Kenapa Hasil Cetak Expired Date Bisa Buram? Ini Solusinya

Table of Contents

PT Ben Sehat TIJ Gressler testimonial 4

Hasil cetak expired date yang buram, luntur, atau tidak konsisten sering dianggap sebagai masalah kecil di area produksi. Padahal, kode yang sulit dibaca bisa berdampak pada proses QC, distribusi, hingga kepercayaan customer terhadap kualitas produk.

Informasi seperti expired date dan batch number bukan sekadar pelengkap pada kemasan. Kode ini membantu produk tetap mudah dilacak, diperiksa, dan dikenali berdasarkan batch produksinya. Karena itu, hasil cetak harus jelas, rapi, dan konsisten di setiap kemasan.

Namun, penyebab hasil cetak bermasalah tidak selalu berasal dari mesin. Material kemasan, jenis tinta, kondisi permukaan, setting mesin, hingga speed produksi juga dapat memengaruhi kualitas cetak. Artikel ini akan membahas penyebab umum hasil cetak expired date buram, kenapa expired date luntur, dan bagaimana mencegah batch number tidak jelas pada proses produksi.

Kenapa Kualitas Cetak Expired Date Sangat Penting?

mesin coding expired date untuk cetak di botol obat tij

Kualitas cetak expired date sangat penting karena informasi ini berhubungan langsung dengan identitas produk, proses quality control, dan kepercayaan customer. Kode yang terlihat sederhana seperti expired date, batch number, atau kode produksi sebenarnya memiliki fungsi besar dalam alur produksi dan distribusi.

Berikut beberapa alasannya.

1. Membantu proses QC

Tim QC perlu memastikan setiap produk memiliki informasi yang benar dan mudah dibaca. Jika hasil cetak expired date buram, terlalu tipis, atau tidak lengkap, produk bisa tertahan untuk pengecekan ulang.

Dalam produksi volume besar, pengecekan tambahan seperti ini dapat memperlambat proses packing dan distribusi.

2. Mendukung traceability produk

Expired date dan batch number membantu perusahaan melacak produk berdasarkan waktu produksi atau batch tertentu. Jika terjadi komplain, kendala kualitas, atau kebutuhan penarikan produk, kode yang jelas akan memudahkan proses pelacakan.

Jika batch number tidak jelas, perusahaan bisa kesulitan mengetahui dari batch mana produk tersebut berasal.

3. Mengurangi risiko reject dan rework

Kode yang buram, luntur, atau tidak terbaca bisa membuat produk masuk kategori reject. Dalam beberapa kasus, produk perlu dicetak ulang, diperiksa kembali, atau kemasannya diganti.

Masalah ini bisa menambah waktu kerja, meningkatkan waste, dan membuat biaya produksi menjadi lebih tinggi.

4. Menjaga tampilan kemasan tetap profesional

Hasil cetak expired date juga memengaruhi tampilan kemasan. Kode yang rapi dan jelas membuat produk terlihat lebih profesional, terutama untuk produk yang masuk retail, distributor, atau customer besar.

Sebaliknya, kode yang miring, luntur, atau sulit dibaca dapat memberi kesan bahwa proses produksi kurang terkontrol.

5. Meningkatkan kepercayaan customer

Customer ingin melihat informasi produk dengan jelas, termasuk tanggal kedaluwarsa. Jika hasil cetak expired date buram atau expired date luntur, customer bisa ragu terhadap kualitas dan keamanan produk.

Penyebab Hasil Cetak Expired Date Buram atau Tidak Konsisten

Hasil cetak expired date yang buram, luntur, atau tidak konsisten tidak selalu disebabkan oleh mesin yang rusak. Dalam banyak kasus, masalah ini muncul karena kombinasi antara material kemasan, jenis tinta, setting mesin, kondisi line produksi, dan metode coding yang digunakan.

Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.

1. Material kemasan tidak sesuai dengan tinta

Setiap material kemasan memiliki karakter permukaan yang berbeda. Plastik, karton, pouch, botol, label, dan aluminium foil tidak bisa selalu menggunakan jenis tinta atau teknologi coding yang sama.

Misalnya, permukaan karton biasanya lebih mudah menyerap tinta dibanding plastik yang lebih licin. Sementara itu, kemasan seperti pouch atau aluminium foil membutuhkan tinta atau metode coding yang benar-benar sesuai agar hasil cetak tidak mudah luntur.

Karena itu, sebelum menentukan mesin atau tinta, material kemasan perlu diuji terlebih dahulu.

2. Jenis tinta tidak cocok

Tinta yang tidak sesuai dengan permukaan kemasan bisa menyebabkan hasil cetak sulit menempel, lama kering, atau mudah terhapus. Inilah salah satu penyebab umum expired date luntur setelah produk melewati proses handling, packing, atau distribusi.

Jenis tinta sebaiknya dipilih berdasarkan material kemasan dan kondisi produksi. Produk yang permukaannya licin, terkena suhu dingin, lembap, atau sering bergesekan membutuhkan tinta dengan karakter yang berbeda.

3. Permukaan kemasan terlalu licin, lembap, atau berdebu

Kondisi permukaan kemasan juga sangat memengaruhi hasil cetak. Jika permukaan terlalu licin, lembap, berdebu, berminyak, atau tidak bersih, tinta akan lebih sulit menempel dengan sempurna.

Akibatnya, kode bisa terlihat tipis, mudah smudge, atau terhapus saat disentuh. Masalah ini sering membuat hasil cetak expired date buram meskipun mesin masih berfungsi normal.

4. Setting mesin kurang tepat

Setting mesin yang tidak sesuai dapat membuat hasil cetak menjadi tidak tajam. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain jarak printhead, speed conveyor, resolusi cetak, timing sensor, tekanan, atau suhu pada metode coding tertentu.

Jika jarak printhead terlalu jauh, hasil cetak bisa terlihat pecah atau tidak jelas. Jika timing sensor tidak tepat, posisi kode bisa bergeser. Karena itu, setting mesin harus disesuaikan dengan kondisi line produksi dan jenis kemasan yang digunakan.

5. Speed produksi terlalu cepat untuk mesin yang digunakan

Pada line produksi cepat, mesin coding harus mampu mengikuti ritme conveyor. Jika speed produksi lebih tinggi dari kemampuan mesin, hasil cetak bisa bergeser, putus-putus, terlalu tipis, atau tidak terbaca jelas.

Masalah ini sering muncul saat volume produksi meningkat, tetapi mesin coding yang digunakan belum disesuaikan dengan kebutuhan line. Akibatnya, batch number tidak jelas dan produk perlu dicek ulang oleh tim QC.

Baca juga: Mesin Coding High Speed untuk Produksi Ribuan Produk

6. Printhead kotor atau kurang maintenance

Printhead yang kotor, mampet, atau tidak dirawat secara rutin dapat membuat tinta keluar tidak stabil. Hasilnya, cetakan bisa putus-putus, sebagian kode tidak keluar, atau ketebalan cetak tidak merata.

Maintenance sederhana seperti cleaning printhead, pengecekan cartridge, tinta, atau consumable dapat membantu menjaga hasil cetak tetap konsisten. Jika bagian ini diabaikan, kualitas coding biasanya akan menurun seiring waktu.

7. Metode coding tidak sesuai dengan kebutuhan produksi

Setiap metode coding memiliki karakter yang berbeda. Hot stamp, TIJ, CIJ, TTO, dan Laser tidak selalu cocok untuk semua material, volume produksi, atau jenis informasi yang dicetak.

Expired Date Luntur: Masalahnya di Tinta, Material, atau Proses?

PT Ben Sehat TIJ Gressler testimonial

Ketika expired date luntur, penyebabnya tidak selalu karena mesin coding bermasalah. Dalam banyak kasus, hasil cetak mudah terhapus karena kombinasi antara jenis tinta, karakter material kemasan, dan kondisi handling setelah proses cetak.

Artinya, sebelum mengganti mesin, perlu dilihat dulu apakah tinta yang digunakan sudah sesuai dengan permukaan kemasan dan kondisi produksi.

1. Tinta harus sesuai dengan jenis material

Setiap material membutuhkan jenis tinta yang berbeda. Tinta yang cocok untuk karton belum tentu cocok untuk plastik, pouch, botol, aluminium foil, atau label glossy.

Jika tinta tidak sesuai dengan material, hasil cetak bisa terlihat jelas di awal, tetapi mudah luntur saat disentuh, terkena gesekan, atau melewati proses packing.

2. Permukaan plastik licin butuh daya rekat berbeda

Kemasan plastik biasanya memiliki permukaan yang lebih licin dibanding karton. Karena itu, tinta perlu memiliki daya rekat yang sesuai agar bisa menempel dengan baik.

Jika daya rekat tinta kurang kuat, kode expired date bisa mudah smudge, bergeser, atau terhapus. Masalah ini sering terlihat pada kemasan plastik, pouch, botol, atau permukaan glossy.

3. Kondisi produk bisa memengaruhi ketahanan cetak

Beberapa produk melewati kondisi handling yang lebih berat. Misalnya kemasan terkena minyak, air, suhu dingin, kelembapan, atau gesekan antar produk saat packing dan distribusi.

Dalam kondisi seperti ini, tinta harus diuji terlebih dahulu. Tujuannya untuk memastikan kode tetap terbaca setelah produk melewati proses produksi, penyimpanan, dan pengiriman.

4. Tinta yang lama kering bisa menyebabkan smudge

Pada line produksi cepat, tinta harus bisa kering dalam waktu singkat. Jika tinta terlalu lama kering, kode bisa smudge saat produk bergerak di conveyor atau bersentuhan dengan kemasan lain.

Masalah ini bukan hanya membuat hasil cetak terlihat kotor, tetapi juga bisa membuat batch number tidak jelas dan menyulitkan proses QC.

5. Test print penting sebelum menentukan solusi

Cara paling aman untuk memastikan hasil cetak tidak luntur adalah melakukan test print pada kemasan asli. Dari proses ini, bisa dilihat apakah tinta menempel dengan baik, cepat kering, dan tetap terbaca setelah digesek atau melewati simulasi handling.

Karena itu, masalah expired date luntur sebaiknya tidak langsung disimpulkan sebagai kerusakan mesin. Sering kali, solusinya ada pada pemilihan tinta yang lebih tepat, penyesuaian setting, atau penggunaan teknologi coding yang lebih sesuai dengan material kemasan.

Studi Kasus Customer: PT Ben Sehat Sejahtera dan Kebutuhan Hasil Cetak yang Konsisten

pt ben sehat tij botol obat 3

Dalam produksi, hasil cetak expired date dan batch number tidak cukup hanya “tercetak”. Kode harus jelas, rapi, mudah dibaca, dan konsisten di setiap kemasan. Jika hasil cetak terlalu tipis, buram, atau berbeda antar produk, proses QC bisa menjadi lebih lama dan tampilan kemasan terlihat kurang profesional.

Hal ini juga menjadi perhatian dalam proses produksi PT Ben Sehat Sejahtera.

Kondisi awal: masih menggunakan metode manual

Sebelumnya, PT Ben Sehat Sejahtera menggunakan metode manual atau hot stamp untuk mencetak batch number dan expired date.

Pada metode ini, hasil cetak sangat bergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • tekanan saat mencetak,
  • panas yang digunakan,
  • posisi cetak,
  • ketelitian operator,
  • dan kondisi material kemasan.

Jika salah satu faktor tidak stabil, hasil cetak bisa menjadi kurang rapi, tidak rata, atau sulit dibaca.

Baca juga: Cetak Expired Date Manual? Saatnya Pakai Mesin Otomatis

Tantangan: hasil cetak harus konsisten saat produksi meningkat

Saat kebutuhan produksi mulai meningkat, proses manual mulai menunjukkan batasnya. Kode yang dicetak harus tetap jelas di setiap produk, tetapi proses manual bisa menghasilkan kualitas yang berbeda-beda.

Beberapa tantangan yang dapat muncul antara lain:

  • hasil cetak berbeda antar produk,
  • pergantian data expired date dan batch number memakan waktu,
  • risiko salah cetak lebih tinggi,
  • kemasan bisa rusak karena tekanan atau panas,
  • dan QC perlu melakukan pengecekan tambahan.

Dalam kondisi ini, konsistensi cetak menjadi kebutuhan penting, bukan sekadar urusan tampilan.

Solusi: beralih ke teknologi TIJ

Dengan penggunaan teknologi TIJ, proses coding menjadi lebih praktis karena pencetakan dilakukan secara non-contact. Artinya, mesin tidak perlu menekan permukaan kemasan seperti pada hot stamp manual.

Pendekatan ini membantu mengurangi risiko kerusakan kemasan, terutama pada material yang sensitif terhadap tekanan atau panas.

Selain itu, TIJ juga memudahkan operator saat mengganti informasi seperti:

  • expired date,
  • batch number,
  • kode produksi,
  • atau format kode lainnya.

Proses yang sebelumnya banyak bergantung pada setting manual bisa dibuat lebih standar, sehingga hasil cetak menjadi lebih rapi dan konsisten.

Insight dari customer: kode yang jelas membantu QC dan tampilan kemasan

Dari pengalaman PT Ben Sehat Sejahtera, insight utamanya adalah bahwa solusi coding yang tepat tidak hanya membantu produksi berjalan lebih cepat. Mesin yang sesuai juga membantu menjaga kualitas hasil cetak agar kode tetap mudah dibaca dan mendukung proses QC.

Kode yang jelas dapat membantu tim produksi memastikan setiap produk memiliki informasi yang benar sebelum masuk ke tahap packing atau distribusi. Di sisi lain, tampilan kode yang rapi juga membuat kemasan terlihat lebih profesional.

Karena itu, pemilihan teknologi coding perlu disesuaikan dengan material kemasan, kebutuhan produksi, dan standar hasil cetak yang ingin dicapai.

Cara Gressler Membantu Menghasilkan Coding yang Lebih Jelas dan Konsisten

PT Ben Sehat TIJ Gressler testimonial 3

Hasil cetak expired date yang buram atau mudah luntur tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengganti mesin. Dalam banyak kasus, masalahnya perlu dilihat dari beberapa sisi: material kemasan, jenis tinta, kondisi permukaan, setting mesin, hingga cara operator menjalankan proses coding.

Karena itu, Gressler membantu customer dengan melihat kebutuhan produksi secara menyeluruh sebelum menentukan solusi yang tepat.

1. Menganalisis masalah hasil cetak saat ini

Langkah pertama adalah memahami masalah yang sedang terjadi. Apakah hasil cetak terlalu tipis, mudah luntur, putus-putus, bergeser, atau tidak terbaca dengan jelas.

Dari analisis ini, tim Gressler dapat melihat apakah masalah lebih banyak dipengaruhi oleh tinta, material, setting mesin, speed produksi, atau metode coding yang digunakan.

2. Mengecek material kemasan

Setiap material membutuhkan pendekatan yang berbeda. Kemasan plastik, karton, pouch, botol, label, atau aluminium foil tidak selalu cocok menggunakan jenis tinta dan teknologi coding yang sama.

Dengan mengecek material kemasan terlebih dahulu, solusi yang diberikan bisa lebih sesuai dengan kebutuhan produksi dan standar hasil cetak yang diinginkan.

3. Mengecek kondisi permukaan kemasan

Selain jenis material, kondisi permukaan juga sangat memengaruhi hasil cetak. Permukaan yang licin, fleksibel, berwarna gelap, berdebu, lembap, atau terkena minyak bisa membuat tinta sulit menempel.

Kondisi seperti ini perlu diperiksa sebelum menentukan mesin atau tinta. Tujuannya agar expired date, batch number, dan kode produksi tidak hanya terlihat jelas saat dicetak, tetapi juga tetap terbaca setelah proses handling.

4. Merekomendasikan teknologi yang sesuai

Setelah masalah dan karakter kemasan dipahami, Gressler dapat membantu merekomendasikan teknologi coding yang paling sesuai. Pilihannya bisa berupa TIJ, CIJ, TTO, Laser, atau solusi lain sesuai kebutuhan produksi.

Misalnya, TIJ dapat digunakan untuk hasil cetak tajam pada material tertentu, CIJ cocok untuk line cepat dan produksi volume besar, TTO umum digunakan pada flexible packaging, sedangkan Laser bisa dipertimbangkan untuk kebutuhan marking permanen.

5. Memilih tinta yang tepat

Tinta memiliki peran besar dalam kualitas hasil cetak. Jika tinta tidak sesuai dengan material, hasilnya bisa mudah luntur, lama kering, atau tidak menempel sempurna.

Gressler dapat membantu menyesuaikan jenis tinta dengan material kemasan dan kondisi produksi, termasuk kebutuhan seperti cepat kering, tahan gesekan, atau cocok untuk permukaan licin.

6. Melakukan test print pada sample kemasan

Test print adalah langkah penting sebelum menentukan solusi. Dari proses ini, customer bisa melihat langsung apakah hasil cetak sudah jelas, posisi kode sesuai, tinta menempel dengan baik, dan tidak mudah terhapus.

Dengan test print pada kemasan asli, risiko salah memilih mesin atau tinta bisa dikurangi.

7. Instalasi dan setting mesin

Setelah mesin dipilih, instalasi dan setting perlu dilakukan dengan tepat. Posisi printhead, jarak cetak, timing sensor, speed conveyor, dan format kode harus disesuaikan dengan kondisi line produksi.

Setting yang tepat membantu hasil cetak lebih stabil dan konsisten di setiap produk.

8. Training operator

Operator juga berperan penting dalam menjaga kualitas hasil coding. Karena itu, training diperlukan agar operator memahami cara mengganti data, mengatur format kode, melakukan pengecekan dasar, dan menjaga kebersihan printhead atau consumable.

Dengan operator yang memahami prosesnya, risiko hasil cetak tidak konsisten bisa dikurangi.

9. Support teknis setelah pembelian

Setelah mesin digunakan, support teknis tetap penting untuk menjaga performa mesin. Dukungan ini membantu jika ada kendala hasil cetak, kebutuhan maintenance, penggantian tinta atau consumable, maupun penyesuaian setting saat ada perubahan produk.

Kesimpulan

Hasil cetak expired date yang buram, luntur, atau tidak konsisten bisa disebabkan oleh material kemasan, jenis tinta, kondisi permukaan, setting mesin, speed produksi, atau metode coding yang kurang sesuai.

Karena itu, kualitas coding perlu diuji langsung pada kemasan asli. Dengan test print yang tepat, expired date dan batch number dapat tercetak lebih jelas, menempel dengan baik, tidak mudah luntur, dan tetap konsisten di setiap produk.

FAQ

1. Kenapa hasil cetak expired date bisa buram?

Hasil cetak expired date bisa buram karena tinta tidak sesuai dengan material kemasan, permukaan terlalu licin atau kotor, setting mesin kurang tepat, speed produksi terlalu cepat, atau printhead kotor.

2. Kenapa expired date mudah luntur?

Expired date mudah luntur biasanya karena tinta tidak menempel sempurna pada permukaan kemasan. Penyebabnya bisa dari jenis tinta yang kurang sesuai, permukaan kemasan terlalu licin, lembap, terkena minyak, atau tinta belum kering saat produk masuk proses berikutnya.

3. Apa penyebab batch number tidak jelas?

Batch number tidak jelas bisa disebabkan oleh jarak printhead yang kurang tepat, tinta tidak keluar stabil, material kemasan tidak cocok, printhead kotor, atau speed conveyor tidak sesuai dengan kemampuan mesin coding.

4. Apakah semua tinta coding cocok untuk semua kemasan?

Tidak. Setiap material kemasan membutuhkan jenis tinta yang berbeda. Tinta untuk karton belum tentu cocok untuk plastik, pouch, botol, label glossy, atau aluminium foil. Karena itu, pemilihan tinta harus disesuaikan dengan material kemasan.

5. Bagaimana cara mencegah hasil cetak expired date luntur?

Cara mencegahnya adalah memilih tinta yang sesuai, memastikan permukaan kemasan bersih, menyesuaikan setting mesin, memperhatikan waktu kering tinta, dan melakukan test print pada sample kemasan asli sebelum produksi.

6. Apakah TIJ bisa menghasilkan cetakan yang tajam?

Ya, TIJ dapat menghasilkan cetakan yang tajam dan rapi pada material yang sesuai. Namun, tetap perlu dilakukan test print untuk memastikan tinta menempel dengan baik dan tidak mudah luntur pada kemasan yang digunakan.

7. Kapan perlu mengganti metode coding?

Metode coding perlu dievaluasi jika hasil cetak sering buram, luntur, tidak konsisten, atau tidak sesuai dengan speed produksi. Bisa jadi metode yang digunakan tidak cocok dengan material, volume produksi, atau standar hasil cetak yang dibutuhkan.

8. Kenapa test print penting sebelum memilih mesin coding?

Test print penting untuk memastikan hasil cetak expired date, batch number, dan kode produksi terlihat jelas, cepat kering, menempel dengan baik, dan tidak mudah terhapus pada kemasan asli.

Tag :

Share artikel ini

Hubungi expert coding & marking kami hari ini

Jelajahi bagaimana continuous inkjet printers Gressler dapat meningkatkan operasional kemasan Anda!

Anda mungkin juga suka artikel ini