Laser Marking Fiber: Pengertian, Cara Kerja, Aplikasi

Bagikan artikel ini

Bagikan artikel ini

Daftar isi

Jenis teknologi laser marking fiber

Dalam proses produksi, kode yang jelas, tahan lama, dan mudah dibaca sangat penting untuk mendukung traceability, kualitas produk, dan kepatuhan terhadap standar industri. Namun, masalah seperti hasil marking mudah pudar, biaya consumable tinggi, atau teknologi yang kurang sesuai dengan material masih sering terjadi.

Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah laser marking fiber, terutama untuk aplikasi pada logam dan beberapa jenis plastik. Teknologi ini mampu menghasilkan kode, teks, logo, barcode, QR Code, dan DataMatrix secara permanen tanpa menggunakan tinta.

Artikel ini akan membahas pengertian laser marking fiber, cara kerja, kelebihan, material yang sesuai, serta hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih mesin untuk kebutuhan produksi.

Apa Itu Laser Marking Fiber?

Jenis teknologi laser marking fiber

Laser marking fiber adalah teknologi penandaan yang menggunakan sinar laser untuk membuat kode, teks, simbol, atau gambar secara permanen pada permukaan material. Teknologi ini banyak digunakan pada logam dan beberapa jenis plastik karena mampu menghasilkan marking yang tajam, presisi, dan tahan lama.

Proses pencetakannya dilakukan tanpa menyentuh permukaan produk secara langsung atau non-contact marking. Sinar laser diarahkan ke area tertentu pada produk sehingga terjadi perubahan pada permukaan material dan membentuk informasi sesuai data yang telah diatur.

Berbeda dengan printer berbasis tinta seperti CIJ atau TIJ, fiber laser tidak menggunakan tinta, cartridge, atau make-up fluid untuk menghasilkan kode. Hal ini dapat membantu mengurangi kebutuhan consumable dan aktivitas penggantian tinta dalam proses produksi.

Teknologi ini disebut fiber laser karena sinar laser dihasilkan dan diperkuat melalui serat optik atau optical fiber. Karakteristik tersebut membuat fiber laser sangat sesuai untuk kebutuhan marking pada material seperti stainless steel, aluminium, besi, serta beberapa jenis plastik.

Dalam industri, fiber laser banyak digunakan untuk kebutuhan coding, identifikasi produk, dan traceability pada komponen maupun kemasan yang membutuhkan hasil marking permanen.

Apa Fungsi Laser Marking Fiber?

Fungsi utama laser marking fiber adalah memberikan informasi identifikasi pada produk atau komponen secara jelas dan permanen. Informasi tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan produksi, kontrol kualitas, pelacakan produk, hingga identifikasi setiap batch atau komponen.

Fiber laser dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis informasi, seperti:

  • Serial number, untuk memberikan identitas unik pada setiap produk atau komponen.
  • Batch number dan lot number, untuk memudahkan pelacakan kelompok produksi.
  • Production code, sebagai informasi proses atau waktu produksi.
  • Expired date, untuk mencantumkan batas waktu penggunaan produk pada material yang sesuai.
  • Logo dan identitas merek, untuk memberikan branding permanen pada produk.
  • Barcode, untuk mendukung identifikasi dan pencatatan otomatis.
  • QR Code dan DataMatrix, untuk menyimpan informasi lebih banyak dalam kode dua dimensi.
  • Nomor komponen atau part number, yang banyak digunakan pada industri elektronik, otomotif, dan engineering.
  • Informasi traceability, untuk membantu melacak asal, proses, atau riwayat suatu produk.

Karena hasil marking dapat dibuat permanen dan memiliki detail yang tinggi, fiber laser sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan kode tetap terbaca sepanjang masa pakai produk.

Bagaimana Cara Kerja Fiber Laser Marking?

laser marking fiber produk gressler indonesia 2

Fiber laser marking bekerja dengan mengarahkan sinar laser ke permukaan material untuk membentuk kode atau tanda tertentu. Proses ini berlangsung tanpa kontak langsung dengan produk.

Secara sederhana, alurnya adalah:

Laser source → laser beam → scanner/galvo → focusing lens → permukaan material → terbentuk marking

Berikut penjelasan singkatnya:

  1. Laser source menghasilkan sinar laser
    Mesin menghasilkan energi laser dari sumber laser fiber.
  2. Sinar laser diarahkan oleh scanner atau galvo
    Sistem galvo menggerakkan dan mengarahkan sinar laser sesuai bentuk teks, kode, logo, barcode, atau gambar yang ingin dibuat.
  3. Sinar difokuskan melalui lensa
    Lensa memusatkan energi laser pada area tertentu agar marking dapat terbentuk secara presisi.
  4. Laser berinteraksi dengan permukaan material
    Energi laser mengenai material dan menghasilkan perubahan pada permukaannya.
  5. Marking terbentuk
    Hasil akhirnya dapat berupa perubahan warna, penghilangan lapisan permukaan, engraving, atau efek lainnya.

Jenis hasil marking dapat berbeda tergantung pada material, kekuatan laser, kecepatan marking, fokus, dan parameter lainnya. Karena itu, pengaturan mesin perlu disesuaikan dengan material dan target hasil yang diinginkan.

Apakah Fiber Laser Menggunakan Tinta?

Tidak. Fiber laser marking tidak menggunakan tinta untuk menghasilkan kode.

Marking dibuat melalui interaksi langsung antara energi laser dan permukaan material. Karena itu, mesin tidak membutuhkan consumable printing seperti:

  • Tinta.
  • Cartridge.
  • Make-up fluid.
  • Ribbon.

Hal ini dapat membantu mengurangi aktivitas penggantian consumable selama produksi. Selain itu, karena tidak menggunakan sistem penyemprotan tinta, fiber laser juga tidak memiliki nozzle tinta yang dapat mengalami masalah seperti penyumbatan.

Bagi production line yang menggunakan printer berbasis tinta, kondisi seperti tinta habis, penggantian cartridge, atau pembersihan nozzle dapat menjadi salah satu penyebab berhentinya proses coding. Fiber laser dapat mengurangi kebutuhan tersebut karena proses marking dilakukan tanpa tinta.

Namun, bukan berarti fiber laser sepenuhnya bebas perawatan. Komponen seperti lensa, sistem pendingin, enclosure, dan fume extraction tetap perlu diperiksa dan dirawat agar mesin dapat bekerja secara optimal.

Perbedaan Laser Marking Fiber, CO2, dan UV

jenis jenis teknologi laser marking coding

Fiber, CO2, dan UV laser sama-sama digunakan untuk proses coding dan marking tanpa tinta. Perbedaannya terutama terletak pada jenis panjang gelombang laser, material yang paling sesuai, serta efek laser pada permukaan produk.

Karena karakteristik setiap material berbeda, satu jenis laser tidak selalu cocok untuk semua aplikasi. Pemilihan teknologi sebaiknya disesuaikan dengan material produk, kebutuhan hasil marking, dan kondisi production line.

Aspek Fiber Laser CO2 Laser UV Laser
Material yang umum digunakan Logam dan beberapa jenis plastik Karton, kertas, kayu, kaca, plastik dan material organik tertentu Plastik, kaca, elektronik, dan material sensitif terhadap panas
Kesesuaian untuk logam Sangat baik Umumnya kurang sesuai untuk logam tanpa perlakuan khusus Bisa digunakan pada aplikasi tertentu
Kesesuaian untuk plastik Cocok untuk jenis plastik tertentu Cocok untuk banyak jenis plastik tertentu Sangat baik untuk banyak plastik sensitif
Efek panas pada material Relatif lebih tinggi dibanding UV Relatif lebih tinggi Lebih rendah karena menggunakan proses marking dengan efek panas yang minimal
Hasil marking Tajam, permanen, dan cocok untuk detail kecil Permanen dan cocok untuk berbagai kemasan Sangat presisi dan cocok untuk detail halus
Aplikasi umum Serial number, DataMatrix, QR Code, part number, logo pada metal Expired date, batch code, logo pada karton, film, botol, dan kemasan QR Code, DataMatrix, kode kecil, dan marking pada material sensitif
Industri yang banyak menggunakan Automotive, electronics, electrical components, metal parts Food & Beverage, Pharmaceutical, Cosmetics, Packaging Electronics, Pharmaceutical, Medical, Cosmetics
Consumable tinta Tidak menggunakan tinta Tidak menggunakan tinta Tidak menggunakan tinta
Kebutuhan utama Marking permanen pada metal dan komponen industri Coding pada kemasan dan material non-metal Marking presisi dengan dampak panas minimal
Biaya investasi Tergantung konfigurasi dan power Tergantung power dan integrasi Umumnya lebih tinggi karena teknologi yang lebih kompleks

Untuk penjelasan lebih lanjut terkait perbedaan laser UV dan laser fiber, bisa baca artikel UV Laser vs Fiber Laser | Mana yang Cocok untuk Industri Anda

Material Apa Saja yang Bisa Dicetak dengan Fiber Laser?

laser marking fiber gressler hasil print besi

Fiber laser paling banyak digunakan untuk marking pada material logam dan beberapa jenis plastik. Namun, hasil marking tidak hanya ditentukan oleh jenis material. Warna, coating, finishing permukaan, ketebalan, dan parameter laser juga dapat memengaruhi hasil akhirnya.

Karena itu, pertanyaan seperti “Apakah produk saya bisa dilaser?” sebaiknya tidak hanya dijawab berdasarkan nama material. Sample marking tetap diperlukan untuk memastikan hasilnya sesuai kebutuhan.

Material Kesesuaian dengan Fiber Laser Contoh Aplikasi Catatan
Stainless steel Sangat sesuai Serial number, logo, QR Code, DataMatrix, part number Cocok untuk permanent marking dan traceability
Aluminium Sangat sesuai Logo, kode produksi, serial number, QR Code Hasil dapat berbeda pada bare dan anodized aluminium
Besi & baja Sangat sesuai Komponen mesin, tools, automotive part Cocok untuk marking identifikasi komponen
Tembaga Tergantung aplikasi Serial number, kode komponen Material reflektif dapat membutuhkan konfigurasi khusus
Kuningan Sesuai pada banyak aplikasi Logo, part number, identification code Parameter perlu disesuaikan dengan permukaan material
Plastik tertentu Bisa digunakan QR Code, serial number, logo, kode produk Sangat bergantung pada jenis polymer dan additive
Kertas & karton Umumnya kurang ideal Coding kemasan CO2 laser biasanya lebih sesuai
Kayu Umumnya kurang ideal Logo atau marking permukaan CO2 laser biasanya lebih sesuai
Kaca tertentu Terbatas Marking produk CO2 atau UV laser dapat lebih sesuai
Flexible film tertentu Terbatas Coding kemasan Harus memperhatikan ketebalan dan efek panas
Plastik transparan tertentu Terbatas Coding produk UV laser dapat menjadi alternatif

Apa Kelebihan Fiber Laser Marking?

Fiber laser marking memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya cocok untuk kebutuhan coding dan marking industri. Teknologi ini banyak dipilih ketika perusahaan membutuhkan hasil marking yang permanen, presisi, minim consumable, serta dapat mendukung kebutuhan traceability.

1. Hasil Marking Lebih Permanen

Fiber laser menghasilkan marking melalui interaksi langsung dengan permukaan material. Karena itu, kode tidak hanya menempel di atas permukaan seperti tinta.

Hasil marking dapat lebih tahan terhadap gesekan, sentuhan, dan proses handling, sehingga cocok untuk serial number, part number, logo, atau informasi traceability yang perlu tetap terbaca dalam jangka panjang.

2. Hasil Marking Tajam dan Presisi

Masalah seperti kode buram, kurang tajam, atau sulit dibaca dapat mengganggu proses identifikasi produk.

Fiber laser mampu menghasilkan detail marking yang tinggi sehingga sesuai untuk mencetak teks kecil, logo, serial number, barcode, QR Code, hingga DataMatrix.

Presisi ini juga penting ketika kode perlu dibaca menggunakan scanner atau vision system.

3. Tidak Membutuhkan Tinta

Fiber laser tidak menggunakan tinta, cartridge, make-up fluid, maupun ribbon untuk menghasilkan marking.

Hal ini dapat membantu perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap consumable printing dan biaya pembelian tinta secara rutin, terutama pada production line dengan volume produksi tinggi.

4. Mengurangi Aktivitas Penggantian Consumable

Pada printer berbasis tinta, operator perlu melakukan penggantian cartridge, penambahan tinta, atau pengisian consumable secara berkala.

Karena fiber laser tidak menggunakan consumable tersebut, aktivitas penggantian dapat dikurangi. Hal ini membantu proses marking menjadi lebih praktis dan mengurangi intervensi operator selama produksi.

5. Tidak Menggunakan Nozzle Tinta

Masalah seperti nozzle tersumbat, tinta mengering, atau aliran tinta tidak stabil dapat terjadi pada sistem inkjet tertentu.

Fiber laser tidak menggunakan nozzle atau sistem penyemprotan tinta. Karena itu, gangguan yang berkaitan dengan nozzle dan aliran tinta dapat dihindari.

6. Cocok untuk Barcode dan 2D Code

Fiber laser mampu menghasilkan detail yang tinggi, sehingga cocok untuk kebutuhan barcode, QR Code, dan DataMatrix.

Kemampuan ini sangat berguna untuk perusahaan yang membutuhkan kode yang dapat dibaca scanner untuk proses identifikasi, tracking, quality control, dan traceability.

Namun, keterbacaan kode tetap dipengaruhi oleh kontras, ukuran kode, kondisi material, dan parameter laser.

7. Dapat Mendukung Production Line Berkecepatan Tinggi

Fiber laser dapat digunakan untuk aplikasi high-speed marking dengan konfigurasi yang sesuai.

Kecepatan aktualnya dipengaruhi oleh panjang pesan, ukuran area marking, jenis kode, material, kecepatan conveyor, serta konfigurasi laser. Karena itu, pengujian langsung pada kondisi production line sangat disarankan.

8. Mendukung Kebutuhan Traceability

Fiber laser dapat digunakan untuk membuat serial number, QR Code, DataMatrix, dan unique code yang berbeda pada setiap produk.

Kode tersebut dapat membantu perusahaan melacak produk atau komponen berdasarkan batch, waktu produksi, atau identitas tertentu.

Fiber Laser 20W, 30W, 50W, atau Lebih Besar: Apa Bedanya?

Fiber laser tersedia dalam berbagai pilihan power, seperti 20W, 30W, 50W, hingga daya yang lebih besar. Perbedaan watt ini memengaruhi kemampuan mesin dalam memproses material, kecepatan marking, serta kedalaman hasil marking.

Namun, power laser bukan ukuran kualitas mesin. Fiber laser 50W tidak selalu lebih baik dibanding 20W atau 30W. Mesin yang tepat adalah mesin yang paling sesuai dengan material, jenis kode, kecepatan produksi, dan hasil marking yang dibutuhkan.

Secara umum, semakin besar power laser, semakin besar energi yang dapat diberikan ke permukaan material. Hal ini dapat memberikan keuntungan untuk aplikasi tertentu, terutama ketika dibutuhkan proses marking yang lebih cepat atau lebih dalam.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat membandingkan power fiber laser antara lain:

Material yang Akan Dimarking

Setiap material memiliki respons yang berbeda terhadap laser. Stainless steel, aluminium, besi, dan beberapa jenis plastik dapat membutuhkan parameter yang berbeda.

Karena itu, kebutuhan power sebaiknya ditentukan berdasarkan material produk yang sebenarnya, bukan hanya berdasarkan asumsi bahwa watt lebih besar akan memberikan hasil lebih baik.

Kedalaman Marking

Untuk kebutuhan marking standar seperti serial number, logo, QR Code, atau DataMatrix, power yang sangat besar belum tentu diperlukan.

Namun, jika aplikasinya membutuhkan engraving yang lebih dalam, power yang lebih tinggi dapat membantu mempercepat proses penghilangan material dibandingkan power yang lebih rendah.

Kecepatan Marking

Power yang lebih besar dapat memberikan fleksibilitas untuk menghasilkan marking dalam waktu lebih singkat pada aplikasi tertentu.

Hal ini menjadi penting pada production line berkecepatan tinggi, karena mesin harus menyelesaikan proses marking sebelum produk berikutnya masuk ke area laser.

Namun, kecepatan marking tidak hanya ditentukan oleh watt. Jenis kode, ukuran marking, material, dan parameter laser juga sangat memengaruhi waktu proses.

Ukuran dan Kompleksitas Marking

Marking berupa beberapa karakter sederhana tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan QR Code berukuran besar, logo dengan detail tinggi, atau DataMatrix dengan banyak informasi.

Semakin besar dan kompleks area marking, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses tersebut. Dalam kondisi tertentu, power yang lebih tinggi dapat membantu mengurangi processing time.

Cycle Time Production Line

Cycle time adalah waktu yang tersedia untuk melakukan marking pada setiap produk.

Misalnya, jika satu produk hanya berada di area marking dalam waktu sangat singkat, mesin harus mampu menyelesaikan seluruh kode dalam waktu tersebut.

Karena itu, pemilihan power fiber laser perlu disesuaikan dengan:

  • Kecepatan conveyor.
  • Jumlah produk per menit.
  • Panjang pesan.
  • Ukuran kode.
  • Jenis material.
  • Target kualitas marking.

Apakah Semakin Besar Watt Fiber Laser Semakin Bagus?

Belum tentu.

Fiber laser dengan watt lebih besar memang dapat memberikan kemampuan tambahan untuk aplikasi tertentu, tetapi belum tentu memberikan keuntungan jika kebutuhan produksinya sebenarnya dapat dipenuhi oleh power yang lebih rendah.

Sebagai contoh, memilih 50W untuk aplikasi yang sudah dapat diselesaikan dengan baik menggunakan 20W atau 30W dapat membuat investasi menjadi lebih tinggi tanpa memberikan manfaat yang signifikan.

Sebaliknya, memilih power terlalu rendah untuk aplikasi yang membutuhkan marking dalam, area besar, atau cycle time sangat cepat dapat menyebabkan proses marking terlalu lama atau hasilnya tidak sesuai target.

Karena itu, saat membandingkan quotation, procurement sebaiknya tidak hanya melihat angka 20W, 30W, atau 50W. Perhatikan juga material, target hasil marking, kecepatan produksi, konfigurasi mesin, serta kebutuhan integrasinya.

Cara terbaik untuk menentukan power yang sesuai adalah dengan melakukan sample marking dan cycle time test pada produk aktual. Dari pengujian tersebut, perusahaan dapat melihat apakah hasil marking sudah jelas, waktu proses sesuai dengan production line, dan konfigurasi laser yang dipilih tidak berlebihan maupun kurang.

Apakah Fiber Laser Bisa Digunakan pada Production Line Berjalan?

Bisa. Fiber laser dapat digunakan pada production line yang berhenti saat proses marking maupun pada line yang terus bergerak.

Pemilihan sistemnya tergantung pada cara kerja mesin produksi, kecepatan line, posisi produk, serta waktu yang tersedia untuk proses marking.

Secara umum, ada dua metode yang digunakan, yaitu static laser marking dan flying atau on-the-fly laser marking.

Static Laser Marking

Pada static laser marking, produk harus berhenti terlebih dahulu di area marking.

Setelah posisi produk sesuai, fiber laser akan melakukan proses marking. Produk kemudian bergerak kembali setelah kode selesai dibuat.

Metode ini cocok untuk:

  • Production line dengan sistem stop-and-go.
  • Mesin yang memiliki waktu berhenti pada setiap cycle.
  • Marking yang membutuhkan waktu lebih lama.
  • Produk yang membutuhkan posisi sangat stabil.

Kelebihannya, proses marking lebih mudah dikontrol karena produk tidak bergerak saat laser bekerja.

Namun, cycle time perlu diperhatikan. Jika proses marking terlalu lama, metode ini dapat memengaruhi kecepatan produksi secara keseluruhan.

Flying / On-the-Fly Laser Marking

Pada flying laser marking atau on-the-fly marking, produk tetap bergerak saat proses marking dilakukan.

Sistem laser akan menyesuaikan posisi sinar dengan pergerakan produk sehingga kode dapat dibuat tanpa menghentikan conveyor.

Metode ini lebih sesuai untuk:

  • Production line berkecepatan tinggi.
  • Conveyor yang berjalan terus-menerus.
  • Produk dengan jarak antar-item yang konsisten.
  • Coding yang perlu dilakukan tanpa mengurangi output produksi.

Agar hasil marking tetap berada pada posisi yang tepat, sistem biasanya membutuhkan sinkronisasi dengan pergerakan production line.

Bagaimana Fiber Laser Diintegrasikan dengan Production Line?

Fiber laser dapat diintegrasikan dengan berbagai sistem produksi, antara lain:

  • Conveyor, untuk membawa produk melewati area marking.
  • Sensor, untuk mendeteksi keberadaan produk dan memberikan trigger kepada laser.
  • Encoder, untuk membaca kecepatan conveyor agar marking tetap sinkron dengan pergerakan produk.
  • PLC, untuk mengatur komunikasi antara laser dan sistem produksi.
  • Packaging machine, agar proses coding menjadi bagian dari cycle mesin.
  • Existing production line, sehingga laser dapat dipasang tanpa harus membangun sistem produksi baru dari awal.

Pada aplikasi tertentu, data yang dicetak juga dapat dikirim dari PLC atau sistem produksi, misalnya untuk mengganti batch number, serial number, atau kode unik secara otomatis.

Karena itu, sebelum menentukan konfigurasi fiber laser, perlu dilakukan pengecekan terhadap kecepatan line, cycle time, posisi produk, jarak antarproduk, area pemasangan, dan sistem kontrol yang sudah tersedia.

Dengan integrasi yang tepat, fiber laser dapat digunakan untuk menghasilkan marking yang konsisten tanpa mengganggu alur produksi.

Apakah Fiber Laser Bisa Mencetak pada Produk Bulat atau Melengkung?

Bisa. Fiber laser dapat digunakan untuk marking pada produk berbentuk bulat, silinder, atau memiliki permukaan melengkung. Namun, prosesnya membutuhkan pengaturan yang berbeda dibandingkan marking pada permukaan datar.

Contoh produk yang dapat menggunakan fiber laser antara lain:

  • Bottle cap.
  • Pipe atau pipa.
  • Bearing.
  • Ring.
  • Metal tube.
  • Komponen berbentuk silinder.

Tantangan utamanya adalah menjaga jarak fokus laser tetap sesuai pada seluruh area yang akan dimarking. Jika permukaan terlalu melengkung, sebagian area dapat berada di luar titik fokus sehingga hasil marking menjadi kurang tajam atau tidak konsisten.

Menggunakan Rotary System

Untuk produk berbentuk silinder yang membutuhkan marking mengelilingi permukaan, fiber laser dapat dikombinasikan dengan rotary system.

Rotary system akan memutar produk secara terkontrol selama proses marking. Dengan cara ini, laser dapat membuat kode, teks, logo, atau informasi lainnya pada area yang lebih luas di sepanjang permukaan produk.

Sistem ini umum digunakan untuk aplikasi seperti:

  • Ring.
  • Bearing.
  • Metal tube.
  • Shaft.
  • Komponen silinder lainnya.

Menggunakan Product Fixture

Jika marking hanya dilakukan pada satu bagian kecil dari permukaan melengkung, produk tidak selalu perlu diputar.

Product fixture dapat digunakan untuk menahan produk pada posisi yang tepat dan konsisten. Fixture membantu memastikan setiap produk berada pada jarak, sudut, dan posisi yang sama terhadap laser.

Hal ini penting pada proses produksi berulang karena perubahan posisi produk dapat menyebabkan lokasi maupun kualitas marking menjadi tidak konsisten.

Menggunakan Specialized Optics

Untuk aplikasi tertentu, fiber laser dapat menggunakan konfigurasi optik khusus yang membantu menangani variasi ketinggian atau bentuk permukaan.

Misalnya, teknologi seperti 3D laser marking atau dynamic focusing dapat membantu menyesuaikan fokus laser pada permukaan yang memiliki perbedaan tinggi atau kontur tertentu.

Namun, kebutuhan sistem tersebut tergantung pada tingkat kelengkungan produk, ukuran area marking, dan hasil yang ingin dicapai.

Integrasi dengan Production-Line Handling System

Untuk production line otomatis, tantangannya bukan hanya melakukan marking, tetapi juga memastikan produk datang ke area laser dengan posisi dan orientasi yang konsisten.

Karena itu, sistem fiber laser dapat dikombinasikan dengan production-line handling seperti:

  • Conveyor.
  • Guide atau stopper.
  • Sensor.
  • Rotary device.
  • Product positioning system.
  • Fixture otomatis.
  • PLC dan sistem kontrol produksi.

Dengan sistem handling yang tepat, produk berbentuk bulat dapat diarahkan dan diposisikan terlebih dahulu sebelum proses marking dilakukan.

Apakah Hasil Fiber Laser Marking Bisa Hilang?

Pada aplikasi yang tepat, hasil fiber laser marking umumnya bersifat permanen karena laser mengubah atau memodifikasi permukaan material secara langsung. Berbeda dengan tinta yang menempel di atas permukaan, marking laser menjadi bagian dari perubahan pada material itu sendiri.

Karena itu, fiber laser banyak digunakan untuk kebutuhan seperti serial number, part number, QR Code, DataMatrix, dan informasi traceability yang harus tetap terbaca dalam jangka panjang.

Tahan terhadap Gesekan

Hasil fiber laser umumnya lebih tahan terhadap gesekan dibandingkan kode berbasis tinta. Hal ini penting untuk produk yang sering mengalami proses handling, penyimpanan, transportasi, atau kontak dengan komponen lain.

Namun, ketahanannya tetap dipengaruhi oleh kedalaman dan jenis marking yang digunakan.

Tahan terhadap Air

Karena tidak menggunakan tinta yang dapat larut atau luntur, marking fiber laser pada material yang sesuai umumnya tidak mudah hilang saat terkena air.

Ini menjadi keuntungan untuk produk yang berada di lingkungan lembap atau membutuhkan proses pencucian tertentu.

Tahan terhadap Solvent Tertentu

Pada beberapa aplikasi industri, produk dapat bersentuhan dengan bahan kimia atau solvent selama proses produksi maupun cleaning.

Marking laser biasanya memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan tinta permukaan. Namun, jenis solvent, material produk, dan tipe marking tetap perlu diperhatikan karena setiap kombinasi dapat memberikan hasil berbeda.

Tahan terhadap Panas

Fiber laser juga dapat digunakan pada aplikasi yang membutuhkan marking tetap terbaca setelah produk mengalami paparan suhu tertentu.

Namun, tingkat ketahanan terhadap panas bergantung pada jenis material, suhu yang digunakan, durasi paparan, dan karakter marking.

Tahan terhadap Cleaning Process

Pada industri tertentu, produk atau komponen harus melalui proses cleaning secara berkala.

Karena marking laser tidak bergantung pada lapisan tinta, hasilnya dapat lebih tahan terhadap proses pembersihan. Meski demikian, metode cleaning yang agresif, penggunaan bahan kimia kuat, atau proses abrasif tetap dapat memengaruhi permukaan material.

Secara umum, fiber laser cocok untuk aplikasi yang membutuhkan marking tahan lama dan sulit terhapus. Namun, tingkat ketahanan aktual terhadap gesekan, air, solvent, panas, dan cleaning process tetap bergantung pada jenis material, parameter laser, kedalaman marking, serta kondisi penggunaan produk.

Apakah Fiber Laser Lebih Hemat Dibanding Printer Tinta?

Fiber laser belum tentu selalu lebih murah dibanding printer berbasis tinta. Untuk menilainya dengan tepat, perusahaan sebaiknya tidak hanya melihat harga mesin, tetapi menghitung Total Cost of Ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan selama mesin digunakan.

Fiber laser biasanya memiliki investasi awal yang lebih tinggi. Namun, teknologi ini tidak menggunakan tinta, cartridge, make-up fluid, atau ribbon untuk proses marking. Karena itu, struktur biaya operasionalnya berbeda dibandingkan printer inkjet.

Biaya yang Perlu Diperhitungkan pada Fiber Laser

Beberapa komponen biaya pada fiber laser antara lain:

  • Initial investment, yaitu harga mesin dan sistem integrasinya.
  • Electricity, untuk kebutuhan operasional mesin.
  • Maintenance, seperti pemeriksaan dan perawatan berkala.
  • Extraction dan filter, terutama jika proses laser menghasilkan asap atau partikel.
  • Service, termasuk preventive maintenance dan technical support.

Walaupun tidak membutuhkan tinta, fiber laser tetap memiliki biaya operasional dan perawatan yang perlu diperhitungkan.

Biaya yang Perlu Diperhitungkan pada Printer Tinta

Pada printer inkjet, biaya tidak hanya berasal dari harga mesin. Selama digunakan, terdapat beberapa biaya tambahan seperti:

  • Ink atau tinta.
  • Make-up fluid pada sistem tertentu.
  • Cartridge.
  • Cleaning dan cairan pembersih.
  • Maintenance.
  • Spare parts.
  • Waktu operator untuk penggantian consumable.
  • Potensi downtime akibat cleaning atau gangguan sistem tinta.

Pada production line dengan volume tinggi, biaya consumable yang terus berulang dapat menjadi bagian besar dari total biaya operasional.

Mana yang Lebih Hemat dalam Jangka Panjang?

Jawabannya bergantung pada aplikasi dan kondisi produksi.

Fiber laser dapat menjadi lebih menarik secara biaya jika perusahaan memiliki volume produksi tinggi, kebutuhan marking permanen, konsumsi tinta besar, atau sering mengalami downtime terkait sistem inkjet.

Sebaliknya, printer tinta dapat tetap menjadi pilihan yang lebih ekonomis jika investasi awal menjadi pertimbangan utama atau material dan aplikasi produksi memang lebih sesuai menggunakan teknologi inkjet.

Karena itu, perbandingan sebaiknya dilakukan berdasarkan biaya selama beberapa tahun, bukan hanya harga pembelian mesin.

Secara sederhana, beberapa komponen yang perlu dibandingkan adalah:

Total biaya laser = investasi mesin + listrik + maintenance + extraction/filter + service

Sedangkan:

Total biaya inkjet = investasi mesin + tinta + make-up/cartridge + cleaning + maintenance + downtime

Dengan pendekatan Total Cost of Ownership, perusahaan dapat melihat teknologi mana yang memberikan biaya operasional paling efisien berdasarkan volume produksi, kebutuhan coding, serta kondisi production line yang sebenarnya.

Kesimpulan

Fiber laser marking merupakan solusi coding dan marking tanpa tinta yang cocok untuk logam dan beberapa jenis plastik. Teknologi ini mampu menghasilkan marking yang permanen, presisi, serta mendukung kebutuhan seperti serial number, QR Code, DataMatrix, dan traceability.

Pemilihannya perlu disesuaikan dengan material, power laser, kecepatan production line, bentuk produk, dan target hasil marking. Dari sisi biaya, fiber laser juga dapat mengurangi kebutuhan consumable, tetapi perbandingannya tetap sebaiknya dihitung berdasarkan Total Cost of Ownership.

FAQ Seputar Fiber Laser Marking

1. Apa itu fiber laser marking?

Fiber laser marking adalah teknologi penandaan yang menggunakan sinar laser untuk membuat kode, teks, logo, barcode, QR Code, atau DataMatrix pada permukaan material tanpa menggunakan tinta. Teknologi ini banyak digunakan pada logam dan beberapa jenis plastik.

2. Apakah fiber laser menggunakan tinta?

Tidak. Fiber laser tidak menggunakan tinta, cartridge, make-up fluid, maupun ribbon. Marking terbentuk melalui interaksi energi laser dengan permukaan material.

3. Material apa saja yang cocok untuk fiber laser?

Fiber laser sangat cocok untuk stainless steel, aluminium, besi, baja, serta dapat digunakan pada tembaga, kuningan, dan beberapa jenis plastik dengan konfigurasi yang sesuai.

4. Apakah fiber laser bisa digunakan pada plastik?

Bisa, tetapi tidak semua plastik memberikan hasil yang sama. Hasil marking dipengaruhi oleh jenis polymer, warna, pigment, additive, ketebalan, dan parameter laser.

5. Apa perbedaan fiber laser, CO2 laser, dan UV laser?

Fiber laser umumnya lebih sesuai untuk logam dan beberapa plastik. CO2 laser banyak digunakan pada material non-metal seperti karton, kayu, dan beberapa kemasan, sedangkan UV laser cocok untuk material yang sensitif terhadap panas dan membutuhkan marking yang sangat presisi.

6. Apa perbedaan fiber laser 20W, 30W, dan 50W?

Perbedaannya terutama terletak pada power yang tersedia untuk proses marking. Power yang lebih besar dapat membantu pada aplikasi tertentu yang membutuhkan marking lebih dalam atau cycle time lebih cepat, tetapi watt yang lebih tinggi tidak selalu berarti mesin lebih baik.

7. Apakah fiber laser bisa mencetak QR Code dan DataMatrix?

Bisa. Fiber laser mampu menghasilkan detail marking yang tinggi sehingga cocok untuk QR Code, DataMatrix, barcode, serial number, dan kode traceability yang perlu dibaca menggunakan scanner.

8. Apakah fiber laser bisa digunakan pada production line berjalan?

Bisa. Fiber laser dapat digunakan dalam sistem static marking maupun flying atau on-the-fly marking. Sistem juga dapat diintegrasikan dengan conveyor, sensor, encoder, PLC, dan packaging machine.

9. Apakah fiber laser bisa digunakan pada produk bulat?

Bisa. Produk seperti bearing, ring, pipe, metal tube, dan komponen silinder dapat dimarking menggunakan bantuan rotary system, fixture, atau sistem handling yang sesuai.

10. Apakah hasil fiber laser marking bisa hilang?

Pada aplikasi yang tepat, hasil marking fiber laser umumnya bersifat permanen dan lebih tahan terhadap gesekan, air, serta proses handling dibandingkan kode berbasis tinta. Namun, ketahanannya tetap bergantung pada material, parameter laser, dan kondisi penggunaan.

Jamaludin

Jamaludin

Central Area Sales Manager

Expert Reviewer

Jamaludin adalah Central Area Sales Manager Gressler yang berpengalaman dalam membantu customer memilih solusi coding dan marking sesuai kebutuhan produksi. Ia berperan dalam memahami kebutuhan customer di lapangan, mulai dari jenis kemasan, volume produksi, budget, hingga target efisiensi operasional. Sebagai bagian dari tim sales Gressler, Jamaludin mendukung proses konsultasi, rekomendasi produk, koordinasi demo, trial mesin, serta pemilihan solusi yang sesuai untuk berbagai industri manufaktur. Pengalamannya membantu customer mendapatkan pilihan mesin coding yang tepat, baik untuk kebutuhan CIJ, TIJ, TTO, DOD, Laser Marking, Handheld Inkjet Printer, maupun sistem pendukung seperti conveyor dan CMS package.

Lihat Profile Reviewer
Jamaludin

Jamaludin

Central Area Sales Manager

Expert Reviewer

Jamaludin adalah Central Area Sales Manager Gressler yang berpengalaman dalam membantu customer memilih solusi coding dan marking sesuai kebutuhan produksi. Ia berperan dalam memahami kebutuhan customer di lapangan, mulai dari jenis kemasan, volume produksi, budget, hingga target efisiensi operasional. Sebagai bagian dari tim sales Gressler, Jamaludin mendukung proses konsultasi, rekomendasi produk, koordinasi demo, trial mesin, serta pemilihan solusi yang sesuai untuk berbagai industri manufaktur. Pengalamannya membantu customer mendapatkan pilihan mesin coding yang tepat, baik untuk kebutuhan CIJ, TIJ, TTO, DOD, Laser Marking, Handheld Inkjet Printer, maupun sistem pendukung seperti conveyor dan CMS package.

Cari mesin coding yang sesuai material dan kebutuhan produksi?

Konsultasikan kebutuhan Anda dan coba trial gratis untuk melihat hasil cetaknya secara langsung.

Anda mungkin juga suka artikel ini

Konsultasi Gratis