MoU BPOM Indonesia-China Segera Diteken, Apa Isinya?

Bagikan artikel ini

Bagikan artikel ini

Daftar isi

mou indonesia dan nmpa pom news 2

Indonesia dan China sedang memfinalisasi kerja sama baru di bidang obat dan keamanan pangan. Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa draf nota kesepahaman antara BPOM Indonesia dan National Medical Products Administration (NMPA) China telah selesai dan akan segera ditandatangani. Kerja sama sebelumnya berakhir pada Juni 2024, dan pembaruannya kini memiliki cakupan yang lebih luas.

Kerja sama tersebut mencakup regulasi obat, vaksin, produk biologi, bahan baku farmasi, obat bahan alam, kosmetik, teknologi pengaturan digital, investasi, keamanan, mutu, khasiat, hingga transfer teknologi. BPOM juga berharap kerja sama ini dapat mendorong investasi industri China ke Indonesia sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku obat impor.

Sumber: ANTARA News — BPOM-China bakal teken MoU, bahas vaksin hingga transfer teknologi

Lalu, apa isi kerja sama ini dan bagaimana dampaknya bagi industri di Indonesia? Simak pembahasannya berikut ini.

Apa Isi Kerja Sama BPOM Indonesia dan China?

mou indonesia dan nmpa Antara news
Sumber: Antara News

Kerja sama antara BPOM Indonesia dan National Medical Products Administration (NMPA) China akan diperbarui dengan cakupan yang lebih luas dibandingkan kesepakatan sebelumnya.

Menurut Kepala BPOM Taruna Ikrar, isi nota kesepahaman tersebut tidak hanya membahas regulasi, tetapi juga mencakup keamanan, mutu, khasiat produk, investasi, hingga transfer teknologi antara kedua negara.

Beberapa bidang yang masuk dalam cakupan kerja sama antara lain:

  • Regulasi obat dan keamanan pangan.
  • Vaksin.
  • Produk biologi.
  • Bahan baku farmasi.
  • Obat bahan alam.
  • Kosmetik.
  • Teknologi pengaturan atau regulasi digital.
  • Investasi industri.
  • Transfer teknologi.

Fokus pada Keamanan, Mutu, dan Khasiat Produk

Salah satu tujuan utama kerja sama ini adalah memperkuat pengaturan terhadap produk obat dan makanan agar memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat.

Bagi industri, hal ini berarti proses produksi dan pengawasan produk tetap perlu berjalan sesuai standar yang berlaku, mulai dari bahan baku hingga produk jadi.

BPOM juga menyebut mekanisme kerja sama dapat melibatkan pertukaran pengetahuan dan pemanfaatan hasil penilaian regulator lain sebagai referensi, tetapi BPOM tetap melakukan penilaian sendiri terhadap produk yang masuk ke Indonesia.

Mendorong Investasi dan Transfer Teknologi

Kerja sama ini juga diarahkan untuk membuka peluang investasi industri China di Indonesia, termasuk pada sektor vaksin, obat, pangan, dan bidang terkait.

Transfer teknologi menjadi salah satu perhatian karena Indonesia masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku obat impor. BPOM menyebut ketergantungan bahan baku obat Indonesia saat ini masih lebih dari 90 persen.

Dengan masuknya investasi dan teknologi baru, diharapkan sebagian proses produksi dan pengembangan industri dapat dilakukan di Indonesia.

Teknologi Regulasi Digital Juga Masuk dalam Kerja Sama

Hal menarik lainnya adalah masuknya teknologi pengaturan digital dalam cakupan MoU.

Ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak hanya berkaitan dengan produk fisik, tetapi juga bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung proses regulasi dan pengawasan.

Bagi industri obat dan makanan, perkembangan tersebut dapat mendorong kebutuhan sistem produksi yang semakin terdokumentasi dan mudah ditelusuri, termasuk dalam pengelolaan batch, lot, tanggal produksi, hingga identitas produk.

Kenapa MoU Ini Penting bagi Industri Indonesia?

mou indonesia dan nmpa pom news
News: pom.go.id

MoU antara BPOM Indonesia dan NMPA China penting karena kerja sama ini tidak hanya membahas regulasi, tetapi juga membuka peluang investasi dan transfer teknologi ke Indonesia.

BPOM menyebut sejumlah industri China, termasuk di bidang obat, pangan, vaksin, dan kapsul, berpotensi memperluas kerja sama maupun investasinya di Indonesia. Jika terealisasi, hal ini dapat mendorong penguatan kapasitas produksi dalam negeri sekaligus mempercepat adopsi teknologi baru.

Membuka Peluang Investasi Industri China

Salah satu fokus kerja sama adalah mendorong lebih banyak investasi industri China di Indonesia.

Investasi tersebut berpotensi masuk ke berbagai sektor, seperti:

  • Industri farmasi.
  • Vaksin.
  • Produk biologi.
  • Bahan baku obat.
  • Industri pangan.
  • Industri kapsul.

Masuknya investasi baru dapat ikut memperluas kapasitas produksi dalam negeri dan mendorong industri Indonesia semakin terintegrasi dengan rantai pasok global.

Transfer Teknologi Jadi Fokus Utama

BPOM juga menekankan pentingnya transfer teknologi, terutama karena Indonesia masih sangat bergantung pada bahan baku obat dari luar negeri.

Dalam keterangannya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat impor masih berada di angka lebih dari 90 persen. Karena itu, kerja sama dengan China diharapkan tidak hanya berupa perdagangan produk jadi, tetapi juga membawa teknologi dan kemampuan produksi ke Indonesia.

Akses ke Teknologi Farmasi dan Biomedis

China memiliki perkembangan teknologi yang cukup luas di bidang farmasi, termasuk vaksin dan teknologi biomedis.

Melalui kerja sama ini, Indonesia berpeluang mendapatkan akses yang lebih besar terhadap teknologi tersebut, termasuk melalui investasi, pengembangan industri, maupun pertukaran sumber daya manusia.

BPOM juga menyinggung pengembangan teknologi medis baru, termasuk pemanfaatan artificial intelligence dan Advanced Therapeutic Medicinal Product atau ATMP.

Mendorong Penguatan Standar Produksi

Kerja sama regulator juga berpotensi mendorong industri untuk semakin memperhatikan standar produksi.

BPOM menjelaskan bahwa industri China yang ingin masuk ke Indonesia tetap perlu memenuhi proses penilaian dan standar yang berlaku. Mekanisme kerja sama tidak berarti produk otomatis diterima tanpa evaluasi.

Bagi produsen, kondisi ini semakin menegaskan pentingnya menjaga:

  • Konsistensi mutu.
  • Dokumentasi produksi.
  • Identifikasi batch.
  • Traceability produk.
  • Ketepatan informasi pada kemasan.

Jadi, MoU BPOM Indonesia-China bukan hanya membuka peluang investasi, tetapi juga dapat menjadi momentum bagi industri untuk meningkatkan teknologi, standar produksi, dan kemampuan penelusuran produk agar semakin siap menghadapi pasar yang lebih terintegrasi.

Industri Apa Saja yang Bisa Terdampak?

Industri kosmetik gressler

Cakupan kerja sama BPOM Indonesia dan China cukup luas, sehingga dampaknya tidak hanya terbatas pada industri farmasi. Beberapa sektor lain yang juga berpotensi terdampak antara lain industri makanan, kosmetik, hingga obat bahan alam.

Industri Farmasi

aplikasi thermal inkjet printer Industri Farmasi

Industri farmasi menjadi salah satu yang paling relevan dalam kerja sama ini.

Cakupannya dapat meliputi:

  • Obat.
  • Bahan baku farmasi.
  • Kapsul.
  • Produk biologi.
  • Vaksin.

Bagi pelaku industri farmasi, kerja sama ini berpotensi membuka akses terhadap teknologi, investasi, dan pengembangan kapasitas produksi yang lebih besar.

Di sisi lain, industri juga perlu tetap memperhatikan standar mutu, dokumentasi batch, traceability, dan ketepatan informasi produk.

Industri Makanan dan Minuman

Industri makanan gressler

Industri makanan dan minuman juga masuk dalam konteks kerja sama, terutama terkait keamanan pangan dan pengawasan produk.

Sektor yang bisa terdampak antara lain:

  • Produk pangan olahan.
  • Bahan pangan.
  • Produk impor.
  • Produk yang membutuhkan registrasi atau kepatuhan BPOM.

Bagi produsen makanan dan minuman, konsistensi mutu dan informasi pada kemasan tetap menjadi bagian penting, termasuk pencantuman tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, dan kode batch sesuai kebutuhan produk.

Industri Kosmetik dan Personal Care

aplikasi mesin coding untuk cetak di botol kemasan kosmetik tube cij 2

Industri Kosmetik juga termasuk dalam cakupan kerja sama baru.

Artinya, produsen kosmetik dan personal care perlu memperhatikan perkembangan regulasi, standar keamanan, mutu produk, hingga teknologi produksi yang digunakan.

Pada sektor ini, informasi seperti:

  • Batch number.
  • Tanggal produksi.
  • Expired date.
  • Nomor atau kode identifikasi tertentu.

juga memiliki peran penting dalam pengendalian produk dan traceability.

Industri Obat Bahan Alam

pt ben sehat tij botol obat

Kerja sama ini juga mencakup obat bahan alam, seperti produk herbal dan kategori terkait.

Bagi industri herbal, penguatan regulasi dan teknologi dapat mendorong peningkatan standar produksi, dokumentasi, dan pengawasan mutu.

Hal ini penting karena produk obat bahan alam juga memerlukan identifikasi yang jelas pada setiap batch agar lebih mudah ditelusuri jika terjadi komplain, evaluasi mutu, atau kebutuhan penarikan produk.

Apa Arti Kerja Sama Ini bagi Standar Produksi?

mou indonesia dan nmpa pom news 2
Sumber: pom.go.id

Kerja sama BPOM Indonesia dan China tidak otomatis mengubah seluruh standar produksi yang berlaku di Indonesia. Namun, jika kerja sama regulasi, investasi, dan transfer teknologi semakin kuat, industri juga perlu semakin siap dari sisi sistem produksi, dokumentasi, dan pengendalian mutu.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Good Manufacturing Practice.
  • Konsistensi mutu produk.
  • Dokumentasi proses produksi.
  • Traceability.
  • Ketepatan informasi produk.
  • Sistem batch.
  • Identifikasi produk.

Good Manufacturing Practice Tetap Menjadi Dasar

Dalam industri obat, makanan, kosmetik, dan produk terkait, proses produksi perlu berjalan berdasarkan standar yang berlaku.

Good Manufacturing Practice atau GMP pada dasarnya mengatur bagaimana produk diproduksi secara konsisten agar mutu, keamanan, dan prosesnya tetap terkendali.

Bagi produsen, ini berarti bukan hanya hasil akhir yang diperhatikan, tetapi juga bagaimana bahan, proses, operator, peralatan, dan dokumentasi dikelola.

Konsistensi Mutu Perlu Dijaga

Ketika produksi semakin besar atau teknologi baru mulai digunakan, konsistensi menjadi semakin penting.

Produk dari batch pertama hingga batch berikutnya perlu memiliki standar mutu yang sama. Karena itu, sistem quality control dan pencatatan produksi perlu berjalan dengan baik.

Jika terjadi perbedaan mutu, produsen juga harus bisa mengetahui batch mana yang terdampak.

Dokumentasi Produksi Harus Semakin Rapi

Dokumentasi membantu produsen mencatat apa yang terjadi selama proses produksi.

Informasi yang biasanya perlu dikelola antara lain:

  • Waktu produksi.
  • Batch number.
  • Lot number.
  • Bahan yang digunakan.
  • Hasil quality control.
  • Data produk yang sudah didistribusikan.

Dokumentasi yang rapi memudahkan proses audit, evaluasi, maupun investigasi jika terjadi masalah.

Traceability Menjadi Semakin Penting

Traceability adalah kemampuan untuk menelusuri riwayat suatu produk.

Misalnya, ketika ditemukan masalah pada satu batch obat atau makanan, produsen perlu bisa mengetahui:

  • Kapan produk dibuat.
  • Batch mana yang bermasalah.
  • Bahan apa yang digunakan.
  • Ke mana produk didistribusikan.

Karena itu, sistem batch dan identifikasi produk perlu dibuat jelas dan konsisten.

Informasi Produk Harus Tepat

Selain proses produksi, informasi yang dicantumkan pada kemasan juga menjadi bagian penting.

Data seperti:

  • Tanggal produksi.
  • Expired date.
  • Batch number.
  • Lot number.
  • Barcode.
  • QR code.

harus sesuai dengan produk yang sedang diproduksi.

Kesalahan kecil seperti batch yang salah, tanggal yang tidak diperbarui, atau kode yang sulit dibaca bisa menyulitkan proses penelusuran produk.

Secara keseluruhan, kerja sama ini dapat mendorong industri untuk semakin memperkuat sistem produksi dan dokumentasi, termasuk bagaimana setiap batch produk dapat diidentifikasi dan ditelusuri.

Kenapa Traceability Penting untuk Obat dan Makanan?

aplikasi mesin coding untuk cetak di botol kemasan kosmetik tube cij

Traceability adalah kemampuan untuk menelusuri riwayat suatu produk, mulai dari kapan produk dibuat, berasal dari batch mana, hingga ke mana produk tersebut didistribusikan.

Dalam industri obat dan makanan, traceability penting karena membantu produsen menjaga mutu sekaligus mempercepat penanganan jika suatu saat ditemukan masalah pada produk tertentu.

Membantu Quality Control

Dengan sistem traceability yang baik, tim quality control bisa menghubungkan suatu produk dengan data produksinya.

Misalnya:

  • Kapan produk dibuat.
  • Bahan apa yang digunakan.
  • Siapa operatornya.
  • Hasil pemeriksaan mutunya.
  • Produk berasal dari batch mana.

Data tersebut memudahkan proses evaluasi jika ditemukan perbedaan mutu pada produk.

Mempermudah Investigasi Komplain

Jika ada komplain dari konsumen, kode produksi atau nomor batch bisa membantu produsen mengetahui produk mana yang perlu diperiksa.

Produsen tidak perlu langsung memeriksa seluruh produksi. Penelusuran bisa difokuskan pada batch atau periode produksi tertentu.

Mendukung Product Recall

Traceability juga sangat penting ketika perusahaan perlu melakukan product recall atau penarikan produk dari peredaran.

Dengan adanya nomor batch atau identitas produk yang jelas, perusahaan bisa menentukan kelompok produk mana yang perlu ditarik.

Hal ini membuat proses recall lebih terarah dan membantu mengurangi risiko produk bermasalah tetap beredar di pasar.

Membantu Identifikasi Batch

Informasi seperti batch number atau lot number berfungsi sebagai identitas produk.

Contohnya:

MFG: 20/09/2026
EXP: 20/09/2028
BATCH: B092026

Dari kode tersebut, produsen dapat menghubungkan produk dengan catatan produksi yang tersimpan di sistem internal perusahaan.

Membantu Pengendalian Produk Bermasalah

Jika ditemukan masalah pada satu batch, produsen dapat melakukan tindakan lebih cepat, misalnya:

  • Menahan produk di gudang.
  • Memeriksa batch terkait.
  • Menghentikan distribusi sementara.
  • Melakukan investigasi.
  • Menarik produk jika diperlukan.

Semakin jelas identitas produknya, semakin mudah proses pengendalian dilakukan.

Mendukung Dokumentasi Produksi

Traceability juga membantu perusahaan menjaga dokumentasi produksi tetap rapi.

Informasi seperti tanggal produksi, expired date, batch, lot, barcode, atau QR code dapat digunakan untuk menghubungkan produk fisik dengan data yang tersimpan di sistem produksi.

Karena itu, pencantuman kode pada kemasan bukan sekadar formalitas. Informasi tersebut menjadi bagian penting agar produk dapat diidentifikasi, ditelusuri, dan dikendalikan sepanjang proses produksi hingga distribusi.

Informasi Apa yang Umumnya Dicetak pada Produk Obat dan Makanan?

mesin coding blister pack obat farmasi tij

Pada produk obat dan makanan, beberapa informasi pada kemasan memang dipersyaratkan oleh BPOM. Salah satu yang paling penting adalah tanggal kedaluwarsa.

Pangan Olahan Wajib Mencantumkan Keterangan Kedaluwarsa

Dasar utamanya adalah Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, yang telah beberapa kali diubah, terakhir melalui Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024.

Dalam ketentuan tersebut, label pangan olahan wajib memuat informasi paling sedikit berupa:

  • Nama produk.
  • Daftar bahan yang digunakan.
  • Berat bersih atau isi bersih.
  • Nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor.
  • Keterangan halal bagi yang dipersyaratkan.
  • Tanggal dan kode produksi.
  • Keterangan kedaluwarsa.
  • Nomor izin edar.
  • Asal usul bahan pangan tertentu.

Untuk masa simpan sampai tiga bulan, keterangan kedaluwarsa mencakup tanggal, bulan, dan tahun. Jika masa simpannya lebih dari tiga bulan, pencantumannya dapat berupa tanggal-bulan-tahun atau bulan-tahun, dengan keterangan seperti “Baik digunakan sebelum”.

Bagaimana dengan Pangan Impor dari China?

Aturan tersebut juga berlaku untuk pangan olahan impor yang diedarkan di Indonesia.

Peraturan BPOM mewajibkan keterangan pada label pangan olahan ditulis dalam Bahasa Indonesia. Bahasa asing tetap dapat dicantumkan, tetapi informasi wajibnya harus terlebih dahulu tersedia dalam Bahasa Indonesia, kecuali istilah tertentu yang memang tidak memiliki padanan.

Pangan olahan impor yang memperoleh izin edar BPOM juga menggunakan nomor yang diawali dengan BPOM RI ML, sedangkan produk dalam negeri menggunakan BPOM RI MD.

Jadi, produk makanan yang diproduksi di China lalu secara resmi diedarkan di Indonesia tetap perlu menyesuaikan labelnya dengan ketentuan BPOM Indonesia, termasuk pencantuman keterangan kedaluwarsa serta tanggal dan kode produksi.

Produk Obat Juga Harus Mencantumkan Tanggal Kedaluwarsa

Untuk obat, BPOM juga menegaskan bahwa Expired Date (ED) harus dicantumkan pada kemasan obat.

Tanggal kedaluwarsa menunjukkan batas waktu obat masih dapat digunakan dengan mutu, keamanan, dan khasiat yang memenuhi standar, berdasarkan hasil uji stabilitas.

BPOM menjelaskan tanggal kedaluwarsa pada obat umumnya dapat ditulis dalam format:

EXP/ED: Bulan – Tahun

atau

EXP/ED: Tanggal – Bulan – Tahun.

Untuk kategori tertentu seperti obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan, ketentuannya juga lebih spesifik melalui Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penandaan Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, dan Suplemen Kesehatan. Pasal 29 mengatur pencantuman kedaluwarsa dalam format tanggal-bulan-tahun atau bulan-tahun.

Produk Impor Tetap Mengikuti Ketentuan Indonesia

Karena itu, konteks kerja sama Indonesia-China ini penting.

Kerja sama BPOM dengan regulator China bukan berarti produk asal China bisa langsung masuk dan diedarkan menggunakan standar penandaan dari negara asalnya saja.

Produk impor yang akan beredar secara resmi di Indonesia tetap harus memenuhi persyaratan registrasi dan penandaan BPOM sesuai kategori produknya.

Artinya, produk obat maupun makanan asal China tetap perlu memperhatikan informasi seperti:

  • Expired date.
  • Production date apabila dipersyaratkan.
  • Batch atau lot number.
  • Nomor izin edar.
  • Informasi produsen/importir.
  • Barcode atau 2D barcode pada kategori tertentu.
  • Informasi lain sesuai regulasi masing-masing produk.

Tantangan Coding pada Industri Obat dan Makanan

aplikasi mesin coding untuk cetak di botol kemasan kosmetik tube cij 3

Mencetak expired date, batch number, lot number, barcode, atau QR code pada produk obat dan makanan tidak selalu sederhana. Setiap produk memiliki material kemasan, kecepatan produksi, dan kebutuhan informasi yang berbeda.

Karena itu, sistem coding perlu disesuaikan dengan kondisi production line agar hasil cetak tetap jelas, akurat, dan konsisten.

Banyak Jenis Material Kemasan

Industri obat dan makanan menggunakan berbagai jenis kemasan, seperti:

  • Botol plastik.
  • Botol kaca.
  • Blister.
  • Aluminium foil.
  • Sachet.
  • Pouch.
  • Karton.
  • Label.
  • Flexible film.

Setiap material memiliki karakteristik permukaan yang berbeda. Misalnya, tinta yang menempel baik pada karton belum tentu memberikan hasil yang sama pada plastik licin, kaca, atau aluminium foil.

Bentuk kemasan juga perlu diperhatikan. Mencetak kode pada karton yang datar tentu berbeda dengan mencetak pada botol berbentuk melengkung atau flexible film yang terus bergerak.

Karena itu, pemilihan teknologi printer dan tinta sebaiknya disesuaikan dengan material asli yang digunakan pada produk.

Kecepatan Produksi Tinggi

Pada industri dengan kapasitas produksi besar, produk dapat bergerak terus-menerus melalui conveyor atau mesin packaging.

Dalam kondisi seperti ini, proses coding tidak boleh menjadi titik yang memperlambat produksi.

Printer perlu mampu mencetak informasi ketika produk tetap bergerak dan menyesuaikan dengan kecepatan production line. Jika sistem coding tidak sesuai, risiko yang dapat muncul antara lain kode tidak tercetak, posisi cetak bergeser, atau hasil print menjadi kurang jelas.

Data Produksi Sering Berubah

Informasi yang dicetak juga tidak selalu sama pada setiap proses produksi.

Produsen dapat mengganti:

  • Production date.
  • Expired date.
  • Batch number.
  • Lot number.
  • Serial number.
  • Barcode.
  • QR code.

Perubahan tersebut dapat terjadi setiap hari, setiap batch, bahkan pada setiap produk untuk aplikasi tertentu.

Karena itu, kontrol terhadap data menjadi penting. Kesalahan memasukkan tanggal atau nomor batch dapat menyulitkan proses traceability ketika produk sudah masuk ke gudang atau distribusi.

Hasil Print Harus Tetap Mudah Dibaca

Kode yang berhasil dicetak belum tentu berarti proses coding sudah selesai dengan baik.

Produk masih akan melewati berbagai proses seperti:

packing → penyimpanan → handling → pengiriman → distribusi

Selama proses tersebut, kemasan dapat mengalami gesekan, perubahan suhu, kelembapan, atau kontak dengan material lain.

Karena itu, expired date atau batch number perlu tetap jelas dan mudah dibaca sampai produk digunakan oleh konsumen.

Pemilihan tinta juga menjadi penting. Untuk material atau kondisi tertentu, produsen mungkin membutuhkan tinta dengan ketahanan khusus agar hasil coding tidak mudah luntur atau terhapus.

Sistem Coding Harus Mengikuti Kebutuhan Produksi

Tidak ada satu jenis printer yang cocok untuk semua aplikasi.

Produsen perlu mempertimbangkan beberapa faktor sekaligus, seperti jenis material, ukuran kode, kecepatan line, posisi cetak, ketahanan tinta, dan jenis informasi yang akan dicetak.

Mesin Coding Apa yang Cocok untuk Industri Obat dan Makanan?

Gressler menyediakan solusi coding dan marking untuk membantu industri obat dan makanan mencetak variable data seperti:

  • Expired date.
  • Production date.
  • Batch number.
  • Lot number.
  • Barcode.
  • QR code.
  • Informasi traceability lainnya.

Pemilihan mesin coding perlu disesuaikan dengan jenis kemasan, material, kecepatan production line, ukuran kode, dan kebutuhan hasil print.

Karena itu, teknologi yang cocok untuk botol belum tentu ideal untuk flexible film atau karton.

CIJ Printer

pt nirwana tirta tij cij summit testimonial 2

Continuous Inkjet Printer (CIJ) cocok untuk production line yang berjalan cepat dan membutuhkan pencetakan tanpa menyentuh langsung permukaan produk.

CIJ dapat digunakan pada:

  • Botol.
  • Vial tertentu.
  • Pouch.
  • Sachet.
  • Flexible packaging.
  • Berbagai produk yang bergerak di conveyor.

Keunggulan CIJ antara lain:

  • Non-contact printing, sehingga printhead tidak menyentuh langsung produk.
  • Dapat mencetak ketika produk tetap bergerak.
  • Fleksibel untuk berbagai bentuk permukaan.
  • Cocok untuk production line berkecepatan tinggi.
  • Data dapat diganti mengikuti batch atau jadwal produksi.

Teknologi ini cocok untuk aplikasi seperti expired date, batch number, lot number, dan kode produksi.

TIJ Printer

pt ben sehat tij botol obat 2

Thermal Inkjet Printer (TIJ) cocok untuk aplikasi yang membutuhkan hasil print dengan resolusi tinggi, terutama pada permukaan yang relatif rata.

TIJ dapat digunakan pada:

  • Karton.
  • Label.
  • Box farmasi.
  • Kemasan sekunder tertentu.
  • Pouch dengan material yang sesuai.

Keunggulannya antara lain:

  • Hasil cetak tajam.
  • Cocok untuk teks kecil.
  • Cocok untuk barcode dan QR code.
  • Sistem relatif sederhana.
  • Maintenance relatif ringan.

Karena resolusinya tinggi, TIJ sering dipertimbangkan ketika produk membutuhkan informasi yang lebih detail dan mudah dipindai.

TTO Printer

TTO thermal transfer overprinter gressler

Untuk aplikasi pada flexible film, salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah Thermal Transfer Overprint (TTO).

TTO cocok untuk:

  • Flexible film.
  • Sachet.
  • Pouch sebelum sealing.
  • Mesin VFFS.
  • Mesin HFFS.

Teknologi ini dapat mencetak:

  • Expired date.
  • Production date.
  • Batch number.
  • Barcode.
  • Variable information lainnya.

TTO biasanya dipasang langsung pada mesin packaging sehingga proses coding dapat dilakukan sebelum kemasan selesai dibentuk atau disegel.

Laser Marking

Laser marking panel wood

Jika dibutuhkan hasil marking yang lebih permanen, laser marking dapat menjadi alternatif untuk material tertentu.

Laser tidak menggunakan tinta atau cartridge. Informasi dibuat langsung pada permukaan material menggunakan sinar laser.

Aplikasinya dapat mencakup:

  • Botol tertentu.
  • Plastik tertentu.
  • Karton berlapis.
  • Komponen farmasi tertentu.
  • Kemasan tertentu yang kompatibel dengan laser.

Keunggulan utamanya adalah hasil marking yang permanen dan tidak membutuhkan tinta untuk proses pencetakan.

Namun, tidak semua material memberikan hasil yang sama ketika terkena laser. Karena itu, trial menggunakan sampel produk asli tetap diperlukan untuk memastikan kontras, keterbacaan, dan hasil marking sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Kerja sama baru antara BPOM Indonesia dan NMPA China menunjukkan bahwa sektor obat, makanan, kosmetik, dan produk terkait akan semakin terhubung dalam hal regulasi, investasi, dan transfer teknologi.

Bagi industri di Indonesia, peluang ini juga perlu diimbangi dengan kesiapan produksi yang lebih baik, mulai dari konsistensi mutu, dokumentasi, traceability, hingga ketepatan informasi pada kemasan. Produk impor dari China pun tetap harus mengikuti ketentuan BPOM Indonesia sebelum diedarkan di pasar dalam negeri.

Informasi seperti expired date, production date, batch, lot, barcode, dan QR code perlu dicetak dengan jelas dan sesuai data produksi. Untuk kebutuhan tersebut, Gressler menyediakan berbagai teknologi coding seperti CIJ, TIJ, TTO, dan Laser Marking yang dapat disesuaikan dengan material kemasan dan kondisi production line.

FAQ

1. Apa isi kerja sama BPOM Indonesia dan China?

Kerja sama ini mencakup regulasi obat dan keamanan pangan, vaksin, produk biologi, bahan baku farmasi, obat bahan alam, kosmetik, investasi, transfer teknologi, hingga teknologi regulasi digital.

2. Kenapa kerja sama BPOM Indonesia-China penting?

Kerja sama ini dapat membuka peluang investasi, transfer teknologi, dan penguatan kapasitas industri di Indonesia, terutama pada sektor farmasi, pangan, vaksin, dan produk terkait.

3. Apakah produk obat dan makanan dari China otomatis boleh dijual di Indonesia?

Tidak. Produk impor dari China tetap harus mengikuti ketentuan registrasi, penandaan, dan persyaratan BPOM Indonesia sesuai kategori produknya.

4. Apakah makanan impor dari China wajib mencantumkan tanggal kedaluwarsa?

Untuk pangan olahan yang diedarkan di Indonesia, keterangan kedaluwarsa tetap perlu mengikuti ketentuan label pangan olahan BPOM, termasuk produk impor.

5. Apakah obat impor juga wajib mencantumkan expired date?

Ya. Produk obat tetap harus mencantumkan informasi kedaluwarsa sesuai ketentuan penandaan yang berlaku.

6. Informasi apa yang biasanya dicetak pada produk obat dan makanan?

Informasi yang umum dicetak antara lain production date, expired date, batch number, lot number, serial number, barcode, QR code, dan data traceability lainnya.

7. Kenapa batch number penting pada obat dan makanan?

Batch number membantu proses traceability, quality control, investigasi komplain, hingga product recall jika ditemukan masalah pada kelompok produksi tertentu.

8. Apa itu traceability dalam industri obat dan makanan?

Traceability adalah kemampuan untuk menelusuri riwayat produk, mulai dari kapan dibuat, batch mana, bahan yang digunakan, hingga jalur distribusinya.

9. Mesin coding apa yang cocok untuk industri obat dan makanan?

Tergantung material dan production line. CIJ cocok untuk botol dan line cepat, TIJ untuk karton dan label, TTO untuk flexible film, sedangkan Laser Marking cocok untuk marking permanen pada material tertentu.

10. Kenapa perlu sample print sebelum memilih mesin coding?

Karena setiap material memiliki karakteristik berbeda. Sample print membantu memastikan hasil cetak cukup tajam, melekat dengan baik, cepat kering, dan sesuai dengan kecepatan production line.

Widodo Prasetyo, SS

Widodo Prasetyo, SS

Sales Manager

Expert Reviewer

Widodo Prasetyo adalah Sales Manager Gressler yang berpengalaman dalam membantu customer menemukan solusi coding dan marking yang sesuai dengan kebutuhan produksi di wilayah barat Indonesia. Ia berperan dalam memahami kebutuhan customer, mulai dari jenis produk, material kemasan, volume produksi, kondisi line, hingga target efisiensi dan budget. Sebagai bagian dari tim sales Gressler, Widodo mendukung proses konsultasi, rekomendasi mesin, koordinasi demo, trial mesin, serta pemilihan solusi yang tepat untuk berbagai kebutuhan industri manufaktur. Pengalamannya mencakup solusi CIJ, TIJ, TTO, DOD Large Character Printer, Laser Marking, Handheld Inkjet Printer, inks & consumables, serta sistem pendukung seperti conveyor dan CMS package.

Lihat Profile Reviewer
Widodo Prasetyo, SS

Widodo Prasetyo, SS

Sales Manager

Expert Reviewer

Widodo Prasetyo adalah Sales Manager Gressler yang berpengalaman dalam membantu customer menemukan solusi coding dan marking yang sesuai dengan kebutuhan produksi di wilayah barat Indonesia. Ia berperan dalam memahami kebutuhan customer, mulai dari jenis produk, material kemasan, volume produksi, kondisi line, hingga target efisiensi dan budget. Sebagai bagian dari tim sales Gressler, Widodo mendukung proses konsultasi, rekomendasi mesin, koordinasi demo, trial mesin, serta pemilihan solusi yang tepat untuk berbagai kebutuhan industri manufaktur. Pengalamannya mencakup solusi CIJ, TIJ, TTO, DOD Large Character Printer, Laser Marking, Handheld Inkjet Printer, inks & consumables, serta sistem pendukung seperti conveyor dan CMS package.

Cari mesin coding yang sesuai material dan kebutuhan produksi?

Konsultasikan kebutuhan Anda dan coba trial gratis untuk melihat hasil cetaknya secara langsung.

Anda mungkin juga suka artikel ini

Konsultasi Gratis