Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemberian hampers berisi makanan, minuman, dan berbagai produk kemasan menjadi salah satu tradisi untuk berbagi dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja. Namun, di balik kemasan yang menarik, penting untuk memastikan setiap produk dalam hampers memiliki tanggal kedaluwarsa yang jelas dan masa simpan yang masih memadai saat diterima.
Pemeriksaan ini bukan tanpa alasan. Dalam pengawasan pangan menjelang Nataru 2025, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih menemukan produk pangan kedaluwarsa, rusak, dan tidak memenuhi ketentuan yang beredar di pasaran. Temuan tersebut menjadi pengingat bagi konsumen untuk lebih teliti sebelum membeli atau memberikan hampers Natal dan Tahun Baru.
Lantas, bagaimana cara memastikan produk dalam hampers tidak kedaluwarsa? Simak panduan mengecek kondisi kemasan, membaca kode tanggal kedaluwarsa, memeriksa izin edar BPOM, hingga langkah yang perlu dilakukan jika menemukan produk kedaluwarsa atau informasi tanggal yang sulit dibaca.
Mengapa Tanggal Kedaluwarsa Penting Diperiksa pada Hampers Natal?

Memeriksa tanggal kedaluwarsa pada hampers Natal penting untuk memastikan setiap makanan dan minuman masih layak dikonsumsi saat diterima. Pasalnya, satu paket hampers biasanya berisi berbagai produk, seperti biskuit, cokelat, makanan ringan, dan minuman kemasan yang memiliki masa simpan berbeda.
Selain itu, hampers mungkin telah disimpan beberapa hari sebelum dikirim kepada penerima. Kondisi penyimpanan dan proses distribusi, termasuk paparan suhu tinggi atau penanganan yang kurang tepat, juga dapat memengaruhi kualitas produk. Bahkan, makanan yang belum melewati tanggal kedaluwarsa tetap perlu diperiksa apabila kemasannya rusak, bocor, atau tidak tersegel dengan baik.
Pentingnya pemeriksaan ini juga terlihat dari hasil pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjelang Natal dan Tahun Baru 2025. Hingga 17 Desember 2025, BPOM menemukan 32.080 produk pangan kedaluwarsa dalam kegiatan pengawasan pangan Nataru.
Oleh karena itu, sebelum membeli atau memberikan hampers Natal dan Tahun Baru, pastikan tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, dan informasi label diperiksa pada setiap produk, bukan hanya melihat tampilan luar hampers yang menarik.
Baca juga: Kadaluwarsa atau Kedaluwarsa? Jawaban yang Tepat Menurut KBBI
Bagaimana Cara Memastikan Produk dalam Hampers Tidak Kedaluwarsa?

Cara memastikan produk dalam hampers tidak kedaluwarsa adalah dengan memeriksa tanggal kedaluwarsa setiap makanan dan minuman, memastikan kode tanggal terbaca jelas, serta mengecek kondisi kemasan dan izin edar produk. Pemeriksaan ini dapat mengikuti panduan Cek KLIK BPOM (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) sebelum hampers dibeli, diberikan, atau dikonsumsi.
1. Periksa Tanggal Kedaluwarsa pada Setiap Produk
Hampers Natal biasanya berisi berbagai makanan dan minuman dengan masa simpan yang berbeda. Oleh karena itu, periksa tanggal kedaluwarsa setiap produk secara terpisah, bukan hanya informasi pada kemasan luar hampers.
Tanggal kedaluwarsa umumnya tercetak pada bagian bawah botol atau kaleng, sambungan kemasan plastik, sisi dus, maupun bagian belakang kemasan. Cari keterangan seperti EXP, Expired Date, atau Best Before, lalu perhatikan tanggal yang tercantum.
Baca juga: Kadaluarsa Adalah… Pengertian dan 5 Istilah Lainnya
2. Pastikan Informasi Kedaluwarsa Jelas dan Mudah Dibaca
Selain memeriksa tanggal, pastikan hasil cetak kode kedaluwarsa dapat dibaca dengan jelas. Hindari produk dengan kode yang buram, pudar, terpotong, atau tertutup label tambahan.
Jika tanggal kedaluwarsa sulit dikenali, jangan menebak berdasarkan angka yang masih terlihat. Sebaiknya konfirmasikan informasi tersebut kepada penjual atau produsen sebelum produk dikonsumsi.
3. Periksa Kondisi Kemasan Makanan dan Minuman
Produk yang belum melewati tanggal kedaluwarsa belum tentu aman apabila kemasannya rusak atau disimpan dengan tidak tepat.
Perhatikan tanda kerusakan seperti kemasan sobek, bocor, menggembung, kaleng berkarat parah, atau segel yang terbuka. Jika menemukan kondisi mencurigakan, sebaiknya jangan memilih produk tersebut untuk dijadikan hampers.
4. Periksa Label dan Izin Edar Produk
Pastikan makanan dan minuman memiliki informasi label yang sesuai, termasuk nama produk, identitas produsen, komposisi, serta informasi kedaluwarsa.
Untuk produk yang wajib memiliki izin edar BPOM, periksa nomor registrasi melalui situs resmi Cek Produk BPOM. Perlu diketahui bahwa tidak semua pangan kemasan wajib memiliki nomor BPOM MD atau ML; sebagian produk dapat menggunakan SPP-IRT sesuai ketentuan.
5. Perhatikan Masa Simpan dan Cara Penyimpanan
Jangan hanya memastikan produk belum kedaluwarsa saat hampers dibeli. Pertimbangkan juga waktu pengiriman, kapan hampers akan diterima, dan berapa lama produk kemungkinan disimpan sebelum dikonsumsi.
Pilih produk dengan sisa masa simpan yang memadai serta ikuti petunjuk penyimpanan pada label. Hindari paparan panas berlebih atau kondisi penyimpanan yang tidak sesuai, terutama untuk makanan yang sensitif terhadap suhu.
Dengan melakukan pemeriksaan tersebut, hampers Natal dan Tahun Baru dapat diberikan dengan lebih aman sekaligus membantu penerima memperoleh informasi produk yang jelas sebelum mengonsumsinya.
Bagaimana Cara Membaca Tanggal Kedaluwarsa pada Kemasan Hampers?

Cara membaca tanggal kedaluwarsa pada kemasan hampers adalah dengan mencari keterangan EXP (Expiration Date) atau Best Before (Baik Digunakan Sebelum) yang diikuti informasi tanggal, bulan, dan tahun. Keterangan tersebut membantu konsumen mengetahui batas masa simpan makanan atau minuman sesuai informasi yang ditetapkan produsen.
Menurut BPOM, penulisan tanggal kedaluwarsa pada pangan olahan dapat menggunakan format tanggal-bulan-tahun atau bulan-tahun. Oleh karena itu, penting untuk memahami arti setiap kode yang tercetak pada kemasan.
Berikut contoh kode yang dapat ditemukan pada kemasan makanan dan minuman:
| Contoh Kode Ilustratif | Keterangan |
|---|---|
| EXP 25/12/2026 | Tanggal kedaluwarsa 25 Desember 2026 dengan format hari/bulan/tahun. |
| Best Before 12/2027 | Keterangan baik digunakan sebelum dengan format bulan/tahun, yaitu Desember 2027. |
| MFG 05/11/2026 | Tanggal pembuatan produk, yaitu 5 November 2026. |
| LOT A261105 | Kode identifikasi kelompok produksi atau batch, bukan tanggal kedaluwarsa. |
Perlu diketahui bahwa kode LOT dan MFG bukan pengganti tanggal kedaluwarsa. LOT berfungsi untuk membantu penelusuran kelompok produksi, sedangkan MFG menunjukkan waktu produk dibuat.
Selain itu, setiap produsen dapat menggunakan format atau kode internal yang berbeda. Karena itu, jangan menafsirkan kode produksi tanpa keterangan resmi pada label.
Jika tanggal kedaluwarsa pada produk hampers buram, terhapus, atau sulit dibaca, sebaiknya hubungi penjual atau produsen untuk memastikan informasinya sebelum produk dikonsumsi.
Baca juga: Biar Aman, Yuk Pelajari Cara Membaca Expired Date Produk!
Apa yang Harus Dilakukan Jika Produk Hampers Sudah Kedaluwarsa atau Kodenya Tidak Terbaca?
Jika menemukan makanan atau minuman dalam hampers yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa, jangan mengonsumsi produk tersebut, meskipun kemasannya masih tersegel dan terlihat baik. Produk yang telah kedaluwarsa tidak lagi memiliki jaminan mutu dan keamanan sesuai masa simpan yang ditetapkan produsen.
Begitu pula jika tanggal kedaluwarsa pada kemasan hilang, buram, atau sulit dibaca. Sebaiknya tunda konsumsi dan hubungi penjual atau produsen untuk memastikan informasi produk.
Berikut langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan produk hampers bermasalah:
-
Pisahkan produk yang bermasalah agar tidak tercampur dengan makanan atau minuman lain yang masih layak dikonsumsi.
-
Dokumentasikan kondisi produk, termasuk foto kemasan, label, kode produksi, serta tanggal kedaluwarsa yang tidak terbaca.
-
Simpan bukti transaksi dan identitas penjual sebagai informasi pendukung apabila diperlukan proses pengaduan.
-
Ajukan penggantian atau pengembalian produk kepada penjual sesuai ketentuan yang berlaku.
-
Laporkan dugaan pelanggaran kepada BPOM melalui kanal resmi, seperti HALOBPOM, apabila menemukan produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan.
Perlu diingat, makanan yang terlihat normal atau tidak mengeluarkan bau mencurigakan belum tentu aman dikonsumsi. Oleh karena itu, pemeriksaan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan tetap penting sebelum menikmati isi hampers Natal dan Tahun Baru.
Bagaimana Penjual Hampers Mencegah Produk Kedaluwarsa Sampai ke Konsumen?

Penjual hampers Natal dan Tahun Baru perlu memastikan setiap makanan dan minuman yang dikirim masih memiliki masa simpan yang memadai. Hal ini dapat dilakukan melalui pemeriksaan produk sejak penerimaan stok, pengelolaan persediaan, hingga pengecekan akhir sebelum hampers dikirim kepada konsumen.
Langkah pertama adalah memeriksa tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan saat produk diterima dari pemasok. Sebelum menyusun hampers, penjual juga perlu memastikan setiap produk memiliki informasi tanggal yang jelas dan tidak mendekati batas kedaluwarsa, terutama jika hampers akan dikirim beberapa hari kemudian.
Untuk mengelola persediaan, penjual dapat menerapkan metode FEFO (First Expired, First Out), yaitu sistem yang memprioritaskan produk dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat untuk dikeluarkan lebih dahulu, selama produk masih memenuhi ketentuan masa simpan.
Selain itu, produk harus disimpan sesuai petunjuk pada label, termasuk memperhatikan suhu, kelembapan, dan kondisi tempat penyimpanan. Pemeriksaan ulang sebelum pengiriman juga penting untuk memastikan tidak ada produk kedaluwarsa atau kemasan rusak yang terlewat.
Dalam proses tersebut, keterbacaan tanggal EXP dan kode batch membantu petugas gudang mengidentifikasi serta menelusuri produk dengan lebih mudah. Namun, efektivitas pengelolaan stok tetap memerlukan pencatatan persediaan, pemeriksaan rutin, dan penerapan prosedur distribusi yang tepat.
Mengapa Kode Produksi dan Tanggal Kedaluwarsa Harus Tercetak Jelas?
Kode produksi dan tanggal kedaluwarsa yang tercetak jelas pada kemasan makanan sangat penting untuk memastikan informasi produk dapat dibaca oleh konsumen, distributor, maupun produsen. Informasi seperti tanggal EXP (Expiration Date) dan kode batch membantu mengidentifikasi masa simpan serta menelusuri kelompok produksi apabila ditemukan masalah kualitas produk.
Namun, dalam proses produksi dan distribusi, hasil cetak kode tidak selalu sesuai harapan. Beberapa kendala yang dapat menyebabkan kode sulit terbaca antara lain penggunaan tinta yang kurang sesuai dengan material kemasan, gesekan selama pengiriman, posisi cetak yang tidak tepat, hingga kesalahan operator saat memasukkan informasi tanggal atau kode produksi.
Kondisi tersebut dapat menyulitkan konsumen ketika memeriksa tanggal kedaluwarsa pada hampers Natal dan Tahun Baru. Bagi distributor, kode yang tidak terbaca juga dapat menghambat pemeriksaan stok berdasarkan metode FEFO.
Oleh karena itu, produsen makanan perlu memastikan proses pencetakan kode produksi dilakukan secara akurat, konsisten, dan sesuai dengan karakteristik kemasan. Dengan kualitas cetak yang baik, informasi produk lebih mudah diperiksa, sementara identifikasi batch dan pengelolaan distribusi dapat dilakukan secara lebih efektif.
Baca juga: Mesin Coding Cetak Kode Produksi: Jenis, Fungsi, dan Harga
Bagaimana Gressler Membantu Produsen Mencetak Kode Kedaluwarsa pada Kemasan?

Gressler merupakan penyedia solusi industrial coding and marking yang membantu produsen makanan dan minuman mencetak informasi penting, seperti tanggal kedaluwarsa (EXP), kode produksi, dan batch number secara jelas, akurat, dan konsisten. Dengan tagline “Precision Print Coding for a Perfect Product”, Gressler menyediakan berbagai pilihan mesin coding yang dapat disesuaikan dengan material kemasan dan kebutuhan lini produksi.
Berikut beberapa teknologi yang dapat digunakan:
-
CIJ (Continuous Inkjet Printer): Cocok untuk mencetak kode pada botol, plastik, dan lini produksi berkecepatan tinggi.
-
TIJ (Thermal Inkjet Printer): Menghasilkan kode yang tajam pada karton, dus, dan material kemasan tertentu sesuai jenis tinta.
-
TTO (Thermal Transfer Overprint): Digunakan untuk mencetak tanggal kedaluwarsa dan kode batch pada kemasan fleksibel berbentuk film atau roll.
-
Laser Marking: Menghasilkan kode tanpa tinta pada material yang kompatibel dengan teknologi laser.
Selain menyediakan mesin, Gressler juga menawarkan konsultasi aplikasi, pengujian sampel kemasan, trial gratis, pelatihan operator, serta dukungan teknis dan layanan purna jual.
Dengan pemilihan teknologi yang tepat, produsen dapat mengurangi risiko hasil cetak buram, kode mudah terhapus, dan kesalahan pencetakan yang dapat mengganggu proses distribusi.
Ingin memastikan kode kedaluwarsa pada kemasan produk tercetak jelas dan sesuai kebutuhan produksi? Konsultasikan kebutuhan Anda dan jadwalkan Trial Gratis Mesin Coding Gressler.
Kesimpulan
Memilih hampers Natal dan Tahun Baru tidak cukup hanya mempertimbangkan tampilan kemasan dan isi produknya. Memastikan setiap makanan dan minuman belum melewati tanggal kedaluwarsa menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan dan kualitas produk yang diberikan kepada penerima.
Sebelum membeli atau mengirim hampers, pastikan untuk menerapkan prinsip Cek KLIK BPOM (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa). Perhatikan juga keterbacaan tanggal EXP, kondisi kemasan, serta masa simpan setiap produk. Jika menemukan kode yang tidak terbaca atau produk yang sudah kedaluwarsa, sebaiknya jangan dikonsumsi sebelum mendapatkan kepastian dari penjual atau produsen.
FAQ Seputar Hampers Natal dan Tahun Baru
1. Bagaimana cara memastikan hampers Natal tidak berisi produk kedaluwarsa?
Cara memastikan hampers Natal tidak berisi produk kedaluwarsa adalah dengan memeriksa tanggal EXP pada setiap makanan dan minuman, mengecek kondisi kemasan, serta memastikan informasi label terbaca jelas. Gunakan prinsip Cek KLIK BPOM (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) sebelum membeli atau memberikan hampers kepada orang lain.
2. Apakah makanan yang hampir kedaluwarsa boleh dijadikan hampers?
Makanan yang mendekati tanggal kedaluwarsa belum tentu tidak layak dikonsumsi. Namun, penjual perlu mempertimbangkan sisa masa simpan, waktu pengiriman, dan kapan produk akan dikonsumsi. Sebaiknya pilih makanan dengan masa simpan yang masih memadai agar penerima hampers memiliki cukup waktu untuk mengonsumsinya.
3. Bagaimana jika tanggal kedaluwarsa pada kemasan hampers tidak terbaca?
Jika tanggal kedaluwarsa pada kemasan hampers buram, pudar, atau hilang, sebaiknya jangan mengonsumsi produk tersebut sebelum mendapatkan kepastian. Hubungi penjual atau produsen untuk mengonfirmasi informasi kedaluwarsa. Jangan menebak tanggal hanya berdasarkan sebagian angka yang masih terlihat.
4. Apakah kode produksi sama dengan tanggal kedaluwarsa?
Tidak. Kode produksi atau batch number digunakan untuk mengidentifikasi kelompok produksi dan mendukung keterlacakan produk. Sementara itu, tanggal kedaluwarsa menunjukkan batas masa simpan yang ditetapkan produsen. Kode LOT atau MFG tidak dapat langsung dianggap sebagai tanggal kedaluwarsa tanpa keterangan resmi pada kemasan.
5. Bagaimana cara mengecek izin edar BPOM pada makanan dalam hampers?
Untuk produk yang wajib memiliki izin edar BPOM, konsumen dapat memeriksa nomor registrasi melalui situs resmi cekbpom.pom.go.id. Masukkan nomor izin edar atau nama produk, kemudian cocokkan informasi yang muncul dengan label kemasan. Perlu diketahui, beberapa jenis pangan memiliki ketentuan perizinan berbeda, termasuk produk yang menggunakan SPP-IRT.
6. Apakah hampers yang masih tersegel pasti aman dikonsumsi?
Tidak selalu. Hampers yang masih tersegel belum tentu menjamin seluruh produk di dalamnya aman dikonsumsi. Konsumen tetap perlu memeriksa tanggal kedaluwarsa, kondisi setiap kemasan, dan petunjuk penyimpanan. Produk yang terpapar suhu tidak sesuai atau mengalami kerusakan kemasan dapat mengalami penurunan kualitas meskipun belum kedaluwarsa.
7. Apa yang harus dilakukan jika menerima hampers berisi makanan kedaluwarsa?
Jangan mengonsumsi makanan yang sudah kedaluwarsa. Pisahkan produk tersebut, dokumentasikan kondisi kemasan dan tanggal kedaluwarsanya, lalu hubungi penjual untuk meminta klarifikasi atau penggantian. Jika ditemukan dugaan pelanggaran keamanan pangan, konsumen dapat menyampaikan pengaduan melalui kanal resmi BPOM.
8. Mengapa tanggal kedaluwarsa pada kemasan makanan bisa buram atau mudah terhapus?
Tanggal kedaluwarsa dapat menjadi buram atau mudah terhapus karena penggunaan tinta yang kurang sesuai dengan material kemasan, pengaturan mesin coding yang tidak tepat, atau gesekan selama proses distribusi. Oleh karena itu, produsen perlu memilih teknologi pencetakan dan tinta yang sesuai agar kode EXP tetap jelas serta mudah dibaca oleh konsumen.



