer (CIJ). Tinta ini dirancang untuk kebutuhan coding yang membutuhkan hasil print dapat dihapus kembali melalui proses washing tertentu.

Karakter utama TP1151 antara lain:

  • Washable ink
    Dirancang untuk aplikasi yang membutuhkan kode dapat dibersihkan setelah digunakan dalam satu siklus produksi.
  • Acetone-based
    Menggunakan formulasi berbasis acetone yang mendukung kebutuhan industrial coding pada aplikasi tertentu.
  • Digunakan untuk CIJ
    TP1151 digunakan bersama teknologi Continuous Inkjet Printer untuk mencetak informasi seperti production date, expired date, batch number, lot number, dan kode produksi lainnya.
  • Relevan untuk reusable packaging
    TP1151 dapat dipertimbangkan untuk kemasan yang digunakan berulang, seperti galon, karena kode lama perlu dihapus sebelum kemasan kembali masuk ke siklus produksi berikutnya.
  • Mendukung proses washing
    Tinta ini ditujukan untuk aplikasi yang membutuhkan hasil coding dapat dibersihkan melalui proses pencucian dengan parameter tertentu.

Pada studi kasus ini, salah satu requirement utama customer adalah hasil coding pada galon dapat dibersihkan menggunakan larutan NaOH 5% pada proses washing.

Dengan karakter tersebut, TP1151 membantu menjawab kebutuhan yang cukup spesifik: kode harus tetap jelas selama galon beredar, tetapi dapat dihapus saat galon kembali untuk dicuci dan digunakan ulang.

Namun, penggunaan TP1151 tidak berarti otomatis cocok untuk semua jenis galon atau semua proses washing.

Kenapa Washable Ink Dibutuhkan untuk Galon Reusable?

washable ink 1151 gressler pada coding galon 6

Pada kemasan reusable seperti galon, tinta yang terlalu permanen belum tentu menjadi pilihan terbaik.

Hal ini karena galon tidak hanya digunakan sekali. Setelah produk habis, galon akan dikembalikan, dicuci, kemudian digunakan kembali untuk siklus produksi berikutnya.

Secara sederhana, alurnya seperti ini:

Print → Distribusi → Return → Washing → Reprint

Pada saat pertama kali dicetak, kode harus tetap jelas agar informasi seperti production date, batch number, atau expired date dapat terbaca selama produk beredar.

Namun, ketika galon kembali ke fasilitas produksi, kebutuhan tersebut berubah. Kode lama justru harus dihapus sebelum galon dicetak ulang.

Apa yang Terjadi Jika Tinta Terlalu Permanen?

Jika tinta sulit dihilangkan saat washing, beberapa masalah dapat muncul:

  • Proses washing menjadi lebih sulit
    Kode lama membutuhkan effort lebih besar untuk dibersihkan dari permukaan galon.
  • Kode lama masih tertinggal
    Bekas print dari siklus sebelumnya dapat tetap terlihat setelah proses pencucian.
  • Dibutuhkan cleaning tambahan
    Operator mungkin perlu melakukan proses pembersihan tambahan sebelum galon bisa digunakan kembali.
  • Risiko double coding meningkat
    Jika kode lama belum bersih lalu dilakukan printing ulang, informasi lama dan baru dapat terlihat pada galon yang sama.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi readability, traceability, hingga kerapian tampilan kemasan.

Washable Ink Mengikuti Siklus Penggunaan Galon

Washable ink dirancang untuk kebutuhan yang berbeda dari tinta permanen.

Tujuannya bukan membuat kode mudah hilang saat digunakan, tetapi membuat hasil coding dapat dibersihkan melalui proses washing yang sudah ditentukan ketika kemasan akan digunakan kembali.

Dengan begitu, washable ink membantu mendukung siklus reusable packaging karena:

  • Kode tetap dapat digunakan selama produk beredar.
  • Kode lama dapat dibersihkan saat washing.
  • Galon dapat kembali ke kondisi yang lebih siap untuk dicetak ulang.
  • Risiko kode lama dan kode baru terlihat bersamaan dapat diminimalkan.
  • Proses reuse galon menjadi lebih terkontrol.

Karena itu, pada aplikasi galon reusable, tinta yang tepat bukan selalu tinta yang paling permanen. Yang lebih penting adalah memilih tinta yang cukup tahan selama dibutuhkan, tetapi tetap dapat dihapus saat masuk ke proses washing.

Hasil Implementasi yang Diharapkan

washable ink 1151 gressler pada coding galon 3

Setelah tinta dan parameter washing yang sesuai ditemukan melalui proses pengujian, hasil implementasi tidak hanya dinilai dari apakah kode bisa tercetak atau bisa dihapus.

Yang lebih penting adalah apakah kombinasi tinta, mesin CIJ, dan proses washing dapat mendukung siklus penggunaan galon secara konsisten.

Beberapa hasil yang diharapkan antara lain:

  • Kode tetap jelas selama distribusi
    Informasi seperti production date, batch number, atau kode produksi tetap dapat dibaca selama galon melewati proses handling, penyimpanan, transportasi, dan distribusi.
  • Kode lama dapat dibersihkan saat washing
    Ketika galon kembali ke fasilitas produksi, hasil coding dari siklus sebelumnya dapat dihilangkan melalui proses washing sesuai parameter yang telah diuji, termasuk penggunaan larutan NaOH 5%.
  • Risiko double coding dapat dikurangi
    Dengan kode lama yang sudah dibersihkan sebelum proses printing berikutnya, kemungkinan kode baru bertumpuk dengan informasi dari siklus sebelumnya dapat diminimalkan.
  • Traceability setiap siklus produksi lebih jelas
    Setiap galon dapat membawa informasi coding yang sesuai dengan siklus produksi terbaru tanpa terganggu oleh kode sebelumnya.
  • Galon dapat dicetak ulang setelah proses washing
    Setelah proses pencucian selesai, galon dapat kembali dipersiapkan untuk pengisian dan pencetakan kode baru.
  • Proses reusable packaging lebih terkontrol
    Siklus print → distribusi → return → washing → reprint dapat berjalan dengan proses coding yang lebih sesuai untuk kemasan yang digunakan berulang.

Tetap Menggunakan Sistem CIJ yang Sudah Sesuai

Salah satu manfaat penting dari pendekatan ini adalah customer tidak harus langsung mengganti teknologi printing yang sudah digunakan.

Jika sistem CIJ sudah sesuai dari sisi kecepatan line, posisi printing, dan kebutuhan produksi, tantangannya bisa saja berada pada karakter tinta yang digunakan.

Dengan memilih washable ink yang sesuai, customer dapat tetap memanfaatkan sistem CIJ yang sudah ada sambil menyesuaikan karakter hasil cetaknya dengan kebutuhan galon reusable.

Cleaning Dapat Mengikuti Proses Washing yang Sudah Tersedia

Pada studi kasus ini, customer sudah memiliki proses washing galon menggunakan NaOH 5%.

Karena itu, solusi tinta idealnya dapat mengikuti proses tersebut, bukan justru menambah tahapan cleaning yang kompleks.

Jika hasil pengujian menunjukkan kombinasi tinta dan parameter washing sesuai, proses penghapusan kode dapat menjadi bagian dari siklus pencucian galon sebelum kemasan kembali digunakan.

TP1151 Bisa Dipertimbangkan untuk Aplikasi Apa?

TP1151 tidak perlu diposisikan sebagai tinta untuk semua kebutuhan coding. Tinta ini lebih relevan untuk aplikasi yang memang membutuhkan hasil cetak dapat dibersihkan kembali setelah digunakan.

Beberapa aplikasi yang dapat dipertimbangkan antara lain:

Galon Reusable

TP1151 dapat dipertimbangkan untuk galon yang digunakan berulang kali dalam beberapa siklus produksi.

Setelah galon dikembalikan dari distribusi, kemasan akan dicuci, diisi ulang, lalu dicetak kembali dengan kode terbaru.

Pada aplikasi seperti ini, kode lama perlu dapat dihapus saat proses washing agar tidak mengganggu proses coding pada siklus berikutnya.

Returnable Packaging

Selain galon, TP1151 juga dapat dipertimbangkan untuk kemasan returnable lain yang:

  • Digunakan lebih dari satu kali.
  • Dikembalikan ke fasilitas produksi.
  • Mengalami proses washing.
  • Membutuhkan kode baru di setiap siklus penggunaan.

Pada aplikasi ini, washable ink membantu memastikan kode lama bisa dibersihkan sebelum kemasan digunakan kembali.

Aplikasi dengan NaOH Washing

TP1151 juga relevan untuk proses yang menggunakan larutan NaOH sebagai bagian dari washing.

Pada studi kasus ini, salah satu requirement customer adalah hasil coding dapat dibersihkan menggunakan NaOH 5%.

Namun, kemampuan tinta untuk terhapus tetap perlu diuji pada kondisi aktual karena hasilnya dapat dipengaruhi oleh:

  • Konsentrasi NaOH.
  • Suhu washing.
  • Lama kontak.
  • Metode pencucian.
  • Material kemasan.
  • Usia hasil coding.

Karena itu, pengujian washing tetap diperlukan sebelum implementasi.

Production Line Berbasis CIJ

TP1151 digunakan untuk aplikasi Continuous Inkjet Printer (CIJ).

Tinta ini dapat dipertimbangkan ketika production line tetap membutuhkan karakter CIJ seperti:

  • Printing pada produk yang bergerak.
  • Kecepatan produksi yang tinggi.
  • Data coding yang dapat berubah.
  • Integrasi dengan conveyor atau line produksi.

Namun, di saat yang sama, customer juga membutuhkan hasil cetak yang dapat dibersihkan saat kemasan masuk ke proses reuse.

Dengan kondisi tersebut, TP1151 dapat menjadi salah satu opsi untuk mempertahankan sistem CIJ yang sudah digunakan tanpa harus mengubah seluruh teknologi printing.

Tetap Perlu Pengujian pada Kondisi Aktual

Walaupun TP1151 memiliki karakter washable, kesesuaiannya tidak bisa ditentukan hanya dari jenis kemasan atau metode washing.

Sebelum digunakan di production line, sebaiknya dilakukan:

  • Sample print.
  • Adhesion test.
  • Drying test.
  • Washing test.
  • Uji dengan konsentrasi NaOH yang digunakan customer.
  • Evaluasi ghosting setelah cleaning.
  • Uji reprint setelah kemasan dicuci.

Dengan cara ini, penggunaan TP1151 dapat dipastikan berdasarkan kondisi produksi dan proses washing yang benar-benar dijalankan customer.

Kesimpulan

Studi kasus ini menunjukkan bahwa kebutuhan coding pada galon reusable berbeda dengan kemasan sekali pakai. Kode harus tetap jelas selama produk beredar, tetapi juga perlu dapat dihapus ketika galon kembali, dicuci, dan digunakan untuk siklus produksi berikutnya.

Karena itu, pemilihan tinta tidak cukup hanya melihat adhesion atau ketahanan hasil cetak. Dibutuhkan keseimbangan antara durability dan washability agar kode tetap terbaca selama distribusi, tetapi dapat dibersihkan pada proses washing yang sudah ditentukan.

TP1151 menjadi salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan karena merupakan acetone-based washable ink untuk aplikasi CIJ. Pada studi kasus ini, salah satu requirement utamanya adalah hasil coding dapat dibersihkan menggunakan larutan NaOH 5% sebelum galon dicetak ulang.

Ahmad

Ahmad

Technical Support Manager

Technical Reviewer

Ahmad adalah Manager Technical Support Gressler yang berpengalaman dalam menangani kebutuhan teknis mesin coding dan marking untuk berbagai industri manufaktur. Ia berperan dalam memastikan setiap solusi coding yang digunakan customer dapat berjalan stabil, sesuai kebutuhan produksi, dan didukung layanan teknis yang tepat. Dengan pengalaman di bidang technical support, Ahmad memahami berbagai aspek penting dalam aplikasi mesin coding, mulai dari pemilihan teknologi, instalasi, commissioning, troubleshooting, maintenance, hingga training operator. Ia juga terlibat dalam memastikan dukungan service, spare part, consumable, dan konsultasi teknis dapat membantu customer menjaga kelancaran produksi.

Lihat Profile Reviewer
Ahmad

Ahmad

Technical Support Manager

Technical Reviewer

Ahmad adalah Manager Technical Support Gressler yang berpengalaman dalam menangani kebutuhan teknis mesin coding dan marking untuk berbagai industri manufaktur. Ia berperan dalam memastikan setiap solusi coding yang digunakan customer dapat berjalan stabil, sesuai kebutuhan produksi, dan didukung layanan teknis yang tepat. Dengan pengalaman di bidang technical support, Ahmad memahami berbagai aspek penting dalam aplikasi mesin coding, mulai dari pemilihan teknologi, instalasi, commissioning, troubleshooting, maintenance, hingga training operator. Ia juga terlibat dalam memastikan dukungan service, spare part, consumable, dan konsultasi teknis dapat membantu customer menjaga kelancaran produksi.

Cari mesin coding yang sesuai material dan kebutuhan produksi?

Konsultasikan kebutuhan Anda dan coba trial gratis untuk melihat hasil cetaknya secara langsung.

Anda mungkin juga suka artikel ini

Konsultasi Gratis