Dalam industri manufaktur, pencetakan tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa (expired date), batch number, dan kode identifikasi lainnya menjadi bagian penting untuk mendukung ketertelusuran produk (traceability). Namun, proses pencetakan sering menghadapi berbagai kendala, mulai dari hasil cetak buram, tinta mudah luntur, kesalahan input kode, hingga mesin yang tidak mampu mengikuti kecepatan production line.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, mesin cetak kode produksi hadir dengan berbagai pilihan teknologi, seperti Continuous Inkjet (CIJ), Thermal Inkjet (TIJ), Thermal Transfer Overprinter (TTO), hingga laser marking. Setiap teknologi memiliki karakteristik berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan jenis material, informasi yang dicetak, dan volume produksi.
Lantas, mesin coding kode produksi seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan industri Anda? Simak penjelasan mengenai fungsi, jenis mesin, perbandingan teknologi, aplikasi pada berbagai material, faktor harga, hingga cara memilih mesin cetak kode produksi yang tepat.
Apa Itu Mesin Cetak Kode Produksi?

Mesin cetak kode produksi adalah peralatan industri yang digunakan untuk mencetak informasi identifikasi pada produk atau kemasan, seperti tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa (expired date), nomor batch, dan kode lainnya. Proses pencetakan dapat dilakukan secara otomatis melalui integrasi dengan production line maupun secara manual menggunakan mesin coding handheld.
Fungsi utama mesin ini adalah membantu produsen mengidentifikasi dan melacak produk berdasarkan informasi yang dicetak. Dengan kode produksi yang jelas dan terbaca, perusahaan dapat mendukung sistem ketertelusuran produk (traceability), pengendalian kualitas, serta proses penelusuran apabila ditemukan masalah pada produk.
Dalam penggunaannya, istilah mesin coding merujuk pada peralatan pencetak kode secara umum. Sementara itu, date coding machine lebih spesifik untuk pencetakan tanggal, sedangkan batch coding machine digunakan untuk mencetak nomor batch atau lot produksi.
Informasi Apa Saja yang Bisa Dicetak oleh Mesin Coding?

Mesin coding dapat mencetak berbagai informasi identifikasi produk, mulai dari tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa (expired date), nomor batch, hingga kode yang dapat dipindai seperti barcode, QR Code, dan DataMatrix. Informasi tersebut membantu produsen mengidentifikasi produk, mengelola proses produksi, serta mendukung sistem ketertelusuran (traceability).
Berikut beberapa contoh informasi yang dapat dicetak menggunakan mesin coding kode produksi:
| Jenis Kode | Contoh |
|---|---|
| Tanggal produksi | MFG 05/11/2026 |
| Tanggal kedaluwarsa | EXP 05/11/2027 |
| Nomor batch atau lot | LOT B261105 |
| Kode lini produksi | LINE 02 |
| Nomor seri produk | SN 00012345 |
| QR Code / DataMatrix | Kode 2D yang menyimpan data produk |
Selain kode berupa teks dan angka, beberapa mesin coding juga mampu mencetak logo, barcode, serta kode 2D untuk kebutuhan identifikasi yang lebih detail.
Namun, kemampuan mencetak setiap jenis kode bergantung pada teknologi dan spesifikasi mesin. Misalnya, pencetakan kode sederhana dapat menggunakan CIJ atau TIJ, sedangkan kebutuhan kode 2D beresolusi tinggi memerlukan mesin yang mendukung format dan kualitas cetak tersebut.
Oleh karena itu, produsen perlu menyesuaikan jenis informasi, ukuran kode, material kemasan, dan kebutuhan keterbacaan sebelum menentukan mesin yang digunakan.
Apa Saja Jenis Mesin Cetak Kode Produksi?

Mesin cetak kode produksi tersedia dalam berbagai jenis teknologi, seperti Continuous Inkjet (CIJ), Thermal Inkjet (TIJ), Thermal Transfer Overprinter (TTO), Drop on Demand (DOD), Laser Marking, dan Handheld Inkjet Printer. Setiap teknologi memiliki cara kerja, karakteristik, serta aplikasi yang berbeda sesuai kebutuhan industri.
Berikut perbandingan jenis mesin coding berdasarkan teknologi dan penggunaannya:
| Jenis Mesin | Teknologi | Aplikasi Utama |
|---|---|---|
| CIJ | Semprotan tinta kontinu | Botol, plastik, kaleng, kabel |
| TIJ | Cartridge tinta termal | Karton, label, kemasan plastik tertentu |
| TTO | Transfer tinta dari ribbon menggunakan panas | Flexible film, kemasan sachet |
| DOD | Tetesan tinta sesuai kebutuhan cetak | Kardus, kemasan sekunder, material industri |
| Laser Marking | Sinar laser tanpa tinta | Logam, plastik, kaca, material tertentu |
| Handheld Inkjet | Inkjet portabel | Kardus, pipa, produk berukuran besar |
1. Continuous Inkjet Printer (CIJ)

Continuous Inkjet Printer (CIJ) merupakan mesin coding yang menggunakan aliran tinta kontinu untuk mencetak kode pada permukaan produk tanpa kontak langsung.
Teknologi ini cocok untuk production line berkecepatan tinggi karena mampu mencetak saat produk bergerak. CIJ banyak digunakan untuk mencetak tanggal kedaluwarsa, nomor batch, dan kode produksi pada botol plastik, kemasan fleksibel, kaleng, hingga kabel.
Gressler menyediakan mesin CIJ seperti GC1600 dan GC2000XT untuk mendukung kebutuhan pencetakan pada berbagai lini produksi industri.
2. Thermal Inkjet Printer (TIJ)

Thermal Inkjet Printer (TIJ) menggunakan cartridge tinta dengan elemen pemanas untuk menghasilkan tetesan tinta berukuran kecil dan membentuk karakter yang tajam.
Mesin ini cocok untuk pencetakan teks, angka, barcode, dan kode 2D pada karton, label, maupun kemasan plastik tertentu dengan formulasi tinta yang sesuai.
Penggunaan cartridge juga memudahkan proses penggantian tinta dan perawatan rutin. Contoh mesin TIJ Gressler adalah GT1000 dan GT2000i, yang dapat digunakan untuk kebutuhan coding pada berbagai aplikasi kemasan.
3. Thermal Transfer Overprinter (TTO)

Thermal Transfer Overprinter (TTO) merupakan mesin coding yang menggunakan panas dari printhead untuk memindahkan tinta dari ribbon ke permukaan kemasan.
Teknologi TTO banyak diterapkan pada flexible packaging, seperti plastik film, kemasan sachet, dan kemasan makanan yang diproses menggunakan mesin pengemas otomatis.
TTO dapat mencetak informasi seperti expired date, batch number, barcode, serta kode produksi dengan hasil yang rapi. Teknologi ini sesuai untuk kebutuhan pencetakan pada film kemasan yang bergerak secara kontinu maupun bertahap, tergantung konfigurasi mesin.
4. Large Character Printer (DOD)

Large Character Printer menggunakan teknologi Drop on Demand (DOD) untuk mengeluarkan tetesan tinta sesuai pola karakter yang akan dicetak.
Berbeda dengan mesin coding berkarakter kecil, DOD umumnya digunakan untuk mencetak kode atau tulisan berukuran besar pada kardus, karton kemasan sekunder, hingga material industri.
Teknologi ini membantu produsen menampilkan informasi seperti nomor batch, kode produk, dan identitas produksi yang perlu terbaca dari jarak lebih jauh, terutama dalam proses penyimpanan dan distribusi.
5. Laser Marking (CO2, Fiber, dan UV)

Laser Marking merupakan teknologi penandaan produk menggunakan sinar laser tanpa memerlukan tinta atau ribbon.
Jenis laser yang digunakan perlu disesuaikan dengan karakteristik material. Laser CO2 umumnya digunakan pada kertas, karton, kaca, dan plastik tertentu. Fiber laser lebih banyak diterapkan pada logam dan beberapa jenis plastik, sedangkan UV laser cocok untuk material tertentu yang membutuhkan proses marking dengan pengaruh panas lebih rendah.
Karena laser dapat memengaruhi permukaan material, pengujian hasil marking dan penerapan sistem keselamatan laser menjadi pertimbangan penting sebelum digunakan.
6. Handheld Inkjet Printer

Handheld Inkjet Printer merupakan mesin cetak kode produksi portabel yang dioperasikan secara manual dengan menggerakkan perangkat pada permukaan produk.
Mesin ini cocok untuk kebutuhan pencetakan yang fleksibel, terutama pada kardus, pipa, komponen berukuran besar, atau produk yang sulit dipindahkan ke production line otomatis.
Handheld inkjet juga dapat menjadi pilihan untuk produksi dengan volume tertentu atau kebutuhan coding di beberapa lokasi kerja. Salah satu contohnya adalah Gressler GTH-050, yang dapat digunakan untuk mencetak informasi produk tanpa instalasi conveyor permanen.
Setiap jenis mesin memiliki keunggulan dan keterbatasan. Oleh karena itu, pemilihan teknologi perlu mempertimbangkan material, format kode, kecepatan produksi, serta kebutuhan perawatan agar hasil cetak tetap sesuai dengan proses produksi.
Apa Perbedaan Mesin Coding CIJ, TIJ, TTO, DOD, dan Laser?
Perbedaan mesin coding CIJ, TIJ, TTO, DOD, dan laser terletak pada teknologi pencetakan, jenis material, kebutuhan consumables, serta kesesuaiannya dengan proses produksi. Setiap teknologi memiliki karakteristik berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Berikut perbandingan mesin cetak kode produksi berdasarkan teknologi dan aplikasinya:
| Parameter | CIJ | TIJ | TTO | DOD | Laser |
|---|---|---|---|---|---|
| Teknologi | Aliran tinta kontinu | Tetesan tinta termal | Transfer tinta dengan panas | Tetesan tinta sesuai kebutuhan | Sinar laser |
| Material | Botol, plastik, logam, kabel | Karton, label, plastik tertentu | Flexible film, sachet | Kardus, karton, material industri | Logam, kaca, plastik tertentu |
| Production line | Produksi kontinu, termasuk kecepatan tinggi | Otomatis atau semiotomatis | Mesin pengemas berbasis film | Lini kemasan sekunder | Otomatis atau statis |
| Consumables | Tinta dan make-up | Cartridge tinta | Ribbon | Tinta | Tanpa tinta atau ribbon |
| Jenis kode | Teks, angka, kode tertentu | Teks, barcode, kode 2D | Teks, barcode, kode 2D | Teks, angka, logo tertentu | Teks, logo, barcode, kode 2D |
| Perawatan | Sistem tinta dan printhead | Cartridge dan area printhead | Ribbon dan printhead | Sistem tinta dan printhead | Lensa, sistem optik, dan pendinginan sesuai mesin |
Secara umum, CIJ cocok untuk berbagai aplikasi produksi kontinu, sedangkan TIJ menjadi pilihan untuk kebutuhan cetak tajam pada material yang kompatibel. TTO banyak digunakan pada kemasan film fleksibel, DOD untuk pencetakan karakter besar, dan laser marking untuk penandaan tanpa consumable tinta.
Material Apa Saja yang Bisa Dicetak Kode Produksi?

Mesin cetak kode produksi dapat digunakan pada berbagai material, mulai dari plastik, botol, karton, logam, hingga kayu. Namun, setiap material memiliki karakteristik permukaan yang berbeda sehingga membutuhkan teknologi pencetakan dan jenis tinta yang sesuai agar kode terlihat jelas, mudah dibaca, dan tidak mudah luntur.
Berikut pilihan teknologi mesin coding berdasarkan jenis material yang digunakan:
| Material | Teknologi yang Dapat Dipertimbangkan |
|---|---|
| Botol PET | CIJ, laser tertentu |
| Sachet dan flexible film | CIJ, TTO, TIJ tertentu |
| Karton dan kardus | TIJ, DOD, CIJ |
| Kaleng dan logam | CIJ, fiber laser |
| Blister dan aluminium foil | TIJ, CIJ, laser tertentu |
| Kabel dan pipa PVC | CIJ, laser tertentu |
| Kayu dan panel MDF | TIJ, CIJ, DOD tertentu |
| Telur dan egg carton | Sistem coding khusus sesuai media |
Sebagai contoh, kemasan plastik dengan permukaan licin membutuhkan tinta yang memiliki daya rekat sesuai. Sementara itu, pencetakan kode pada kabel yang bergerak secara kontinu memerlukan mesin yang mampu mengikuti kecepatan produksi dan kondisi permukaan setelah proses ekstrusi.
Selain jenis material, pemilihan mesin coding juga dipengaruhi oleh sifat permukaan, formulasi tinta, waktu pengeringan, suhu, dan kondisi lingkungan produksi.
Bagaimana Cara Kerja Mesin Cetak Kode Produksi Otomatis?

Mesin cetak kode produksi otomatis bekerja dengan mencetak informasi pada produk atau kemasan yang bergerak melalui production line. Proses ini melibatkan beberapa komponen, seperti controller, sensor produk, printhead, dan conveyor untuk memastikan kode tercetak pada posisi yang sesuai.
Secara umum, berikut tahapan cara kerja mesin coding otomatis:
- Input kode produksi: Operator memasukkan informasi seperti tanggal kedaluwarsa, batch number, atau nomor seri melalui controller mesin.
- Deteksi produk: Conveyor menggerakkan produk menuju area pencetakan. Sensor mendeteksi keberadaan produk dan mengirimkan sinyal ke sistem coding.
- Pencetakan kode: Setelah menerima sinyal, printhead mencetak informasi pada permukaan produk sesuai pengaturan posisi, ukuran, dan format kode.
- Pemeriksaan hasil cetak: Operator atau sistem inspeksi memeriksa keterbacaan dan kesesuaian kode dengan standar produksi.
Untuk kebutuhan pengawasan yang lebih terintegrasi, mesin coding juga dapat dilengkapi vision camera guna membantu mendeteksi kode yang hilang, tidak terbaca, atau tidak sesuai dengan data yang ditentukan.
Namun, penggunaan vision camera merupakan fitur tambahan yang memerlukan integrasi dan konfigurasi sesuai kebutuhan production line.
Bagaimana Penggunaan Mesin Cetak Kode Produksi di Berbagai Industri?
Mesin cetak kode produksi digunakan di berbagai industri untuk mencetak informasi identifikasi produk, seperti tanggal kedaluwarsa (expired date), batch number, nomor seri, hingga kode ketertelusuran (traceability). Penerapannya disesuaikan dengan jenis produk, material kemasan, kecepatan produksi, dan kebutuhan identifikasi setiap industri.
Berikut contoh aplikasi mesin coding kode produksi di berbagai sektor manufaktur:
| Industri | Aplikasi dan Kode yang Dicetak | Tantangan Produksi |
|---|---|---|
| Food & Beverage | Expired date dan batch number pada botol minuman, kemasan snack, dan sachet | Kecepatan produksi tinggi dan permukaan kemasan licin |
| Pharmaceutical | Nomor batch, EXP, serial number, dan kode 2D pada kemasan obat | Keterbacaan kode, akurasi data, dan ketentuan identifikasi produk |
| Cosmetics, Personal & Home Care | Batch number dan EXP pada botol skincare, tube, dan kemasan kosmetik | Variasi bentuk kemasan dan ketahanan tinta terhadap gesekan |
| Eggs & Egg Cartons | Kode identifikasi dan tanggal pada telur maupun kartonnya | Permukaan telur melengkung dan kebutuhan tinta yang sesuai |
| Building Materials | Kode produksi pada karung semen, baja ringan, dan panel kayu | Debu, suhu produksi, serta variasi permukaan material |
| Cable & Extrusion | Kode meter, spesifikasi, dan identitas produksi pada kabel atau pipa | Produk bergerak kontinu dan suhu material setelah ekstrusi |
| Electronics & Electrical Components | Serial number, kode batch, dan DataMatrix pada komponen elektronik | Area cetak kecil dan kebutuhan presisi kode |
| Tobacco | Kode batch dan identifikasi produksi pada kemasan rokok | Kecepatan mesin pengemas dan keterbatasan area cetak |
| OEM Packaging Machinery | Integrasi pencetakan EXP, batch number, dan barcode pada mesin pengemas | Sinkronisasi mesin coding dengan sistem produksi |
Setiap industri memiliki kebutuhan pencetakan yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihan mesin coding perlu mempertimbangkan kompatibilitas material, format kode, kecepatan production line, dan kondisi lingkungan produksi agar hasil cetak tetap jelas dan konsisten.
Bagaimana Contoh Penerapan Mesin Coding Gressler di Pabrik?
Mesin cetak kode produksi Gressler telah digunakan pada berbagai lini manufaktur, termasuk industri air minum dalam kemasan (AMDK) dan makanan ringan. Penerapannya dapat disesuaikan dengan material kemasan, kecepatan produksi, serta kebutuhan pencetakan tanggal kedaluwarsa dan nomor batch.
Berikut dua contoh penggunaan mesin coding Gressler pada proses produksi pelanggan.
1. PT Nirwana Tirta – Industri Air Minum dalam Kemasan

PT Nirwana Tirta menggunakan mesin Continuous Inkjet (CIJ) Gressler GC1600 untuk mencetak kode produksi pada kemasan air minum.
Dalam produksi AMDK, keterbacaan kode menjadi perhatian penting karena permukaan kemasan dan kecepatan lini produksi dapat memengaruhi kualitas cetak.
Penggunaan GC1600 membantu menghasilkan kode yang jelas, sekaligus mendukung efisiensi penggunaan tinta dan kemudahan perawatan mesin. Hal ini membantu perusahaan menjaga konsistensi pencetakan selama proses produksi.
2. PT Priama Food – Industri Makanan Ringan

PT Priama Food menerapkan mesin CIJ Gressler GC1600 yang terintegrasi dengan conveyor GAC-06CX untuk kebutuhan pencetakan kode pada kemasan makanan ringan.
Dengan kapasitas produksi sekitar 5.000 produk per hari, perusahaan membutuhkan sistem coding yang dapat mengikuti alur produksi secara konsisten.
Kombinasi mesin GC1600 dan conveyor membantu mengatur pergerakan produk selama proses pencetakan sehingga posisi kode dapat lebih terkontrol.
Kedua penerapan tersebut menunjukkan pentingnya memilih mesin coding berdasarkan kebutuhan produksi, karakteristik kemasan, dan dukungan integrasi yang sesuai.
Baca juga: PT Priama Food: Dari Label Manual ke Coding Otomatis yang Lebih Lengkap
Berapa Harga Mesin Cetak Kode Produksi?

Berapa Harga Mesin Cetak Kode Produksi?
Harga mesin cetak kode produksi bervariasi tergantung jenis teknologi, spesifikasi, dan kebutuhan produksi. Mesin coding seperti CIJ, TIJ, TTO, DOD, dan laser marking memiliki harga berbeda karena menggunakan sistem pencetakan serta komponen yang tidak sama.
Beberapa faktor yang memengaruhi harga mesin coding meliputi kecepatan produksi, jenis tinta atau consumables, fitur pencetakan, kebutuhan integrasi dengan production line, serta layanan purnajual.
Selain harga pembelian, produsen juga perlu mempertimbangkan Total Cost of Ownership (TCO), yaitu keseluruhan biaya penggunaan mesin, termasuk tinta, perawatan, spare parts, dan potensi kerugian akibat downtime.
Untuk menyesuaikan kebutuhan operasional dan anggaran, Gressler menyediakan beberapa pilihan pengadaan mesin cetak kode produksi, antara lain:
- Pembelian Mesin (Buy): Kepemilikan mesin secara langsung untuk kebutuhan produksi jangka panjang.
- Sewa Mesin (Rental): Penggunaan mesin melalui sistem penyewaan sesuai periode dan ketentuan yang disepakati.
- One Price Per Print (OP3): Skema pengadaan berdasarkan biaya pencetakan sesuai perjanjian layanan dan kebutuhan produksi.
- Trade-In: Program tukar tambah mesin coding lama dengan mesin baru sesuai hasil evaluasi dan ketentuan program.
Setiap pilihan memiliki skema biaya dan persyaratan yang berbeda. Oleh karena itu, produsen dapat berkonsultasi dengan tim Gressler untuk menentukan teknologi, harga mesin coding kode produksi, serta opsi pengadaan yang paling sesuai dengan kebutuhan produksi dan anggaran perusahaan.
Mengapa Memilih Mesin Cetak Kode Produksi Gressler?
Gressler merupakan penyedia solusi industrial coding dan marking yang membantu industri manufaktur menjaga ketertelusuran produk (traceability), memenuhi kebutuhan identifikasi produk, serta menghasilkan kode produksi yang jelas dan konsisten. Dengan prinsip Precision Print Coding for a Perfect Product, Gressler menyediakan berbagai teknologi mesin coding, consumables, konsultasi teknis, dan layanan purnajual.
Tidak hanya menyediakan mesin cetak kode produksi, Gressler juga memberikan dukungan sebelum dan setelah pembelian, meliputi:
- Konsultasi pemilihan mesin: Rekomendasi teknologi berdasarkan material, jenis kode, dan kapasitas produksi.
- Dukungan teknis 24/7: Bantuan troubleshooting untuk menangani kendala operasional mesin.
- Installation & commissioning: Pemasangan dan pengujian mesin agar sesuai dengan kebutuhan lini produksi.
- Operator training: Pelatihan pengoperasian dan perawatan dasar mesin coding.
- Spare parts & maintenance: Penyediaan suku cadang dan layanan perawatan untuk menjaga keandalan mesin.
- Kunjungan teknis: Pemeriksaan, evaluasi aplikasi, dan pendampingan sesuai kebutuhan serta ketentuan layanan.
Melalui pilihan teknologi dan dukungan teknis tersebut, Gressler membantu produsen mendapatkan solusi pencetakan kode yang sesuai sekaligus mendukung kelancaran operasional produksi.
Bisakah Trial Mesin Cetak Kode Produksi Sebelum Membeli?

Ya, Gressler menyediakan trial mesin cetak kode produksi secara gratis untuk membantu produsen memastikan kesesuaian teknologi dengan kebutuhan produksi sebelum melakukan pembelian. Pengujian dilakukan berdasarkan jenis material, informasi yang akan dicetak, serta kondisi production line.
Melalui trial mesin coding kode produksi, produsen dapat mengevaluasi beberapa aspek penting, antara lain:
- Ketajaman dan keterbacaan kode: Memastikan hasil cetak jelas dan mudah dibaca.
- Daya rekat tinta: Menguji kemampuan tinta menempel pada permukaan material.
- Waktu pengeringan: Memastikan tinta cukup cepat kering sebelum produk memasuki proses berikutnya.
- Ketahanan hasil cetak: Mengevaluasi ketahanan kode terhadap gesekan, suhu, atau kondisi tertentu.
- Posisi dan ukuran kode: Memastikan hasil cetak sesuai dengan area yang tersedia pada kemasan.
- Kecepatan pencetakan: Menilai kemampuan mesin mengikuti kecepatan production line.
Pengujian dapat dilakukan menggunakan sampel material atau melalui kunjungan teknis ke lokasi produksi sesuai kebutuhan dan kesepakatan.
Kesimpulan
Mesin cetak kode produksi merupakan solusi penting bagi industri manufaktur untuk mencetak tanggal produksi, expired date, batch number, dan informasi identifikasi lainnya secara jelas dan konsisten. Penggunaan mesin coding juga membantu mendukung ketertelusuran produk (traceability) serta kelancaran proses produksi.
Tersedia berbagai teknologi, seperti CIJ, TIJ, TTO, DOD, laser marking, dan handheld inkjet, yang memiliki karakteristik dan aplikasi berbeda. Oleh karena itu, pemilihan mesin perlu mempertimbangkan jenis material, format kode, kecepatan production line, biaya operasional, serta dukungan purnajual.
FAQ Seputar Mesin Cetak Kode Produksi
1. Apa perbedaan mesin cetak kode produksi dan mesin expired date?
Mesin cetak kode produksi digunakan untuk mencetak berbagai informasi identifikasi produk, seperti tanggal produksi, expired date, batch number, dan nomor seri. Sementara itu, mesin expired date lebih spesifik digunakan untuk mencetak tanggal kedaluwarsa. Pada praktiknya, satu mesin coding dapat digunakan untuk mencetak kedua jenis informasi tersebut sesuai kemampuan dan pengaturan mesin.
2. Apakah mesin coding bisa mencetak tanggal produksi dan kedaluwarsa sekaligus?
Ya, mesin coding dapat mencetak tanggal produksi (manufacturing date) dan tanggal kedaluwarsa (expired date) dalam satu proses pencetakan. Operator dapat mengatur format tanggal, jumlah baris, dan informasi tambahan melalui controller mesin. Kemampuan tersebut bergantung pada spesifikasi mesin serta area cetak yang tersedia pada kemasan.
3. Mesin apa yang cocok untuk mencetak kode produksi pada plastik?
Mesin Continuous Inkjet (CIJ), Thermal Inkjet (TIJ), dan Thermal Transfer Overprinter (TTO) dapat digunakan untuk mencetak kode produksi pada plastik. CIJ banyak digunakan pada botol dan kemasan plastik, sedangkan TTO cocok untuk flexible film. TIJ juga dapat digunakan pada plastik tertentu dengan formulasi tinta yang sesuai. Pemilihannya perlu mempertimbangkan jenis plastik, daya rekat tinta, dan kecepatan produksi.
4. Apakah mesin cetak kode produksi bisa digunakan tanpa conveyor?
Ya, beberapa mesin cetak kode produksi dapat digunakan tanpa conveyor, seperti handheld inkjet printer yang dioperasikan secara manual. Mesin ini cocok untuk mencetak kode pada kardus, pipa, atau produk berukuran besar. Sementara itu, mesin coding otomatis dapat diintegrasikan dengan conveyor atau sistem pemindahan produk lainnya sesuai konfigurasi lini produksi.
5. Berapa biaya operasional mesin cetak kode produksi?
Biaya operasional mesin cetak kode produksi bergantung pada teknologi, jenis tinta atau ribbon, volume pencetakan, serta kebutuhan perawatan. Mesin CIJ menggunakan tinta dan make-up, TIJ menggunakan cartridge, sedangkan TTO membutuhkan ribbon. Untuk memperkirakan biaya penggunaan secara menyeluruh, produsen perlu memperhitungkan consumables, maintenance, spare parts, dan potensi downtime produksi.
6. Apakah mesin coding dapat diintegrasikan dengan mesin pengemas otomatis?
Ya, mesin coding dapat diintegrasikan dengan berbagai mesin pengemas otomatis, seperti mesin filling, sealing, dan packaging. Integrasi memungkinkan pencetakan kode dilakukan mengikuti alur produksi dengan bantuan sensor, controller, dan perangkat pendukung. Namun, kesesuaian integrasi perlu dievaluasi berdasarkan jenis mesin pengemas, kecepatan produksi, posisi pencetakan, serta kebutuhan komunikasi antarsistem.



