Mesin Coding Industri untuk Label Pangan UMKM Sesuai BPOM

Bagikan artikel ini

Bagikan artikel ini

Daftar isi

CSR Gressler umkm user

Bagi UMKM makanan dan minuman, kemasan bukan hanya perlu terlihat menarik, tetapi juga harus memuat informasi produk dengan jelas. Beberapa informasi seperti tanggal produksi, kode produksi, batch, dan keterangan kedaluwarsa dapat berubah setiap proses produksi.

Saat volume produksi meningkat, pencantuman kode secara manual bisa menjadi kurang efisien dan hasilnya kurang konsisten. Karena itu, mesin coding industri dapat digunakan untuk membantu mencetak informasi variabel langsung pada kemasan dengan lebih rapi dan praktis.

Melalui artikel ini, Anda akan memahami informasi label pangan yang perlu diperhatikan, jenis data yang dapat dicetak langsung pada kemasan, serta pilihan mesin coding yang cocok untuk kebutuhan UMKM.

Apa Itu Mesin Coding Industri?

CASE CODING PRINTER TIJ GRESSLER INDONESIA

Mesin coding industri adalah perangkat yang digunakan untuk mencetak informasi identifikasi langsung pada produk atau kemasan. Informasi ini biasanya berkaitan dengan proses produksi, traceability, hingga masa simpan produk.

Data yang dapat dicetak antara lain:

  • Tanggal produksi.
  • Tanggal kedaluwarsa.
  • Batch number.
  • Lot number.
  • Kode produksi.
  • Barcode atau QR code tertentu.

Mesin coding industri dapat digunakan pada berbagai skala produksi, mulai dari UMKM hingga pabrik dengan production line berkecepatan tinggi. Jadi, istilah “industri” bukan berarti mesin ini hanya cocok untuk perusahaan besar.

Bagi UMKM, mesin coding bisa digunakan saat proses pencantuman kode mulai membutuhkan hasil yang lebih rapi, konsisten, dan efisien dibandingkan metode manual.

Kenapa UMKM Makanan Mulai Membutuhkan Mesin Coding Industri?

CSR Gressler umkm aplikasi

Bagi UMKM makanan, kebutuhan mesin coding biasanya mulai terasa ketika jumlah produksi semakin banyak. Penulisan tanggal secara manual atau menggunakan stempel memang masih memungkinkan untuk produksi kecil, tetapi proses tersebut bisa menjadi lebih lambat, kurang konsisten, dan lebih berisiko terjadi kesalahan saat volume produksi meningkat.

Hal ini penting karena BPOM mengatur informasi yang harus dicantumkan pada label pangan olahan. Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, label paling sedikit memuat beberapa informasi berikut:

  • Nama produk.
  • Daftar bahan yang digunakan.
  • Berat bersih atau isi bersih.
  • Nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor.
  • Keterangan halal bagi yang dipersyaratkan.
  • Tanggal dan kode produksi.
  • Keterangan kedaluwarsa.
  • Nomor izin edar.
  • Asal-usul bahan pangan tertentu.

Untuk kebutuhan coding, Pasal 33 menjadi salah satu bagian yang relevan. Tanggal dan kode produksi digunakan untuk memberikan informasi mengenai riwayat produksi pangan dan dapat berupa nomor batch dan/atau waktu produksi. Kode produksi juga diperbolehkan dicantumkan terpisah dari informasi utama pada label, selama lokasi pencantumannya dijelaskan. Misalnya, pada label tertulis “Kode produksi, lihat pada tutup botol”.

Informasi Apa Saja yang Perlu Dicantumkan pada Label Pangan?

mesin coding expired date untuk coding di frozen food tij 2

Berdasarkan ketentuan BPOM mengenai label pangan olahan, terdapat beberapa informasi utama yang perlu dicantumkan pada kemasan agar konsumen memperoleh informasi produk yang jelas dan benar.

Informasi tersebut antara lain:

  • Nama produk, untuk menunjukkan jenis atau identitas pangan yang dijual.
  • Daftar bahan, yaitu bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan produk.
  • Berat bersih atau isi bersih, untuk menunjukkan jumlah produk di dalam kemasan.
  • Nama dan alamat produsen atau pihak yang mengimpor, agar identitas pelaku usaha dapat diketahui.
  • Keterangan halal, bagi produk yang memang dipersyaratkan sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Tanggal dan kode produksi, untuk membantu menunjukkan riwayat dan waktu produksi suatu produk.
  • Keterangan kedaluwarsa, sebagai informasi mengenai batas waktu mutu produk jika disimpan sesuai petunjuk.
  • Nomor izin edar, apabila produk termasuk pangan yang wajib memiliki izin edar.
  • Informasi lain yang dipersyaratkan, sesuai dengan jenis dan karakteristik produk pangan.

Dari berbagai informasi tersebut, tidak semuanya harus dicetak ulang setiap kali produksi. Data seperti nama produk, komposisi, atau berat bersih biasanya sudah menjadi bagian tetap dari desain kemasan.

Contoh Hasil Cetak Mesin Coding pada Kemasan UMKM

pt priama food gressler geroz cij

Mesin coding industri dapat digunakan untuk mencetak berbagai informasi variabel langsung pada kemasan UMKM. Formatnya bisa berbeda-beda tergantung kebutuhan produk, sistem produksi, dan informasi yang ingin ditampilkan.

Contohnya:

PROD: 07/09/2026
BB: 07/03/2027
BATCH: A0709

Atau:

MFG: 07 SEP 26
BEST BEFORE: 07 SEP 27

Untuk kebutuhan traceability, produsen juga dapat mencantumkan kode seperti:

LOT: SMB-0907

Format tanggal, kode produksi, batch, maupun keterangan kedaluwarsa sebaiknya disesuaikan dengan karakter produk dan ketentuan label pangan yang berlaku. Yang terpenting, hasil cetak harus jelas, mudah dibaca, dan tidak membingungkan konsumen.

Dengan mesin coding industri, data seperti tanggal produksi, best before, batch, atau lot dapat diperbarui sesuai jadwal produksi tanpa perlu mengubah seluruh desain kemasan.

Jenis Mesin Coding Industri yang Cocok untuk UMKM

Pemilihan mesin coding industri untuk UMKM sebaiknya disesuaikan dengan jumlah produksi, jenis kemasan, kecepatan proses, dan cara kerja di area produksi. Tidak semua UMKM membutuhkan mesin dengan spesifikasi tinggi. Untuk banyak kebutuhan skala kecil hingga menengah, TIJ dan handheld inkjet sudah cukup relevan.

TIJ Printer

hasil cetak mesin coding tij plastik fleksibel makanan

TIJ atau Thermal Inkjet Printer adalah mesin coding berbasis cartridge yang digunakan untuk mencetak informasi langsung pada kemasan, label, atau produk.

Untuk UMKM, TIJ cukup menarik karena pengoperasiannya relatif sederhana dan mampu menghasilkan cetakan yang rapi. Printer ini juga dapat mencetak data variabel seperti:

  • Tanggal produksi.
  • Keterangan kedaluwarsa.
  • Batch number.
  • Lot number.
  • Kode produksi.
  • Barcode atau QR tertentu.

TIJ cocok untuk produksi kecil hingga menengah dan bisa digunakan secara semi otomatis maupun dipasang pada conveyor untuk proses coding yang lebih konsisten. Pergantian pesan atau data produksi juga relatif mudah dilakukan ketika tanggal atau batch berubah.

Beberapa aplikasi TIJ antara lain:

  • Pouch.
  • Karton.
  • Paper box.
  • Label.
  • Plastik tertentu.
  • Aluminium foil tertentu.

Namun, jenis cartridge tetap perlu disesuaikan dengan material kemasan. Karena itu, sample print sebaiknya dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan hasil cetak memiliki ketajaman dan daya lekat yang sesuai.

Handheld Inkjet Printer

CSR Gressler umkm aplikasi

Untuk UMKM yang produksinya masih kecil dan belum menggunakan conveyor, handheld inkjet printer bisa menjadi alternatif yang lebih fleksibel.

Printer ini digunakan dengan cara dipegang langsung oleh operator dan digerakkan pada permukaan produk atau kemasan. Karena sifatnya portable, handheld cocok untuk:

  • Produksi dengan jumlah kecil.
  • Printing satu per satu.
  • Produk yang sulit dipindahkan.
  • Kemasan berukuran besar.
  • Area produksi yang membutuhkan printer mudah dipindahkan.

Handheld bisa menjadi pilihan entry-level bagi UMKM yang ingin mulai meninggalkan penulisan manual atau stempel, tetapi belum membutuhkan sistem coding otomatis.

Apakah UMKM Membutuhkan CIJ?

pt priama food gressler geroz cij 2

CIJ atau Continuous Inkjet Printer umumnya lebih relevan ketika kebutuhan produksi sudah lebih tinggi.

Teknologi ini menggunakan sistem cetak non-contact, sehingga printhead tidak perlu menyentuh langsung produk. CIJ biasanya digunakan ketika:

  • Kecepatan production line sudah tinggi.
  • Produksi berjalan secara kontinu.
  • Produk bergerak cepat di conveyor.
  • Dibutuhkan proses coding tanpa menyentuh permukaan produk.
  • Volume produksi sudah cukup besar.

Jadi, UMKM tidak harus langsung menggunakan CIJ. Untuk produksi yang masih berkembang, TIJ biasanya lebih praktis sebagai pilihan utama, sementara handheld cocok untuk kebutuhan manual. CIJ baru menjadi lebih relevan ketika kapasitas dan kecepatan produksi meningkat secara signifikan.

Untuk informasi lebih lanjut, baca artikel Rekomendasi Printer Coding untuk Pabrik Skala Kecil – UMKM

TIJ vs Handheld untuk UMKM, Mana yang Lebih Tepat?

TIJ dan handheld sama-sama bisa digunakan untuk kebutuhan coding pada skala UMKM, tetapi keduanya memiliki cara kerja dan penggunaan yang berbeda. Pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan volume produksi, kebutuhan otomatisasi, dan kondisi area kerja.

Kebutuhan TIJ Handheld
Produksi manual kecil ✓✓
Produksi mulai meningkat ✓✓
Dipasang pada conveyor ✓✓
Hasil posisi cetak konsisten ✓✓ Tergantung operator
Portable ✓✓
Coding otomatis ✓✓
Kemudahan pindah lokasi ✓✓

Handheld inkjet printer lebih cocok untuk UMKM yang produksinya masih kecil, belum menggunakan conveyor, atau membutuhkan printer yang mudah dipindahkan. Karena proses cetaknya dilakukan langsung oleh operator, fleksibilitasnya lebih tinggi, tetapi konsistensi posisi print tetap bergantung pada cara penggunaan.

Sementara itu, TIJ printer lebih cocok ketika volume produksi mulai meningkat dan UMKM membutuhkan proses coding yang lebih konsisten. TIJ dapat dipasang pada conveyor sehingga pencetakan tanggal produksi, batch, kode produksi, atau keterangan kedaluwarsa bisa dilakukan secara otomatis saat produk bergerak melewati printhead.

Secara sederhana, handheld cocok untuk kebutuhan manual dan fleksibel, sedangkan TIJ lebih tepat untuk UMKM yang mulai membutuhkan proses coding yang lebih terstruktur dan siap berkembang ke sistem produksi otomatis.

Mesin Coding Industri Bisa Digunakan pada Kemasan Apa Saja?

keunggulan handheld printer inkjet merawat handheld inkjet printer Kemampuan Pencetakan Variabel untuk Kebutuhan Spesifik peran handheld printer untuk industri perbandingan handheld inkjet printer

Mesin coding industri dapat digunakan pada berbagai jenis kemasan, selama teknologi printer dan jenis tinta atau cartridge disesuaikan dengan karakter permukaannya.

Beberapa contoh kemasan yang umum digunakan UMKM antara lain:

  • Standing pouch, seperti untuk kopi, snack, bumbu, atau produk kering.
  • Sachet, untuk produk makanan, minuman bubuk, atau bumbu.
  • Plastik, termasuk beberapa jenis plastik kemasan fleksibel.
  • Aluminium foil, untuk produk yang membutuhkan perlindungan tambahan terhadap udara atau cahaya.
  • Label, baik label berbahan kertas maupun material sintetis tertentu.
  • Botol, seperti botol plastik atau kaca.
  • Karton, untuk kemasan sekunder atau box distribusi.
  • Paper box, seperti kemasan makanan, bakery, atau produk retail.
  • Cup, misalnya cup minuman atau makanan.
  • Kemasan frozen food tertentu, tergantung jenis material, kondisi permukaan, dan ada tidaknya embun saat proses printing.

Hal yang perlu diperhatikan, tidak semua material memiliki karakter yang sama. Permukaan yang licin, berlapis, dingin, atau mudah berembun bisa membutuhkan jenis tinta atau cartridge yang berbeda.

Karena itu, sebelum menentukan mesin coding, sebaiknya dilakukan sample print pada kemasan aktual. Tujuannya untuk memastikan hasil cetak tetap tajam, mudah dibaca, dan memiliki daya lekat yang sesuai dengan kebutuhan produksi.

Mesin Coding Industri Gressler untuk UMKM

Gressler menyediakan solusi industrial coding dan marking untuk membantu produsen mencetak informasi seperti tanggal produksi, kode produksi, batch, dan keterangan kedaluwarsa secara jelas dan konsisten pada kemasan.

Untuk kebutuhan UMKM, pemilihan mesin tidak harus langsung menggunakan teknologi yang paling besar atau kompleks. Gressler dapat membantu menyesuaikan solusi dengan jenis produk, material kemasan, volume produksi, serta proses kerja yang digunakan.

Dukungan yang tersedia meliputi:

  • Konsultasi kebutuhan coding.
  • Pemilihan printer yang sesuai.
  • Sample print pada kemasan aktual.
  • Demo mesin.
  • Dukungan teknis.
  • Ketersediaan spare parts dan supplies.
  • After-sales support.

TIJ Gressler

PT Ben Sehat TIJ Gressler testimonial

TIJ Gressler cocok untuk UMKM yang mulai membutuhkan proses coding yang lebih rapi, konsisten, dan dapat diintegrasikan dengan conveyor.

Printer ini dapat digunakan untuk mencetak berbagai data variabel seperti tanggal produksi, best before, batch number, kode produksi, hingga barcode atau QR tertentu, tergantung kebutuhan aplikasi.

TIJ menjadi pilihan yang relevan ketika volume produksi mulai meningkat dan proses coding manual sudah kurang efisien.

Handheld Inkjet Gressler

ompreng mbg Gresssler handheld printer

Untuk produksi yang masih dilakukan secara manual atau dalam jumlah yang lebih kecil, Handheld Inkjet Gressler dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel.

Printer dapat dibawa langsung ke produk atau kemasan, sehingga cocok untuk UMKM yang belum menggunakan conveyor atau memiliki produk yang perlu dicetak di lokasi berbeda.

Pemilihan TIJ maupun handheld tetap perlu disesuaikan dengan material kemasan dan kebutuhan produksi.

Kirim sampel kemasan Anda ke Gressler untuk sample print dan konsultasi mesin coding yang sesuai dengan kebutuhan produksi Anda.

Kesimpulan

Bagi UMKM makanan dan minuman, pencantuman informasi seperti tanggal produksi, kode produksi, batch, dan keterangan kedaluwarsa menjadi bagian penting dalam proses pelabelan produk. Ketika volume produksi mulai meningkat, metode manual seperti tulisan tangan atau stempel bisa menjadi kurang efisien dan sulit dijaga konsistensinya.

Di sinilah mesin coding industri dapat membantu proses pencetakan informasi variabel secara lebih rapi, jelas, dan mudah dikontrol. Untuk kebutuhan UMKM, TIJ printer cocok bagi produksi yang mulai membutuhkan proses coding lebih terstruktur dan dapat diintegrasikan dengan conveyor, sedangkan handheld inkjet printer lebih sesuai untuk produksi manual dan volume yang masih lebih kecil.

FAQ Mesin Coding Industri untuk UMKM

1. Apa itu mesin coding industri?

Mesin coding industri adalah perangkat yang digunakan untuk mencetak informasi identifikasi pada produk atau kemasan, seperti tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, batch number, lot number, kode produksi, hingga barcode atau QR code tertentu.

2. Apakah mesin coding industri cocok untuk UMKM?

Ya. Mesin coding industri tidak hanya digunakan oleh pabrik besar. UMKM juga dapat menggunakannya, terutama ketika volume produksi mulai meningkat dan pencantuman kode secara manual sudah kurang efisien atau kurang konsisten.

3. Mesin apa yang cocok untuk mencetak tanggal produksi dan kedaluwarsa pada kemasan UMKM?

Untuk banyak kebutuhan UMKM, TIJ atau Thermal Inkjet Printer dapat menjadi pilihan karena pengoperasiannya relatif sederhana, hasil cetaknya rapi, dan dapat digunakan untuk mencetak data variabel.

Jika produksinya masih kecil dan dilakukan secara manual, handheld inkjet printer juga dapat menjadi alternatif.

4. Apa perbedaan TIJ dan handheld inkjet printer?

TIJ lebih cocok untuk proses coding yang lebih terstruktur dan dapat dipasang pada conveyor untuk pencetakan otomatis.

Sementara itu, handheld inkjet digunakan langsung oleh operator dan lebih cocok untuk produksi kecil, kebutuhan portable, atau produk yang sulit dipindahkan.

5. Apakah mesin coding bisa mencetak langsung pada plastik atau pouch?

Bisa, tergantung jenis material dan tinta atau cartridge yang digunakan. Mesin coding dapat digunakan pada standing pouch, sachet, plastik, aluminium foil tertentu, label, karton, paper box, botol, dan berbagai kemasan lainnya.

Sebaiknya lakukan sample print terlebih dahulu untuk memastikan daya lekat dan keterbacaan hasil cetak.

6. Apakah mesin coding bisa mencetak batch number dan kode produksi?

Bisa. Mesin coding industri dapat digunakan untuk mencetak batch number, lot number, kode produksi, tanggal produksi, hingga informasi kedaluwarsa yang berubah dari satu proses produksi ke proses berikutnya.

7. Apakah tanggal dan kode produksi wajib dicantumkan pada label pangan?

Berdasarkan ketentuan BPOM mengenai label pangan olahan, tanggal dan kode produksi termasuk salah satu informasi yang perlu dicantumkan pada label pangan. Informasi tersebut membantu menunjukkan riwayat produksi suatu produk.

8. Apakah mesin coding menggantikan seluruh desain label kemasan?

Tidak. Informasi tetap seperti nama produk, komposisi, berat bersih, dan identitas produsen biasanya sudah menjadi bagian dari desain kemasan.

Mesin coding lebih relevan untuk mencetak informasi variabel seperti tanggal produksi, batch, kode produksi, dan keterangan kedaluwarsa.

9. Kapan UMKM sebaiknya mulai menggunakan mesin coding industri?

UMKM dapat mulai mempertimbangkan mesin coding ketika volume produksi meningkat, proses stempel atau penulisan manual mulai memakan waktu, hasil coding tidak konsisten, atau dibutuhkan pencetakan kode yang lebih cepat dan mudah dikontrol.

10. Bagaimana memilih mesin coding yang tepat untuk UMKM?

Pemilihannya perlu disesuaikan dengan beberapa faktor, seperti:

  • Jenis material kemasan.
  • Jumlah produksi.
  • Kecepatan proses produksi.
  • Jenis informasi yang ingin dicetak.
  • Kebutuhan manual atau otomatis.

Sample print pada kemasan aktual juga disarankan sebelum menentukan mesin dan jenis tinta atau cartridge yang digunakan.

Jamaludin

Jamaludin

Central Area Sales Manager

Expert Reviewer

Jamaludin adalah Central Area Sales Manager Gressler yang berpengalaman dalam membantu customer memilih solusi coding dan marking sesuai kebutuhan produksi. Ia berperan dalam memahami kebutuhan customer di lapangan, mulai dari jenis kemasan, volume produksi, budget, hingga target efisiensi operasional. Sebagai bagian dari tim sales Gressler, Jamaludin mendukung proses konsultasi, rekomendasi produk, koordinasi demo, trial mesin, serta pemilihan solusi yang sesuai untuk berbagai industri manufaktur. Pengalamannya membantu customer mendapatkan pilihan mesin coding yang tepat, baik untuk kebutuhan CIJ, TIJ, TTO, DOD, Laser Marking, Handheld Inkjet Printer, maupun sistem pendukung seperti conveyor dan CMS package.

Lihat Profile Reviewer
Jamaludin

Jamaludin

Central Area Sales Manager

Expert Reviewer

Jamaludin adalah Central Area Sales Manager Gressler yang berpengalaman dalam membantu customer memilih solusi coding dan marking sesuai kebutuhan produksi. Ia berperan dalam memahami kebutuhan customer di lapangan, mulai dari jenis kemasan, volume produksi, budget, hingga target efisiensi operasional. Sebagai bagian dari tim sales Gressler, Jamaludin mendukung proses konsultasi, rekomendasi produk, koordinasi demo, trial mesin, serta pemilihan solusi yang sesuai untuk berbagai industri manufaktur. Pengalamannya membantu customer mendapatkan pilihan mesin coding yang tepat, baik untuk kebutuhan CIJ, TIJ, TTO, DOD, Laser Marking, Handheld Inkjet Printer, maupun sistem pendukung seperti conveyor dan CMS package.

Cari mesin coding yang sesuai material dan kebutuhan produksi?

Konsultasikan kebutuhan Anda dan coba trial gratis untuk melihat hasil cetaknya secara langsung.

Anda mungkin juga suka artikel ini

Konsultasi Gratis